
“Selir Lan, mohon jangan beritahu Selir Zhen!” keeleganan Zhao Yuanran yang biasanya selalu ada itu, menghilang. Dia terlihat ketakutan. Ya, jika rahasia tentang kehamilannya ini sampai tersebar, nyawa bayi dalam kandungannya ini akan terancam.
Sang Kaisar telah memberikannya kasih sayang dan kehormatan yang besar, jika dia tidak bisa melahirkan anak ini dengan selamat, bagaimana dia bisa menghadapi sang Kaisar? Pria itu bagaikan dewa di dalam hatinya. Dia tidak ingin mengecewakan Sang Kaisar.
Qin Ruojiu menahan rasa sakit dan bangkit, dengan mata yang diselimuti kabut ia berkata, “Selir Lan, jangan sebarkan hal ini, kita semua adalah perempuan, kamu harus memahami perasaan Selir Mulia Zhao,”
Qin Ruojiu bisa memahami keadaan Zhao Yuanran, apa yang ia rasakan sekarang, adalah kekhawatirkan seorang ibu terhadap anaknya, kasih sayang ibu terhadap anaknya.
Dia sudah kehilangan ibu sejak kecil, dia dibesarkan oleh sosok ayah yang sebenarnya bukan ayah kandungnya, tetapi dia memahami kasih sayang orang tua kepada anak.
__ADS_1
Zhao Yuanran memberikan pandangan terima kasih kepada Qin Ruojiu, kemudian memberikan pandangan memohon kepada Selir Lan.
Selir Lan melirik mereka semua, kemudian berkata dengan senyum terpaksa, “Mana mungkin. Kakak Permaisuri, Kakak Selir Mulia, kalian terlalu meremehkanku, aku bukan orang seperti itu. Justru Kakak Selir Mulia yang tidak menganggapku sebagai orang terdekat, kakak bahkan tidak membagikan berita membahagiakan ini padaku.”
Wajah Zhao Yuanran yang pucat, akhirnya kembali memerah, dengan merasa canggung, “Bukannya aku tidak mau memberitahumu tentang berita ini, tetapi Yang Mulia yang memberi perintah padaku. Katanya takut ada yang cemburu, jadi…”
Setelah lewat siang hari, karena sedang mengandung dan tidak boleh terlalu lelah, Selir Lan dia pun kembali ke Istana Qingyi, meninggalkan Selir Lan dan Qin Ruojiu. Awalnya Qin Ruojiu mengira Selir Lan akan segera pergi juga, tapi ternyata, Selir Lan tetap tinggal dan terus bicara.
Akhirnya Qin Ruojiu pun meminta dapur untuk menyiapkan makanan, Selir Lan sudah membawakan makanan bergizi untuknya, jadi tentu saja Ruojiu harus menjamunya, sebagai balasan.
__ADS_1
Selir Lan tidak makan dengan banyak, tetapi terus memuji makanan-makanan yang dihidangkan. Pandangan matanya terus berputar, sepertinya sengaja mencari topik untuk mendekatkan hubungannya dengan Qin Ruojiu.
Qin Ruojiu adalah orang yang tenang dan pendiam, dia tidak begitu menyukai orang seperti Selir Lan yang suka bergosip dan tidak berhenti mengoceh ini.
Untuk menjaga harga dirinya, dia pun lebih sering menjadi pendengar daripada pembicara.
“Permaisuri, koki mu sangat hebat, masakannya sangat lezat. Menurut kamu, jika Yang Mulia mencicip makanan ini, apakah Yang Mulia akan memuji Permaisuri?” Selir Lan yang daritadi berbicara sendiri itu pun mengalihkan pembicaraan ke sang Kaisar, dia ingin melihat, wanita ini bisa menahan diri berapa lama lagi.
Qin Ruojiu tersenyum, “Di istana ada begitu banyak koki, makanan Yang Mulia, tentu tidak bisa dibandingkan dengan makanan di tempatku ini. Kalau Yang Mulia datang untuk mencicip hidangan-hidangan ini, ia akan merasa bahwa hidangan ini biasa-biasa saja.”
__ADS_1