Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 335 Tidak Bisa Lagi Melihat Harapan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kaisar Zhaolie hanya berjalan ke arah Qin Ruojiu tanpa ekspresi, melihat air mata penuh kebencian di matanya dan juga senyum sarkas yang terulas di sudut bibirnya, Kaisar Zhaolie menahan dagu Qin Ruojiu, mengangkat wajahnya dan berkata dengan dingin: “Kamu ingin mati, aku tidak akan membiarkannya, meski menjadi hantu sekalipun, aku akan membuatmu tetap tinggal di sisiku.”


Qin Ruojiu mendengarkan, matanya sejernih mata air, membuka mulutnya tapi malah tidak mengeluarkan suara apapun.


Hello! Im an artic!


Kaisar Zhaolie benar-benar kembali ke sifat aslinya, Iblis, dia adalah Iblis.


Iblis yang bisa mengantarmu ke neraka tingkat 18 kapan saja dan di mana saja.


“Aku tidak ingin membunuhmu sekarang, itu karena aku masih memandang hubungan kita sebelumnya. Lebih baik berhenti melakukan hal-hal yang membuatku marah, jika tidak maka aku tidak akan pernah menunjukkan belas kasihan lagi.” Berbicara sampai di sini, wajah tampan Kaisar Zhaolie yang sudah terdistorsi itu tiba-tiba tersenyum dingin: “Pengawal, undang Tabib Istana kemari dan minta dia untuk mengobati luka Permaisuri dengan baik. Jika terjadi sesuatu pada Permaisuri maka kalian juga akan ikut mati menemaninya!”


Setelah perkataan itu diucapkan, Qin Ruojiu baru dilepaskan olehnya, tiba-tiba Qin Ruojiu merasa tenggorokannya begitu kering dan jantungnya terasa dingin seperti es.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Apa kalian dengar?” Kaisar Zhaolie berkata sambil tertawa dingin, tampilannya yang aneh itu langsung membuat takut dan gemetar seluruh orang di Istana Fengyi.


“Baik Kaisar, budak akan segera pergi untuk mengundang…” Seorang pelayan Istana yang sebelumnya berlutut di lantai kemudian bergegas bangkit dan berlari.


Setelah beberapa saat, Kaisar Zhaolie berbalik dan menatap potret di lantai, mengerutkan kening dan berpikir sejenak, dia kemudian membungkuk untuk mengambilnya secara langsung, muncul ekspresi lembut dan kasih sayang yang belum pernah terlihat di mata hitam dinginnya itu, menatap potret itu untuk sekian lama dan bergumam: “Aku membuatmu menderita …” Selesai berbicara, dia kemudian dengan lembut meletakkannya di depan dadanya.


Kemudian dia menghela nafas panjang dan berkata: “Pelayan, perintahkan pelukis terbaik di Istana ini untuk membuat kembali satu potret yang sama berdasarkan potret lukisan aslinya!”


“Baik, Kaisar!”


Qin Ruojiu merosot ke lantai dengan lemah, menatap ke arah kejauhan dengan matanya yang jernih itu.


Wajah yang tampak tak bernyawa itu menatap terpaku pada sosok tinggi itu, menatap sosok yang pergi dari pandangannya dengan arogan dan tidak bermoral itu.

__ADS_1


Mimpi indah sebelumya seketika hancur berkeping-keping dikarenakan pria itu. Terhadap hari-hari mendatang, Qin Ruojiu tidak bisa lagi melihat harapan.


Apa tampilannya, kelembutannya, toleransinya, segala sesuatu mengenai dirinya, benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan wanita yang ada di dalam potret itu?


“Permaisuri… Permaisuri…” Lu’er yang masuk dari aula samping sangat terkejut ketika melihat pemandangan yang mengejutkan di hadapannya, Yan’er juga sangat terkejut.


Yan’er bergegas maju untuk memapah Qin Ruojiu bangun, melihat darah yang mengalir di leher Qin Ruojiu, dirinya ketakutan hingga jari-jarinya gemetar.


“Permaisuri, kenapa Permaisuri begitu bodoh? Kenapa Permaisuri tidak rela bersikap mengalah pada Kaisar. Lihatlah diri Permaisuri… Apa Permaisuri harus membuat diri Permaisuri seperti ini setiap kalinya?”


Lu’er begitu sakit hati ketika melihatnya, air mata di pelupuk matanya mengalir dengan deras.


“Mengalah … Lu’er, kamu harus tahu, jika aku bersikap mengalah kali ini, martabatku seumur hidup ini akan diinjak-injak di bawah kakinya.” Suara Qin Ruojiu sangat lemah, seakan-akan jika tidak berhati-hati maka akan hancur lebur ketika tertiup angin dingin. Ucapan yang seolah menyembunyikan aura dingin itu mengungkapkan semua kesedihan di dalam hatinya.


“Permaisuri, untuk apa Permaisuri melakukan ini?” Lu’er terisak dan berkata: “Lihat diri Permaisuri, kamu terluka seperti ini, Yan’er, cepat ambil sesuatu untuk diperban.”

__ADS_1


“Tabib Istana sudah datang, Tabib Istana sudah datang…”


Pelayan Istana yang tidak jauh dari sana berjalan masuk dengan panik, di saat bersamaan terdapat seorang Tabib tua berpakaian putih yang kurus dan berambut putih di belakangnya.


__ADS_2