
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu sangat ingin mengakhiri hidupnya, tapi ucapan Xiao Huan sebelum kematiannya itu masih diingatnya dengan jelas.
Dirinya harus hidup, dirinya harus hidup… Iblis itu akhirnya melepaskannya, dirinya tidak boleh mati … tidak boleh mati …
Hello! Im an artic!
Dalam keadaan linglung, Qin Ruojiu ingat dirinya dibawa pergi oleh seorang pria tampan berbaju besi.
Orang itu adalah Zhuo Ying, dia menatap Permaisuri di depan matanya ini, wajahnya penuh dengan noda darah, luka terbuka di pipi kanannya itu masih mengalirkan darah segar.
Darah itu begitu merah seperti api, sudah seperti bunga Lycoris merah di kedua sisi tepi sungai, warna merah itu begitu mempesona, begitu merah dan menarik, tapi juga sangat membuat orang lain terkejut.
Permaisuri begitu kurus, sama sekali tidak ada air mata di matanya yang dingin, dia benar-benar terlihat seperti seorang anak yang terlupakan.
Hello! Im an artic!
Di dalam mata yang merupakan bagian satu-satunya yang tidak berlumuran darah, terdapat perjuangan tanpa akhir, penyiksaan tanpa akhir dan juga penderitaan tanpa akhir.
__ADS_1
Hati Zhuo Ying seketika langsung terpengaruh olehnya.
Ini adalah wanita yang selalu muncul dalam mimpinya, wanita ini menutupi wajahnya dengan kain kasa, seringan kupu-kupu, dan selalu muncul saat dirinya sudah hendak bangun dari mimpi, benar-benar sangat misterius.
Tapi saat ini, yang terjadi pada wanita ini sudah seperti adegan dalam mimpi buruknya.
Dirinya tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini disukainya diam-diam ini akan menerima penyiksaan seperti ini.
Tiba-tiba hati Zhuo Ying bahkan tidak berani untuk bernafas terlalu keras, seolah-olah akan mengejutkan wanita yang seakan sudah berkelana di dunia lain ini.
Zhuo Ying melangkah maju, mengangkat Qin Ruojiu dari lantai, tangannya gemetar, dia kemudian memanggil dengan nada sakit hati: “Ratu…”
Qin Ruojiu berkata: “Ratu? Dari mana ada Ratu di sini? Ratu sudah mati!”
Zhuo Ying tidak berbicara, matanya itu hanya menatap Qin Ruojiu dengan sedih. Wanita di pelukannya ini sangat ringan, seringan bulu, Zhuo Ying tidak tahu bahwa seseorang bisa begitu ringannya, apa karena hatinya sudah tidak ada, atau karena dia sudah tidak memiliki apa-apa kecuali tubuh yang sudah hancur ini?
Hujan di luar sangat deras, Zhuoying adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengantar Qin Ruojiu keluar istana.
Suara guntur yang menggelegar terdengar, suara itu seakan sedang membicarakan mengenai ketidakadilan langit.
__ADS_1
Qin Ruojiu kemudian ditempatkan Zhuo Ying di dalam kereta kuda, dia berbaring di sana dengan tenang, seperti boneka tanpa jiwa. Mata itu kosong dan suram, darah di wajahnya sudah kering, seluruh wajahnya itu berwarna merah. Kecuali matanya, bisa dikatakan hampir tidak ada orang yang bisa melihat bagaimana penampilan aslinya.
Bahkan meski bisa melihat penampilan aslinya, selama melihat luka menganga besar di wajah kanannya itu, sudah pasti akan ketakutan dan tidak akan berani untuk melihat lagi.
Kaisar Zhaolie tidak membunuhnya, tapi dengan kejam meninggalkan sayatan di wajahnya. Luka itu sangat dalam, kedua sisi kulitnya bahkan terbuka, daging lembut di dalamnya pun terlihat, membuat orang yang melihatnya akan merasa ketakutan.
Qin Ruojiu ingat ketika Kaisar Zhaolie pergi, dia samar-samar berkata: “Mulai sekarang, tidak akan ada pria yang menyentuhmu lagi, benda yang tidak bisa kudapatkan, jangan harap orang lain bisa mendapatkannya. Bahkan jika aku mendapatkannya, orang lain jangan harap untuk menyentuhnya!”
Ini adalah penjelasan terbaik yang Kaisar Zhaolie berikan terhadap kerusakan parasnya. Membiarkannya tetap hidup tapi hidup dengan reputasi buruk, mulai sekarang tidak akan ada pria yang mencintainya.
Kereta kuda mulai bergerak, suara guntur sudah berhenti, tapi hujan di luar sudah seperti mutiara yang jatuh ke bumi, suara tetesan air itu menghantam dengan keras di atas atap kereta kuda, suara itu cukup memekakkan telinga.
Kereta kuda itu segera keluar dari istana, tidak tahu sudah berjalan seberapa jauh, tiba-tiba kereta kuda itu berhenti, Qin Ruojiu masih terbaring terpaku di dalam, tiba-tiba dahinya yang halus itu membentur sisi gerbong kereta kuda, dalam sekejap di dahinya muncul benjolan yang besar dan merah.
Qin Ruojiu hanya merasa langit berputar, kesadaran otaknya sudah buyar tapi dirinya seakan tidak bisa merasakan rasa sakit sama sekali, Qin Ruojiu hanya mengangkat kepalanya lagi, suara gaduh yang datang dari depan membuatnya sedikit tersadar.
Ya, orang yang datang adalah Zhao Yuanran.
Dia mengenakan rok panjang tunik hitam gelap dan membawa banyak orang, dia buru-buru menghentikan kereta kuda yang membawa Qin Ruojiu untuk keluar dari Kota.
__ADS_1