Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 168 Anda Masih Bersembunyi Dari Kaisar


__ADS_3

Pada saat itu, Kaisar Zhaolie juga berjalan maju selangkah demi selangkah. Wajahnya itu terlihat begitu tegas dan tampan. Hawa dominasinya masih terasa jelas dari tubuhnya. Lalu dia berkata dengan nada rendah, “Ada apa?”


Ketika mendengar pertanyaan itu, Qin Ruojiu sedikit terkejut dan baru sadar kembali. Lalu dia tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah!”


“Benarkah? Lagian sudah tidak awal lagi, bagaimana kalau kamu istirahat lebih awal dengan Kaisar?” Ketika Kaisar bertanya padanya, tatapan matanya itu tiba-tiba melihat Qin Ruojiu dari atas sampai bawah. Pupil matanya yang hitam itu terus memperhatikan tubuh Qin Ruojiu dan terasa tidak tenang.


Qin Ruojiu yang dilihat seperti itu pun merasa sedikit canggung. Dia pun langsung memalingkan tubuhnya dan berkata dengan sedikit malu, “Kaisar … anda juga cepat istirahat. Hamba tidur dulu!”

__ADS_1


Mendengar kalimat itu, Kaisar Zhaolie langsung menyipitkan matanya dan tiba-tiba berjalan ke depan. Dia langsung menarik tangan Qin Ruojiu dan memeluknya yang hendak melarikan diri itu. Kemudian dia mendudukkannya di atas kasur dan memeluknya dengan sangat erat. Tepat ketika Qin Ruojiu merasa gugup dan khawatir, dia langsung memajukan tubuhnya lalu tersenyum jahat dan berkata, “Kenapa, kamu masih mau bersembunyi dari Kaisar?”


Mengingat kejadian kemarin malam, wajah Qin Ruojiu pun semakin lama semakin memanas. Pada saat itu, matanya melotot besar dan jantungnya berdebar dengan kencang. Dia berkata dengan malu, “Kaisar, jangan begitu, itu sangat melelahkan!”


Mendengar itu, Kaisar pun memandang pipi wanita yang memerah ini dengan tatapannya yang dalam. Dengan cepat dia mengangkatnya dan menggulingkannya di atas kasur. Setelah itu dia menciumnya dengan lembut tetapi liar. Kemudian dia berkata di telinganya, “Kamu tahu tidak, sudah berapa kali aku bermimpi dengan keadaan seperti ini di dalam tidurku. Kasiar sudah membayangkan keadaan seperti ini berkali-kali. Mengusap tanganmu seperti ini bukan lagi khayalan. Memelukmu seperti ini juga bukan lagi khayalan. Aku tidak merasa kesepian lagi. Asalkan ada kamu di dalam pelukanku, seluruh yang aku miliki itu tidak penting lagi. Asalkan ada kamu … Kaisar, benar-benar sangat ingin memilikimu. Tidak ada orang yang bisa menggantikannya seperti kamu ….”


Pada saat ini, ketika mencium keningnya, Kaisar Zhaolie sudah terlihat kehilangan kesadarannya dan bergumam memanggil nama seorang wanita, “Li Qing … Li Qing ….”

__ADS_1


Ketika nama “Li Qing” itu masuk ke dalam telinga Qin Ruojiu, dia pun merasa dirinya seolah masuk ke dalam sebuah jurang yang sangat dalam. Dari ujung kepala sampai ujung kakinya itu pun terasa diselimuti oleh hawa dingin. Dia tanpa sadar memanggil dirinya kembali dan pikirannya itu langsung tersadar dari kekacauan itu. Dia pun tersadar dan langsung mendorong pria yang ada di depannya itu dengan seluruh tenaga yang ia punya. Dia terlihat panik dan bingung.


Qin Ruojiu membuka matanya lebar-lebar dan menatap wajah dingin dan tampan yang ada di depannya itu dengan tatapan bingung dan linglung. Pada saat itu pikirannya kosong … yang dia jerit itu siapa … yang dia panggil itu siapa … di dalam hati Kaisar, apakah dia itu hanya sebuah barang pengganti? Ataukah hanya sebatas pelampiasannya?


Hatinya sakit, dia merasa hatinya itu seolah ditusuk-tusuk pisau. Nafasnya terasa sesak dan dia tidak bisa bernafas.


Matanya itu pun dipenuhi dengan air mata dan menetes perlahan ke pipinya seperti embun di pagi hari. Air matanya itu terlihat bening dan indah seperti mutiara yang pecah.

__ADS_1


“Ruojiu ….” Kaisar Zhaolie yang sudah sedikit sadar itu pun memanggil namanya dengan suara serak. Tatapan matanya yang terlihat bingung itu pun melihat lurus ke arah Qin Ruojiu. Dia menahan nafas beratnya dan bertanya dengan suara yang dalam, “Kamu kenapa?” Qin Ruojiu menangis seperti seorang anak gadis yang baru dianiaya. Dia merapikan pakaiannya kembali karena malu lalu menggelengkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa.


__ADS_2