
Dua wanita yang mendengar kata ‘Ratu’ itu pun langsung beranjak berdiri dengan terkejut dan melihat Qin Ruojiu dengan tatapan sedikit tidak puas dari atas kepalanya sampai ujung kakinya. Setelah itu mereka terlihat tidak begitu senang dan berkata, “Memberi selamat kepada Ratu.”
Qin Ruojiu tidak mengatakan apa-apa dan hanya melihat lurus ke arah Su Zhen’er, “Selir Zhen bersenang-senang di sini saja. Saya undur diri dulu.”
“Ai, mau pergi ke mana. Hari ini Ratu sudah datang, kalau kita tiga bersaudara yang mendominasi tempat ini, bukannya itu menghancurkan status kita? Ratu, bagaimana kalau kamu juga ikut duduk di sini, kita ngobrol bareng, gimana?”
Su Zhen’er ini tidak ada maksud baik apa-apa dengannya. Lalu dia menyipitkan matanya dan berkata dengan nada datar, “Masih ada yang perlu diomongkan di antara kita berdua?”
Su Zhen’er pun tertawa dingin lalu melihatnya dengan tatapan mengejek dan berkata, “Tentu saja ada, anda masih belum tahu yah, belakangan ini kamu sudah menjadi bahan lelucon orang-orang!”
“Lelucon?” Qin Ruojiu pun mengerutkan keningnya dan terlihat tidak mengerti.
__ADS_1
Lu’er langsung berjalan ke samping Qin Ruojiu untuk melindunginya. Dia tahu kata-kata yang keluar dari mulut Selir Zhen ini sangat berbisa, dia takut kali ini dia tidak akan melepaskan Nyonya.
“Iya, kamu sudah dengar belum. Demi bisa mendapatkan hati Kaisar, Ratu yang jelas-jelas baru keguguran itu mau memperbaiki hubungannya dengan Kaisar dengan cara menggodanya. Lain kali mungkin dia tidak akan bisa mempunyai anak lagi.”
Setelah mendengar apa yang dikatakan Selir Zhen, Qin Ruojiu merasa hatinya seolah baru tertusuk pisau. Wajahnya langsung putih pucat dan dia pun menggigit bibirnya.
Qin Ruojiu mengepalkan tangannya yang tertutup lengan bahunya itu. Lalu dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Selir Zhen lalu berkata dengan nada bicara yang tidak marah tetapi malah tersenyum, “Kamu ini lagi sembarangan bicara apa, siapa yang membiarkan kamu berbicara seperti ini?”
Setelah Selir Zhen selesai bicara, dua adiknya yang ada di belakang itu pun langsung tertawa terbahak-bahak. Baik, mereka adalah orang yang ikut dengan Selir Zhen, biasanya mereka mengandalkan wanita ini agar bisa mendapatkan kedudukan di dalam istana. Selain bisa berdandan cantik, mereka tidak bisa apa-apa.
“Kamu ….” Lu’er pun langsung melototi Selir Zhen dan tidak jadi mengatakan apa yang hendak dia katakan tadi.
__ADS_1
Ketika melihat seorang pelayan yang berani memarahinya, Selir Zhen pun marah, “Aku kenapa aku? Kamu ini hanya pelayan kecil saja, kamu berani memarahiku?”
Awalnya Qin Ruojiu berusaha untuk menenangkan dirinya dan tidak terpancing karena omongan mereka tentang dirinya. Tetapi setelah dia mendengar omongan Selir Zhen yang begitu pedas terhadap Lu’er, Qin Ruojiu benar-benar tidak bisa menahan emosinya. Dia langsung mengangkat tangannya dan menampar wajah Selir Zhen yang cantik itu.
Qin Ruojiu benar-benar tidak menyangka dirinya yang biasanya tampak lemah dan tidak berdaya itu ternyata berani memukulinya. Kelihatannya kesabaran, ketabahan dan sikapnya yang lembut itu sudah membuat dia tidak dihargai di dalam istana ini. Asalkan dia tidak bersuara, sepertinya pelayan istana pun berani menindasnya. Su Zhen’er yang kena pukul itu masih belum tersadar dan memegang wajahnya yang merah itu dan memelototinya dengan tatapan tidak mengerti.
Dua adik yang ada di belakangnya itu pun terkejut dan mundur beberapa langkah.
“Kalau mau pukul orang juga harus tahu majikannya itu siapa. Kamu mau menjelekkan aku saja itu tidak apa-apa, tetapi karena kamu sudah meremehkan pelayanku, aku tidak terima!” Qin Ruojiu pun berkata dengan nada dingin dan melihat lurus ke dalam mata Selir Zhen.
Pada saat itu, Su Zhen’er baru sadar kalau dirinya baru dipukul oleh Qin Ruojiu. Lalu dia menangis dan mendorong Qin Ruojiu. Lalu dia berteriak, “Dasar orang terkutuk, berani-beraninya kamu pukul aku. Kamu ini dasar wanita jelek terkutuk. Biar aku bunuh kamu, biar aku bunuh ….”
__ADS_1