Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 688 Kalian Tidak Terlihat Seperti Pasangan Suami Istri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu……?”


Sebelum kata-kata itu selesai diucapkan, gadis kecil itu sudah berkata dengan sopan: “Tuan Muda, bagaimana bisa kamu langsung pergi?”


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang dan She Jingtian saling memandang satu sama lain, di saat bersamaan mereka juga terpaku. Tanpa sadar Ye Wushuang menarik tangannya dari telapak tangan She Jingtian lalu memalingkan kepalanya, dengan sengaja mencoba untuk mengklarifikasi hubungannya dengan She Jingtian.


She Jingtian merasa bahwa tindakan Ye Wushuang sangat kekanak-kanakan dan juga lucu, ketika hendak melangkah maju untuk mengatakan sesuatu, She Jingtian melihat seorang wanita berpakaian hijau yang mendekat, ekspresi di wajahnya itu begitu gila, seolah-olah dia ingin berlari menerjang ke arahnya.


“Gadis kecil, aku… aku tidak mengenalmu, apa kamu tidak salah mengenali orang?” She Jingtian mengangkat alisnya yang terlihat indah, memaksa dirinya untuk bersikap tenang.


Pelayan kecil yang bernama Yun’er itu memiringkan kepalanya lalu berkata dengan ekspresi wajah yang sangat serius: “Tidak, kamu sudah menerima bola pernikahan milik Nonaku.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Maksudmu bola ini? Bola ini tidak sengaja jatuh di pundakku, aku bahkan bermaksud untuk mengembalikan bola ini pada pemiliknya. Karena bola ini milik Nonamu maka kamu bisa memberikannya padanya.” Selesai berbicara, She Jingtian langsung melempar bola itu dengan lugas ke pelukan Yun’er.


“Hei, bagaimana bisa seperti itu?” Yun’er seketika panik, dia langsung menoleh ke arah Nonanya untuk meminta bantuan.


Nona itu langsung memblokir She Jingtian, matanya melotot lebar, wajah cantik itu terlihat sedikit marah dan dia berkata: “Berhenti.”


She Jingtian menilainya dari atas sampai bawah akhir, mengulas senyum di sudut bibirnya dan berkata: “Nona, apa ada urusan?”


An Yiqiu mengerutkan bibirnya, mengeluarkan postur Nona Besar dan berkata: “Bagaimana menurutmu? Kamu menerima bola pernikahan milikku lalu ingin pergi begitu saja? Apa kamu tidak tahu itu adalah kehendak Dewa Yuelao? Tidak ada yang boleh melanggarnya.”


She Jingtian melihat pihak lain adalah seorang wanita, karena itu dirinya berusaha untuk menahan amarahnya, melihat Ye Wushuang yang memunggunginya dan tertawa diam-diam, dirinya benar-benar ingin menghukum gadis nakal itu.


“Licik.” Sebenarnya An Yiqiu juga tahu bahwa pria ini tidak disengaja, tapi melihat tampilan pria di hadapannya ini begitu luar biasa, dan lagi pakaiannya juga sangat mewah. Dengan penampilan seperti itu, dia benar-benar sudah seperti pangeran berkuda putih yang diimpikannya. Karena itu, dirinya tidak akan dengan mudah melepaskan kesempatan ini.


“Nona salah paham, aku benar-benar tidak memiliki niatan itu, jika tidak percaya maka Nona bisa bertanya padanya.”


Selesai berbicara, She Jingtian lalu menarik kembarli Ye Wushuang yang sudah memisahkan diri darinya. Pada saat ini, Ye Wushuang yang berpikir hanya ingin menjadi penonton, seketika langsung menjadi pengganggu di mata An Yiqiu.

__ADS_1


An Yiqiu melirik Ye Wushuang sekilas dengan remeh dan berkata dengan datar: “Siapa dia?”


“Dia… adalah … Istriku.” She Jingtian berkata dengan sengaja, di saat bersamaan juga menantikan untuk menilai berbagai ekspresi yang akan Ye Wushuang munculkan.


Benar saja, begitu kata-kata ini terlontar, tatapan mata Ye Wushuang yang awalnya masih tersenyum itu seketika terpaku dengan bodoh. Ketika ingin berkata menjelaskan, dirinya malah bungkam setelah ditatap dengan tegas oleh She Jingtian.


Melihat Ye Wushuang yang tidak berbicara setelah sekian lama, An Yiqiu sudah tidak bisa menahan amarahnya: “Apa? Untuk apa kamu datang kemari jika sudah memiliki Istri?”


“Untuk menonton keramaian.” Seseorang berkata dengan begitu santai, temperamennya sebagai seorang penguasa kota sama sekali tidak terlihat.


“Aku tidak percaya.” Nona Besar itu sudah mengamuk, mengerucutkan bibirnya dan menunjuk ke arah Ye Wushuang: “Kalian sama sekali tidak terlihat seperti pasangan suami istri.”


“Benarkah?”


Selesai berbicara, She Jingtian menggenggam tangan Ye Wushuang lalu menarik pinggang ramping itu masuk ke dalam pelukannya, sebelum Ye Wushuang sempat bereaksi, She Jingtian sudah menjatuhkan ciumannya di dahi Ye Wushuang.


Meski hanya satu detik, tapi itu cukup membuat orang lain tercengang.

__ADS_1


__ADS_2