Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 337 Kita Punya Banyak Waktu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Permaisuri, sebenarnya ada apa? Kenapa Permaisuri menunjukkan ekspresi seperti itu? Bukankah pelajaran yang diberikan pada Ratu kali ini masih belum cukup?” Zuo’er sedikit tidak paham, apa Permaisuri sedang mengkhawatirkan masalah Ratu yang belum mati? Tapi bagaimana mungkin hal semacam ini bisa dilakukan dengan terburu-buru.


Siapa tahu Zhao Yuanran malah menoleh dan berkata dengan sedikit kebencian di tatapan matanya: “Pelajaran pada Ratu kali ini, bagaimana mungkin masih tidak cukup? Hanya sebuah potret saja sudah hampir kehilangan nyawanya, apa masih ada yang lebih serius dibanding ini?”


Hello! Im an artic!


Ketika Zuo’er mendengar ucapan ini, dia berkata dengan semakin curiga: “Kalau begitu apa yang Permaisuri khawatirkan?”


Ekspresi ketakutan terlintas di mata Zhao Yuanran, dia kemudian berkata: “Sepertinya kita terlalu meremehkan posisi Putri Liqing di hati Kaisar, hanya satu potret lukisan saja, Kaisar sudah hampir membunuh Ratu. Bagaimanapun juga, Ratu adalah wanita yang pernah disukai oleh Kaisar, awalnya kupikir Putri Liqing hanyalah obsesi di dalam hati Kaisar saja, tidak disangka semuanya bisa menjadi begitu serius.”


“Maksud Permaisuri adalah…”


“Aku tidak tahu apa Kaisar terlalu menyukai Putri Liqing, atau Kaisar tidak terlalu menghargai Permaisuri. Sebuah potret saja ternyata bisa membuat gelombang yang begitu besar. Jika Kaisar tahu yang sebenarnya, tidak tahu apa nyawa kita berdua bisa dipertahankan atau tidak.”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Setelah Zuo’er mendengarkan ucapan itu, dirinya mengetahui keseriusan masalah ini. Tadi dirinya masih berada dalam suasana hati yang santai, saat ini dirinya begitu tegang hingga tidak bisa berkata-kata.


Benar, jika Kaisar mengetahui kebenaran masalah ini, bukankah mereka akan mati? Kaisar saja bisa bersikap begitu kejam pada Ratu, apalagi pada mereka yang merupakan pelakunya.


“Permaisuri, apa yang harus kita lakukan sekarang? Atau tidak, apa kita pergi ke tempat Kaisar untuk membicarakannya, katakan saja Ratu yang melakukan semuanya!”


“Bagaimana bisa, sekarang amarah Kaisar sedang di atas kepala, jika aku pergi dan mengatakan hal-hal ini, bukankah aku menggali kuburanku sendiri.” Ekspresi Zhao Yuanran menjadi dingin: “Kaisar itu sangat bijaksana, alasan mengapa Kaisar bisa menyalahkan Ratu kali ini sepenuhnya dikarenakan dia memiliki amarah dalam hatinya, jadi Kaisar kehilangan akal sehatnya. Jika biasanya apa mungkin Kaisar akan begitu mudah dibodohi oleh kita?”


“Sudahlah, kamu tidak perlu khawatir, selama kita tidak menunjukkan sesuatu maka kita akan baik-baik saja!”


“Tapi, lalu bagaimana dengan Ratu?”


“Huh, masih ada waktu di kemudian hari, kita punya banyak waktu!”

__ADS_1


Di dalam Istana Wenxuan, cendana dinyalakan…


Di atas kursi naga emas di depan aula, seorang pria tampan sedang mengerutkan kening dan menatap surat di tangannya. Bayangan lilin di samping mencerminkan wajahnya yang sangat tampan, terdapat raut ketidakpedulian dan keterasingan yang tak terlukiskan pada wajahnya.


Tidak lama setelah itu, pria itu tiba-tiba mendengus dingin, membanting benda di tangannya ke atas meja hingga menimbulkan suara keras.


“Tidak masuk akal, beraninya mengancamku!” Kaisar Zhaolie tidak bisa menahan amarahnya dan meraung dengan kencang.


Pada saat ini, pria berjubah baja yang berlutut di bawah aula mengangkat sedikit kepalanya, dia memiliki mata seperti bintang, wajah yang tampan itu seperti bulan yang cerah, terdapat raut serius di balik alisnya yang membuatnya terlihat semakin heroik.


“Kaisar, kali ini Negara Beifeng sudah bersumpah akan melawan kita sampai akhir. Jika demikian, maka aku memohon pada Kaisar untuk membuat keputusan dan memberi perintah padaku memimpin para tentara untuk berjuang, berperang menentukan hidup dan mati!”


Mendengar sampai di situ, Kaisar Zhaolie semakin mengerutkan keningnya, kedua tinjunya mengepal erat, dia kemudian berkata dengan hati kalut: “Tidak buru-buru, jika kamu pergi dengan membawa pasukan maka Ibukota ini tidak akan memiliki tulang punggung, nantinya Istana dan juga sekitarnya akan menjadi berantakan. Jika negara lain menyerang kemari, maka bisa diperkirakan hal itu akan menyebabkan kerusakan yang tidak terduga.”


Ketika pria berjubah baja itu mendengarnya, dia berpikir itu masuk akal, raut wajahnya menunjukkan sedikit kesulitan dan berkata dengan suara pelan: “Kaisar, apa kita akan membiarkan Negara Beifeng berkolusi dengan negara lain lalu diam-diam menempati wilayah kita? Sekarang ditambah dengan Kota Fengxi, kita sudah kehilangan 6 kota. Jika terus seperti ini, takutnya Negara Kangqing akan berada dalam bahaya.”

__ADS_1


__ADS_2