
Hello! Im an artic!
Ketika Leng Bingxin merasa panik dan ketakutan, sudah terdengar suara pertarungan yang sengit di depan.
Leng Bingxin duduk dengan tenang, jari-jarinya saling meremas dengan cemas. Di luar jendela, samar-samar Leng Bingxin bisa mendengar bahwa dua orang ahli yang bertugas untuk mengawalnya itu sudah kalah dalam jumlah.
Hello! Im an artic!
Nafas berat mereka sudah seperti jarum, menusuk jantungnya sedikit demi sedikit. Leng Bingxin tahu jika terus berlanjut seperti ini maka mereka sudah pasti akan kalah. Dan lagi dirinya juga akan dibawa kembali oleh mereka seperti seorang tawanan.
Jika demikian, lebih baik dirinya bertarung sampai mati.
Ya, Leng Bingxin langsung turun dari gerbong kereta kuda, saat semua orang sedang bertarung, Leng Bingxin mati-matian melarikan diri ke arah yang berlawanan. Ada hutan lebat di sana, ilalang di atas tumbuh melewati batas lutut, satu-satunya kesempatan hidupnya hanya di sana saja.
Bahkan jika dirinya akan dimakan oleh binatang buas ketika memasuki tempat itu, Leng Bingxin tidak mau kembali ke neraka dingin yang bisa menelan orang itu.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Sayangnya, ketika hanya beberapa langkah lagi, Leng Bingxin dipaksa mundur oleh beberapa sinar cahaya yang dingin.
Leng Bingxin menghentikan langkahnya karena terkejut, mendongakkan kepalanya dengan linglung, semua yang terjadi di depannya benar-benar membuat Leng Bingxin tidak menyangkanya.
Orang itu bukanlah Kang Yong, bukan Kaisar Zhaolie yang setiap saat muncul seperti Iblis.
Dia adalah — Liqing. Wanita yang mengatakan akan membantunya melarikan diri dari tempat ini, jika Leng Bingxin tidak salah lihat, sepasang mata yang dulunya penuh perhatian itu sekarang bersinar dengan tatapan yang begitu rumit, seakan ada ejekan samar dan juga kebencian yang begitu dalam, meskipun itu hanya terlintas dalam sekejap saja, tapi sama sekali tidak dapat menyembunyikan tatapan matanya yang berubah menjadi tajam dan penuh observasi dikarenakan kehidupan yang telah dijalaninya.
Leng Bingxin bertanya dengan heran: “Kenapa kamu?”
Liqing mengabaikan ketidakpahaman Leng Bingxin, wajah cantik di hadapannya yang membuat orang lain kagum ini terlihat sedikit linglung, sepasang matanya yang sedih itu dipenuhi dengan kepolosan seperti anak kecil, seolah dia bisa mempercayai siapa pun, dan juga bisa dipercaya oleh siapa pun. Sayang sekali Leng Bingxin lupa bahwa di antara wanita tidak akan pernah mungkin terdapat kepercayaan penuh, apalagi dirinya adalah orang yang merampas suami wanita ini.
“Nona Bingxin, aku kemari untuk mengantarmu pergi.”
__ADS_1
“Benarkah?” Suara Liqing berubah menjadi begitu jahat, sudah ada kecemburuan yang membara di tatapan matanya yang gelap itu. Dalam sekejap, Leng Bingxin sudah paham apa maksudnya saat ini.
Leng Bingxin sudah seperti orang yang dijatuhi hukuman mati, memejamkan matanya perlahan kemudian mengulas senyum di sudut bibirnya: “Ternyata kamu juga berbohong padaku!” Di Istana, sedari dulu sudah tidak ada lagi kepercayaan dan janji, dirinya saja yang terlalu naif. Setelah bertahun-tahun berlalu, dirinya masih saja tidak bisa merasakan konspirasi dan trik di dalam Istana.
Liqing tersenyum puas, tapi matanya malah terlihat kecewa, dia berkata: “Aku tidak ingin membunuhmu, tapi kamu adalah wanita yang paling dicintainya, kamu harus mati.”
“Sebelumnya aku pernah mendengar dari Pangeran bahwa kamu adalah putri yang paling cantik, wanita paling lugu dan baik hati di Negara Beifeng. Sekarang, kamu ternyata ingin membunuh orang hanya demi seorang Iblis, apa melakukan hal ini sepadan? Demi pria itu, kamu akan terjerat dalam mimpi buruk seumur hidupmu.” Setelah selesai berbicara, Leng Bingxin tertawa dengan penuh ironi dan merendahkan, senyum itu ternyata masih begitu menawan dan memikat, seakan segala sesuatu di dunia kehilangan warnanya di hadapan senyum ini.
Ucapan yang dingin dan putus asa itu bagai pisau tajam yang mengiris-iris hati Liqing. Dalam sekejap, Liqing langsung berlinangan air mata.
“Membunuh bukankah keinginanku. Tapi aku sangat memahaminya, seumur hidup ini, dia akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Jika kamu tidak mati, maka dia pasti akan menemukanmu.”
“Jadi?”
“Jadi kamu harus pergi ke neraka. Dia tidak akan dapat menemukanmu jika terdapat jarak di antara langit dan bumi.”
__ADS_1