Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 839 Hanya Kurang Satu Peluang Yang Sesuai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tapi pada akhirnya, yang mengejutkannya adalah, Ye Wushuang malah mengambil risiko membuatnya marah dan mengatakan pemikiran dalam hatinya yang paling jujur. Bisa dilihat bahwa Ye Wushuang tidak memiliki keserakahan seperti Zhao Xueyan, dan juga tidak memiliki ambisi seperti Ratu Qin.


Sekembalinya dari ruangan Pangeran Ping hari itu, Qiuping, Qiuxue serta Qiushuang langsung meninggalkan kediaman Pangeran Ping sepenuhnya.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang tidak bertemu Qiuping lagi, hanya saja Qiuping menyampaikan sepatah kata pada Yuya sebelum dia pergi, dia berkata bahwa Ye Wushuang adalah orang yang cerdas, dingin dan juga lembut, jika Ye Wushuang benar-benar ingin memikat hati seorang pria, maka tidak perlu menggunakan trik apa pun, hanya dengan pemikirannya yang cekatan saja sudah dapat mendapatkannya.


Ye Wushuang hanya tersenyum pahit saat mendengarny, jka dirinya benar-benar pintar dan cekatan seperti itu, maka dirinya tidak akan ditolak oleh Tuan Penguasa Kota Wuyou pada waktu itu.

__ADS_1


Bisa dikatakan, tanpa wajah cantik yang sudah diperbaiki oleh resep rahasia milik Si Jin ini, siapa yang bisa menyukainya?


Hari-hari berikutnya, Ji Xingfeng tidak lagi memaksanya untuk melakukan apa pun yang tidak dia inginkan, kehidupannya tampak damai, tapi Ye Wushuang tahu bahwa di balik kedamaian ini, hanya kurang satu peluang yang sesuai, yaitu… kesempatan untuk mendorongnya ke sisi Kaisar Qi.


Hello! Im an artic!


Untuk sesaat, ketika melihat pergerakan Ji Xingfeng, Ye Wushuang selalu berpikir bahwa dirinya tidak lama lagi akan memasuki Istana. Ye Wushuang menunggu dengan tenang, tidak disangka Ye Wushuang malah mendapatkan tamu yang tidak terduga.


Wanita itu berpakaian merah, tubuhnya langsing dan parasnya cantik, alis cantik yang terangkat dari waktu ke waktu itu memberi orang semacam perasaan angkuh dan sulit didekati. Wanita itu berusia sekitar 18 hingga 19 tahun, aksesoris rumit di kepalanya menunjukkan identitasnya sebagai orang berada atau bangsawan, lengan putih transparannya mengenakan gelang giok, itu semakin membuatnya terlihat cantik dan menawan.


Di bawah perlindungan Ji Xingfeng dan Su Qianhua, wanita itu sudah seperti seorang Ratu uang mendapatkan rasa cinta, wanita itu melihat-lihat ke arah kiri dan kanan. Akhirnya dia mengangkat bibirnya dan berkata dengan tidak puas: “Kakak Sepupu, apa kediamanmu dibangun seperti ini?”

__ADS_1


Memikirkan kediaman pangeran lain, mana ada yang tidak dibandung dengan begitu mewah? Bahkan bisa sama megahnya dengan Istana surgawi, tapi kediaman Pangeran Ping ini malah begitu sederhana seperti sebuah penginapan. Putri Yongping yang datang kemari dengan hati penuh kegembiraan akhirnya tidak bisa menahan rasa kecewanya.


Ji Xingfeng menoleh ke samping, menatap dengan datar ke arah adik sepupunya yang biasanya sangat manja ini, dia adalah putri An Lehou dan juga merupakan putri Bibi kandungnya. Beberapa tahun lalu, An Lehou bermaksud untuk membantunya naik takhta, tapi syaratnya adalah Ji Xingfeng harus menikahi Yongping sebagai Istrinya, setelah posisinya sebagai Kaisar sudah stabil, maka dia harus menobatkan Yongping sebagai Ratu. Sayangnya pada saat itu hatinya terpesona oleh Zhao Xueyan, dirinya tidak memiliki perasaan di antara pria dan wanita pada Yongping, dikarenakan ragu-ragu, menyebabkan Ji Xingfeng kehilangan kesempatan dan membiarkan Ji Xingyun yang mengambil kesempatan lebih dulu.


Lalu Ji Xingyun mendapatkan Negara Qi dan menyingkirkan semua penghalang di sekitarnya satu per satu. An Lehou juga salah satu korbannya. Bertahun-tahun yang lalu, Ji Xingyun dengan sengaja menuduhnya melakukan kejahatan dan mengusirnya langsung ke perbatasan. Keluarga An Lehou jatuh terpuruk, hingga tahun lalu dikarenakan melihat An Lehou sudah tua, mereka sekeluarga akhirnya dibiarkan kembali.


Sedangkan adik sepupunya ini, dikarenakan Ji Xingfeng menunda-nunda hingga menyebabkan Yongping kehilangan kesempatan yang baik untuk menikah. Sekarang jika dihitung-hitung, dirinya berhutang paling banyak pada keluarga mereka.


Teringat kembali akan masa lalu, dirinya benar-benar sangat menyesal. Jika pada waktu itu dirinya bisa sedikit lebih tegas, apa mungkin dirinya bisa terpuruk dan berada di tempat seperti ini sekarang?


“Yongping, Pingzhou itu miskin dan juga jauh, tempat ini tandus dan tidak bisa dibandingkan dengan kemakmuran di Ibukota. Jika kamu tidak terbiasa dengan semua ini maka lebih baik kamu kembali ke Ibukota lebih awal.” Ji Xingfeng berkata dengan nada datar, terdapat sedikit jejak ketidakberdayaan di bola matanya yang hitam pekat. Ji Xingfeng tahu bahwa adik sepupunya ini adalah anak kesayangan An Lehou dan tidak pernah menderita. Bahkan meski An Lehou dikirim ke perbatasan, Yongping masih tetap mendapatkan perawatan yang terbaik. Sekarang ketika Yongping datang ke Pingzhou, sepertinya dia tidak akan bisa menerima kesulitan yang ada di sini.

__ADS_1


__ADS_2