
Zhao Yuanran terkejut, kemudian menggenggam tangannya, “Permaisuri, jangan bilang begitu. Walaupun aku dan Permaisuri belum kenal lama, tetapi aku percaya bahwa Permaisuri sangat baik. Permaisuri bukanlah orang yang menakutkan seperti di kata orang lain. Misalnya saat aku ke Istana Fengyi untuk memberi hormat kepadamu, kamu begitu perhatian padaku, begitu rendah hati, jadi kamu tidak mungkin mencelakaiku. Lagipula, Permaisuri selalu berada di dalam Istana Fengyi, jarang keluar. Aku juga diam-diam sudah mengusut masalah tentang tersebarnya informasi bahwa aku hamil, dan hasilnya mengarah ke Selir Lan. Karena aku menganggap dirinya sebagai saudara, makanya aku tidak mengatakan apapun. Ternyata ini malah membuat Yang Mulia Kaisar salah paham padamu. Tapi walau begitu, kamu sama sekali tidak marah padaku, dan justru masih menjenguk aku, aku sangat berterima kasih.”
Qin Ruojiu merasa begitu senang karena ini baru pertama kali dia begitu dipercayai. Di saat semua orang tidak percaya padanya, ternyata masih ada Zhao Yuanran yang membelanya. Rasa terima kasih membuatnya menggenggam tangan Zhao Yuanran, “Terima kasih sudah percaya padaku.”
Bola mata Qin Ruojiu yang tersenyum bagaikan bintang yang berkedip, bagaikan danau yang bersih.
Zhao Yuanran menjulurkan tangan yang 1 lagi untuk menggenggam punggung tangannya, “Permaisuri, kamu orang baik kan?”
“Aku…”
__ADS_1
“Dari matamu, aku merasa kamu adalah wanita yang paling baik di dunia ini. Mulai sekarang, aku tidak akan percaya omongan orang lain. Kamu bukan penyihir jahat, kamu bukan siluman, mulai sekarang, kamu adalah kakakku.”
“Selir Mulia…”
“Apakah aku boleh menjadi adikmu?” ucap Zhao Yuanran dengan senyuman cantik.
Hati Qin Ruojiu langsung berbunga-bunga, ternyata ada orang yang ingin menjadi saudaranya, ini adalah hal yang sangat membahagiakan. Sejak kecil, dia selalu sendirian, dia tidak berani bermimpi untuk memiliki saudara.
“Kakak…”
__ADS_1
“Adik…”
“Hei, apa-apaan ini? Selir Mulia dan Permaisuri ingin menjadi saudara? Hahaha aku memergoki kalian! Kalian ingin menjadi saudara ya? Sayang sekali, di dalam istana tidak ada yang namanya saudara. Yang dimaksud dengan kakak adik, hahaha… hanyalah sapaan karena kita sama-sama melayanin Yang Mulia Kaisar.”
Saat ini, Selir Lan melangkah masuk, ia mengenakan pakaian biru muda yang bermotif ratusan kupu-kupu perak, rok panjang berwarna kuning disulam lili putih. Pinggangnya terlihat langsing, rambutnya disanggul sederhana, tusuk konde berwarna hijau dnegan jumbai perak menahan sanggulannya itu, bando mutiara terselip di sanggul itu, membuat rambut hitamnya itu terlihat berkilau.
Wajahnya kecil, hidungnya kecil dan mancung, alisnya melengkung seperti ranting willow, bibirnya tipis. Wajahnya terlihat santai, bibirnya juga kadang tersenyum kadang tidak.
Begitu Qin Ruojiu membalikkan badan, Selir Lin pun memberikan hormat, “Lan’er memberi hormat kepada Kakak Permaisuri,” dia sengaja menekan kata-kata “kakak”.
__ADS_1
Sejak percakapannya dengan Selir Lan pada saat itu, Qin Ruojiu sudah tak bertemu dnegannya lagi sampai saat ini. Dia ingin mengabaikan Selir Lan, tetapi dia juga datang menjenguk untuk Zhao Yuanran, ia tidak boleh tidak sopan, “Berdirilah.”
Selir Lan bangkit dan tersenyum bagaikan angin musim semi. Lalu jalan ke samping Zhao Yuanran dan bertanya dengan perhatian, “Kakak Yuanran, apakah kamu baik-baik saja? Apakah anak di kandunganmu baik-baik saja?”