
“Permaisuri, apa yang sedang kau cari?” Melihat Qin Ruojiu yang terlihat sibuk melirik kesana kemari seolah sesuatu itu, Lu’Er merasa khawatir. Qin Ruojiu sibuk mencari sesuatu, dia sedang kehilangan sesuatu dan kebinggungan.
Qin Ruojiu pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak apa-apa …” Dia tidak datang, suara serulingnya juga tidak terdengar. Dia merasa sedikit kecewa di dalam hatinya.
“Permaisuri….”
“Ayo jalan!”
Di saat Qin Ruojiu tampak kecewa dan hendak meninggalkan tempat itu. Tepat pada saat itu, dari kejauhan sana terdengar suara seruling yang samar-samar.
Suara seruling itu terdengar penuh dengan kesedihan dan perasaan kesepian. Setelah setengah bulan tidak mendengar suara serulingnya, suara serulingnya ini terdengar semakin sedih dan kesepian.
Qin Ruojiu pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh untuk melihat ke jauh sana dengan tatapan mabuk asmara. Di wajahnya terpancar kesenangan dan kegembiraan.
“Permaisuri… kamu….”
__ADS_1
“Lu’Er, kamu tunggu aku. Aku mau pergi ke sana sebentar!” Qin Ruojiu menunjuk ke arah gazebo segi delapan yang ada di samping sana. Dia tidak mempedulikan keadaan tubuhnya yang lemah itu dan langsung berlari ke arah gazebo itu.
Awalnya Lu’Er ingin menghalangi Permaisurinya untuk pergi, tetapi ini adalah pertama kalinya dia melihat Permaisuri menunjukkan ekspresi begitu bahagia dan gembira. Setelah itu, Lu’Er pun tidak mengatakan apa-apa lagi dan hanya menghela nafas lalu mengikutinya dari belakang.
Pada saat itu, Qin Ruojiu mengenakan rok panjang berwarna hijau muda dengan atasan berwarna putih polos. Dia pun berlari melawan arah angin menuju ke arah Pavilion itu. Rambutnya pun tertiup angin dan berterbangan.
Setelah dia berjalan sampai ke samping guqinnya, dia pun duduk dengan perlahan. Kemudian dia mengangkat tangannya dengan perlahan dan mulai memainkan alat musik itu. Suara alat musik yang merdu itu pun mulai terdengar.
Setelah itu, dia pun tersenyum bahagia dan jari-jarinya pun terlihat begitu lancar dan terus memainkan alat musik itu sambil mengiringi musik dari seruling. Terdengar perpaduan musik yang sangat indah.
“Apakah itu dia?” Kaisar Zhaolie pun melihat tajam ke arah jauh sana. Tatapannya yang tajam itu setajam sebuah pedang yang melihat lurus ke sana. Dia mengangkat alisnya dan mendengarkan suara guqin. Wajah Kang Yin terlihat penuh dengan kegembiraan tetapi dia tidak memberikan respon apa-apa dan hanya terus memainkan serulingnya.
Kaisar Zhaolie sepertinya sudah mengerti, lalu dia menganggukkan kepalanya dan berjalan pergi. Benar, demi adik ke sembilannya, dia harus mencari wanita pemain alat musik guqin itu sampai ketemu.
Dan saat itu dia juga akhirnya mengerti kenapa adik ke sembilannya ini begitu menanti-nantikan wanita ini dan tergila-gila padanya. Suara alat musik yang dimainkan oleh wanita ini memang benar-benar berbeda.
__ADS_1
Suara alat musik itu terdengar begitu lancar dan seolah seperti menyimpan kesedihan yang mendalam dan tidak ada habis-habisnya. Melodi dari suara alat musik itu kadang naik dan kadang turun, suara alunan musik itu membuat orang yang mendengar musik ini langsung mabuk dan terhipnotis dalam suara musiknya. Jika dipadukan dengan suara seruling yang dimainkan adiknya itu, musik ini benar-benar sangat selaras dan tidak ada celah sama sekali ….
Kang Yong pun mengikuti suara musik itu dan akhirnya sampai di tempat yang bisa melihat gazebo yang ada di jauh sana itu. Dia melihat bayangan seorang wanita.
Dia melihat seorang wanita yang sedang duduk di gazebo itu dan memainkan alat musik itu dengan lancar dan penuh perasaan. Wanita itu mengenakan atasan berwarna putih polos dan rok panjang berwarna hijau muda. Rambutnya yang panjang itu pun terurai di dua sisi bahunya.
Kang Yong berusaha untuk melihat jelas wajah wanita itu, tetapi bagaimanapun juga, dia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena ada sebuah cadar hitam yang menghalanginya. Tepat pada saat itu, ada angin yang berhembus dan menerbangkan cadar hitam itu, tetapi ada abu yang berterbangan dan membuatnya tidak bisa melihatnya dengan jelas juga.
Benar, walaupun sekarang dia tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, tetapi gaya dan postur wanita itu sama persis dengan wanita yang dia kenal.
Walaupun cadar hitam itu tidak terbuka, hanya dengan melihat gayanya saja sudah cukup untuk membuat setiap pria yang ada di dunia ini terpikat padanya ….
Tidak … tidak mungkin dia, tidak mungkin wanita itu … Permaisuri jeleknya….
Dia benar-benar tidak berani percaya kalau wanita yang ada di depannya itu adalah Qin Ruojiu. Pada saat itu Kaisar Zhaolie benar-benar sangat terkejut.
__ADS_1