
Qin Ruojiu berusaha untuk melepaskan dirinya sambil berteriak, “Lepaskan aku, lepaskan, jangan sentuh aku!”
Semakin dia memberontak, Kaisar Zhaolie terlihat semakin kesal dan memeluknya dengan tenaga yang lebih besar seolah hendak melengketkan tubuh mereka berdua menjadi satu. Kaisar Zhaolie sengaja berbisik ke telinga nya, “Kamu ini milik Kaisar, jadi Kaisar mau menyentuhmu! Kaisar hanya mau menceraikanmu jika kamu mati!”
Qin Ruojiu menjawab, “Kalau begitu, sekarang kamu bunuh saja aku!”
“Heng, kelihatannya kamu ingin sekali semua orang mati berkorban untukmu?”
Setelah dia melontar kalimat itu, seluruh tenaga yang ada di tubuh Qin Ruojiu seolah baru dihisap semua. Sekarang dia tidak bisa memberontak lagi dan dia pun memejamkan matanya. Air matanya pun mengalir keluar dari matanya.
Setelah melihat Qin Ruojiu mulai nurut, Kaisar Zhaolie pun melepaskannya dengan perlahan. Ketika melihat air mata itu mengalir keluar dari matanya, Kaisar Zhaolie tahu kalau dia sebenarnya tidak bersedia. Tetapi, dia sudah ditakdirkan tidak boleh meninggalkannya.
“Tenang saja, mulai hari ini Kaisar tidak akan memperlakukanmu seperti dulu lagi. Ratu milikku!”
Setelah selesai berbicara, Kaisar Zhaolie pun menggunakan bibirnya yang dingin itu untuk mencium alis Qin Ruojiu. Kemudian air mata kesedihan dan penderitaan itu pun langsung mengalir setetes demi setetes dari matanya.
Wanita ini adalah miliknya. Sebelum mendapatkan persetujuan darinya, tidak ada boleh ada orang yang merampasnya.
__ADS_1
Qin Ruojiu tahu dia tidak mungkin berhasil melawannya lalu dia pun memilih untuk menjadi sebuah boneka dan menuruti semua yang disiapkan Kaisar Zhaolie untuknya.
Kaisar Zhaolie pun memeluknya lalu mengambil obat yang ada di sampingnya itu lalu sekali lagi dia menggunakan mulutnya untuk menyuapinya makan obat itu.
Lidahnya yang lentur dan lincah itu menggunakan kesempatan ketika dia menyuapinya obat untuk menjelajahi seluruh bagian dalam rongga mulutnya.
Kang Yong berusaha untuk menahan amarah yang meluap-luap di dalam dirinya dan tiba-tiba di dalam benaknya itu muncul kejadian ketika Qin Ruojiu bunuh diri di samping Kolam lotus.
Ketika cadar hitamnya itu dilepaskan, dia baru melihat dengan jelas wajah Qin Ruojiu yang dipenuhi dengan kesedihan dan perasaan putus asa. Namun gadis ini masih terus berusaha untuk tegas dan menunjukkan sebuah senyuman yang lembut.
Wajahnya itu secantik sekuntum bunga yang sedang mekar. Dia terlihat begitu cantik, agung dan sempurna, tetapi sayangnya kecantikannya itu membuat orang-orang tidak berani mendekatinya.
Tidak tahu setelah berapa lama waktu berlalu, akhirnya wanita yang sedang bersandar di dalam pelukan Kaisar Zhaolie itu pun tertidur dengan pulas.
Setelah tertidur, Qin Ruojiu masih membiarkan Kaisar Zhaolie menggenggam tangannya dengan erat. Di dalam mimpinya itu tanpa sadar Qin Ruojiu juga menambah tenaganya untuk menggenggam tangan Kaisar Zhaolie dan alisnya sedikit bergerak. Kaisar Zhaolie yang merasakan itu pun terkejut. Dia tidak melepaskan tangannya dan membiarkan Qin Ruojiu menggenggamnya dan merasakan kehangatan yang dialirkan dari tangan Qin Ruojiu ke tangannya.
Kaisar Zhaolie menundukkan kepalanya dan melihat ke arah wanita yang ada di dalam pelukannya itu. Bulu matanya yang indah itu pun menutupi bola matanya yang indah.
__ADS_1
Wanita cantik dan imut seperti sebuah boneka itu membuat hati orang merasa sayang dan kasihan padanya.
Kang Yong mengeluarkan tangannya lalu memegang kening Qin Ruojiu dengan lembut untuk mengirimkan kehangatan dari tubuhnya itu ke kening Qin Ruojiu yang dingin itu. Kemudian dia melepaskan cadar hitam yang menutupi wajah indahnya itu.
Kang Yong terkejut melihat warna bibirnya yang pucat tadi sudah mulai berwarna kembali.
Dia benar-benar sudah terpesona dengan wanita ini. Hanya dengan melihatnya saja, dia sudah merasa kesulitan untuk mengontrol perasaan di dalam dirinya. Tidak, dia tidak boleh seperti ini, dia adalah Kaisar dari Kerajaan Kangqing, bagaimana mungkin dia itu goyang karena seorang wanita?
Kemudian, agar bisa menenangkan perasaan yang terus meluap di dalam hatinya, Kaisar Zhaolie pun membaringkan Qin Ruojiu yang ada di pelukannya itu dengan cepat lalu menggunakan kembali cadarnya dengan tatapan yang rumit dan meninggalkan ruangan itu dengan cepat.
Di dalam Pavilion Xiaoyang ….
Su Zhen’er sedang menyisir rambutnya di depan cermin sendirian. Dia mengusir semua pelayannya dan suasana di dalam ruangan itu menjadi sangat sunyi. Tiba-tiba, terdengar suara orang yang menendang pintu kamarnya dan pintu kamarnya itu pun terbuka dengan suara yang keras. Ada bayangan seseorang yang sedang marah besar di depan pintu itu
Su Zhen’er yang mendengar itu pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie. Su Zhen’er pun merasa senang atas kehadiran Kaisar Zhaolie dan langsung menyambutnya, “Kaisar ….”
Kaisar Zhaolie menatapnya dengan pandangan yang dingin. Wanita ini sedang mengenakan pakaian berwarna merah. Pakaian itu membuat kerampingan tubuhnya semakin terpancar membuat orang yang melihatnya itu langsung terpesona.
__ADS_1
Tanpa kata-kata dan aba-aba apa pun. Kaisar Zhaolie langsung berjalan ke arah wanita itu lalu memeluknya dan langsung berjalan ke arah kasur dan melemparnya ke atas kasur ….