
Hello! Im an artic!
Melihat Lu’er dan Qin Ruojiu diam saja, Zuo’er kembali membesar-besarkan: “Ternyata begitu, pantas saja pagi ini dalam pertemuan pagi, Kaisar terlihat begitu energik, ternyata semalam di tempat permaisuri…” Zuo’er menyembunyikan wajahnya dan dengan sengaja berpura-pura tidak bisa menahan tawa.
“Sudahlah, gadis bodoh, jangan bicarakan lagi dan juga jangan tertawa lagi, lihatlah Kakak sudah akan mengejekku!” Mata Zhao Yuanran bergerak dengan penuh rasa malu.
Hello! Im an artic!
Ketika Lu’er melihat majikan dan pelayan itu yang saling bekerja sama tapi sang Ratu malah menunduk dan diam saja, Lu’er sudah tidak tahan lagi, tiba-tiba berkacak pinggang lalu berkata dengan ekspresi dingin: “Selir Mulia, jika tidak ada urusan lain maka maaf, Ratu tidak menemanimu lagi!”
“Hah? Kenapa? Kenapa tiba-tiba ingin pergi? Kak, apa kamu kesal? Apa aku salah berucap?” Zhao Yuanran berpura-pura terkejut.
Pada saat ini, Zuo’er juga berdiri dan berkata dengan mata melotot: “Kenapa? Kak Lu’er merasa tidak senang karena melihat Kaisar dan Selir Mulia memiliki hubungan yang baik?”
Lu’er sudah lama mendengar mengenai kehebatan Zuo’er, beberapa gadis di Istana juga takut padanya.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Lu’er yang sedari dulu memang memiliki prasangka buruk pada mereka, biasanya masih khawatir tidak akan memiliki kesempatan, tapi saat ini dirinya juga tidak mau kalah lalu berdiri dan berkata: “Zuo’er, kuberitahu padamu, seumur hidupku, selain memiliki 1 Kakak perempuan, aku tidak memiliki adik atau saudara lainnya, di kemudian hari, aku tidak ingin mendengar ada orang yang tidak terkait memanggilku Kakak. Ada lagi, masalah bagaimana hubungan Kaisar dan Selir, apa itu baik atau tidak, kita sebagai budak tidak punya hak untuk bertanya dan juga tidak punya hak untuk ikut campur. Jadi, aku tidak memiliki rasa nyaman atau ketidaknyamanan, bagaimanapun kita hanyalah seorang bawahan, seorang bawahan… apa kamu mengerti?”
“Kamu …” Untuk sesaat, Zuo’er yang diceramahi hingga tidak bisa berkata-kata itu hanya bisa melotot dengan marah, tapi dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Pada saat ini, Zhao Yuanran menarik Zuo’er ke belakang tubuhnya, menatap sekilas pada Lu’er dengan dingin dan berkata: “Kak, aku tidak menyangka, dirimu begitu lembut, tapi pelayan di sisimu itu malah yang satu lebih hebat dibanding yang lain.”
Ketika Qin Ruojiu mendengar ucapan ini, dia mengulas bibir merahnya itu dengan lembut dan berkata dengan suara pelan: “Pelayan di sisi Selir Mulia juga bukan orang yang tidak berguna!”
“Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya saja ucapan seperti itu, lebih baik jangan diucapkan dengan begitu jelas.”
“Kak, apa lagi maksudmu?” Raut wajah Zhao Yuanran sudah berubah, perlahan-lahan raut arogansi dan kegembiraannya tadi berubah menjadi kemarahan.
“Dengan kepintaran Selir Mulia, apa perlu aku memperjelasnya?”
__ADS_1
“Kamu…kamu……”
Detik berikutnya, Zhao Yuanran hanya mengucapkan kata “kamu”, dia begitu marah hingga tidak menyelesaikan ucapannya, tubuh montoknya iyu terhuyung dan jatuh ke lantai.
Kemudian terdengar teriakan kencang Zuo’er: “Selir Mulia, kamu kenapa? Kamu kenapa?”
Mendengarkan suara teriakan ini, Qin Ruojiu dan Lu’er juga terkejut. Keduanya tidak menyangka Zhao Yuanran bisa tiba-tiba pingsan. Hanya beberapa kalimat saja sudah bisa pingsan, itu terlalu … terlalu luar biasa bukan?
“Apa yang terjadi?” Qin Ruojiu yang berusaha menenangkan diri, dengan raut dingin menatap ke arah lantai.
Mata Zuo’er memerah, berkata dengan raut wajah penuh dengan keluhan: “Ratu, Selir Mulia tidak berada dalam kondisi yang baik beberapa hari ini, tabib Istana berkata bahwa Selir Mulia terlalu kekurangan darah, tidak boleh terlalu lelah, Selir Mulia melayani Kaisar sepanjang malam, sekarang Selir dibuat marah, apa mungkin Selir Mulia sanggup menerimanya?”
Mendengar ucapan ini, Qin Ruojiu merasa Zuoer benar-benar sedang menudingnya. Seolah-olah pingsannya Zhao Yuanran itu dikarenakan olehnya.
Tepat sebelum Qin Ruojiu memikirkan serangan balik, Lu’er sudah berdiri dan berkata: “Zuo’er, jelas-jelas majikanmu yang datang kemari untuk memberi salam, apanya yang Ratu yang membuatnya marah? Kamu seorang pelayan istana kecil tidak boleh berbicara sembarangan, apa ucapan itu boleh kamu ucapkan?”
__ADS_1