
Hello! Im an artic!
Ada gelombang ombak di dasar hati Qin Ruojiu, ya, dirinya paling takut orang lain mengatakan bahwa Kaisar mencintainya dikarenakan kecantikannya. Bagi Qin Ruojiu, Kaisar itu tulus menyukainya, Kaisar sudah bersedia memperlakukannya dengan baik sejak dulu. Qin Ruojiu pada saat itu selalu waspada terhadapnya, selalu takut padanya, mustahil Kaisar bisa melihat bagaimana tampilannya dalam situasi seperti itu.
Jadi, Qin Ruojiu sangat percaya bahwa Kaisar yang menyukainya lebih dulu sebelum akhirnya jatuh cinta pada dirinya yang sekarang.
Hello! Im an artic!
Kaisar, pasti menyukai dirinya yang sebelumnya, Kaisar tidak akan memperlakukannya seperti ini hanya dikarenakan parasnya yang tidak berguna.
“Selir Mulia, Kaisar bukanlah orang seperti itu, aku percaya padanya, dia baik padaku bukan karena parasku ini.” Jika dikarenakan paras ini, maka Qin Ruojiu lebi rela menghancurkannya.
Melihat kepanikan di mata Qin Ruojiu, Zhao Yuanran tampak tersenyum dingin dan berkata: “Kak, sepertinya kamu terlalu naif bukan? Jika Kaisar tidak melihat pada kecantikanmu, mengapa pada awalnya bisa membencimu seperti itu? Tapi setelah Selir Lan dihukum, Kaisar tiba-tiba mengubah sikapnya padamu? Jika Kaisar tidak melihat pada kecantikanmu, coba tanyakan saja pria mana di dunia ini yang akan dengan tidak jelasnya jatuh cinta pada seorang wanita yang aneh dan jelek yang dianggap penyihir oleh semua orang?”
Setelah mendengarkan ucapan itu, raut wajah Qin Ruojiu menjadi semakin tidak enak dilihat. Mata Qin Ruojiu tidak berani menatap langsung pada Zhao Yuanran, hanya melihat ke arah kejauhan seperti sedang melakukan pelarian.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Melihat tatapan mata Qin Ruojiu yang kosong yang sama sekali tidak fokus. Zhao Yuanran tersenyum penuh kemenangan, karena dia tahu dirinya merasa bersalah.
Qin Ruojiu berkata: “Tidak … tidak … tidak mungkin …” Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya, membelalakkan matanya karena tidak berani mengakuinya.
“Kak, meskipun perkataanku ini tidak enak didengar, tapi itu memang merupakan kenyataan!”
“Kamu sembarangan bicara!” Qin Ruojiu memegangi kepalanya, matanya membelalak dengan marah kemudian berteriak dengan sedikit putus asa.
“Siapa yang kamu bicarakan?” Qin Ruojiu bertanya dengan suara keras, jelas-jelas bisa merasa bahwa ucapannya itu benar, tapi Qin Ruojiu masih saja menahan rasa sakit hati.
Zhao Yuanran tersenyum tipis, tatapan matanya tersirat ingin membalas dendam secara samar, kemudian dia berkata: “Liqing!”
“…”
__ADS_1
“Sepertinya Kakak juga tahu bukan seberapa besar pengaruh keberadaan wanita ini terhadap Kaisar? Tidak perlu membicarakan masalah Kaisar yang terpaku sambil menatap potretnya pada perjamuan hari itu. Bicarakan saja nama siapa yang disebut oleh Kaisar setiap malamnya, jika Kakak benar-benar berbagi ranjang dengan Kaisar, maka Kakak pasti tahu siapa yang Kaisar pikirkan siang dan malam bukan?” Setelah selesai berbicara, Zhao Yuanran kembali menarik sudut bibirnya dan tersenyum. Melihat wajah pucat Qin Ruojiu, seketika dirinya merasa bahwa hatinya yang telah kosong sekian lama tiba-tiba menerima rasa kepuasan dan kegembiraan yang belum pernah ada sebelumnya.
Terkadang wanita merupakan makhluk yang aneh. Rasa kecemburuan dan juga kerendahan hati mereka terlalu kuat, ya, begitu merasa dirinya tidak bisa mendapatkan sesuatu yang disukainya, maka lebih rela untuk menghancurkannya dibanding membiarkan orang lain merasa puas.
Dan Zhao Yuanran adalah contoh yang tipikal, dia tidak bisa mendapatkan perhatian dari Kaisar Zhaolie, jadi dia juga tidak akan membiarkan Qin Ruojiu mendapatkan apa yang diinginkannya.
Inilah yang disebut dengan lebih rela berkorban demi mencapai tujuan dibanding kehilangan integritas.
Yan’er kembali ke Istana Fengyi dengan Qin Ruojiu yang putus asa.
Tidak dapat disangkal bahwa perkataan Zhao Yuanran membuat Qin Ruojiu sangat terkejut.
Kembali ke dalam kamar, Qin Ruojiu tidak berbicara sama sekali, hanya menatap terpaku ke luar jendela. Dalam benaknya, dirinya terus memikirkan seorang wanita bernama Liqing.
Wanita itu, bahkan meski hanya hidup di dalam potret, tapi dia seakan hidup dalam pikirannya saat ini.
__ADS_1