Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 320 Kalau Begitu Jangan Menyesalinya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Luka itu, rasa sakit seperti itu, akan selalu ada dalam hatinya. Tetapi pada saat ini, ketika melihat wajah ini, Qin Ruojiu malah tidak memiliki penyesalan, tidak memiliki kebencian.


Dirinya masih ingat, sebulan yang lalu, pria ini begitu menyayangi dan menghargai dirinya layaknya harta karun, dirinya tampak tenggelam dalam kebahagiaan yang tak terbatas. Qin Ruojiu yang hidup dalam ilusi kehidupan yang sangat indah itu benar-benar sudah hampir menjadi satu dengan pria ini.


Hello! Im an artic!


Keberadaan Qin Ruojiu seakan-akan bahagia atas kebahagiannya, bersedih atas kesedihannya, jika pria ini sedikit baik padanya, maka akan membuat hatinya sangat gembira dan seketika meleleh dan melebur, lalu kemudian menghilang.


“Aku …” Kaisar Zhaolie tidak menyangka Qin Ruojiu akan bangun tiba-tiba, wajah yang seketika membeku itu diam tidak bergerak. Melihat sepasang mata dingin tapi selembut sinar bulan, hati dinginnya seakan sudah meleleh kemudian berubah menjadi panas membara.

__ADS_1


“Kaisar?”


Qin Ruojiu memanggilnya dengan suara pelan, matanya sedikit mengerjap, membelalakkan matanya dengan tidak percaya: “Kamu Kaisar? Apa kamu adalah Kaisar?”


Hello! Im an artic!


“Ini aku …” Kaisar Zhaolie menanggapi dengan suara lembut, kerinduan selama berhari-hari runtuh dalam sekejap, menatap Qin Ruojiu dengan tatapan penuh cinta tak terbatas.


Melihat tatapan mata yang lembut itu, menatap pupil hitam yang penuh kasih sayang itu, mendengarkan napas berat yang penuh gairah itu, Qin Ruojiu malah mengulurkan tangannya dengan terkejut dan dengan lembut membelai wajah tampan tapi tegas dan dingin itu.


“Ratu, kamu kenapa…” Mendengarkan ucapan Qin Ruojiu, hati Kaisar Zhaolie merasa sedikit sakit, semua keraguan pada Qin Ruojiu seketika lenyap di bawah tatapan menyedihkan ini.

__ADS_1


“Benar, Kaisar tidak akan menatapku seperti ini, dia pasti menganggapku sebagai Liqing lagi… dia pasti menganggapku sebagai Liqing…” Saat ini Qin Ruojiu tiba-tiba mengangkat kepalanya, menatap Kaisar Zhaolie dengan terkejut, berteriak ketakutan seperti melihat monster: “Ini mimpi, ini mimpi … aku ingin bangun, aku ingin bangun, aku tidak mau Kaisar melihatku seperti itu, aku tidak mau… Aku bukan Liqing, aku bukan… ”


“Ratu, omong kosong apa yang sedang kamu bicarakan?” Kaisar Zhaolie tidak menyangka Qin Ruojiu akan bersikap seperti ini, bisa-bisanya menunjukkan ekspresi ketakutan seperti itu ketika melihatnya, bahkan juga mengatakan perkataan seperti itu, Kaisar Zhaolie seketika menjadi sedikit marah. Selama beberapa hari, demi Qin Ruojiu, diirnya tidak ragu-ragu meninggalkan martabatnya sebagai Kaisar dan datang mengunjunginya. Tapi Qin Ruojiu malah membalasnya seperti ini, ini benar-benar membuatnya hatinya sedih.


Melihat amarah Kaisar Zhaolie, Qin Ruojiu kembali memeluk kepalanya, menutup telinganya dan berteriak ketakutan: “Ya, Kaisar hanya akan bersikap seperti ini padaku, hanya akan bersikap seperti ini padaku…”


“Baik, ternyata dalam hatimu, aku adalah orang yang seperti itu. Teruslah bersikap gila, karena kamu yang mendorongku keluar maka jangan menyesalinya!”


Kaisar Zhaolie langsung berdiri, ada sentuhan rasa sakit yang terulas di wajahnya yang dingin. Kemudian dia berbalik dan melangkah tanpa keengganan, melesat pergi dengan cepat.


Setelah sosok itu pergi, Qin Ruojiu baru menjadi tenang, di atas wajahnya yang pucat itu hanya terdapat kegetiran yang tidak bisa diungkapkan. Qin Ruojiu membuka matanya perlahan, menatap ke kejauhan, tapi dirinya tidak melihat apa-apa.

__ADS_1


Itu mimpi, itu mimpi… mimpi buruk di mana dirinya tidak bisa membedakan apa itu cinta dan benci …


Di atas langit, bintang-bintang sudah bersinar, angin malam berhembus pelan, aroma samar tercium melalui sela kasa jendela.


__ADS_2