
Hello! Im an artic!
“Aku tidak berani, Bibi memintaku untuk mengawasimu…”
Mendengarkan ucapan pengecut Yuya, Ye Wushuang langsung melompat dari sofa dan berkata dengan raut kesal: “Apa kamu begitu takut pada mereka?”
Hello! Im an artic!
Yuya dengan jujur berkata: “Yah, para Bibi itu sangat galak.”
“Kamu tidak usah mempedulikannya, itu karena mereka berpikir mereka telah melayani Pangeran Ping sebelumnya, karena itu mereka merasa mereka lebih tinggi dari orang lain, mereka memandang remeh semia orang, sebenarnya jika dikatakan dengan lugas, mereka itu juga hanya seorang budak saja, untuk apa kamu takut pada mereka?”
“Yang Nona katakan itu masuk akal, tapi…”
“Jangan takut, orang-orang seperti itu, semakin kamu takut pada mereka, maka mereka akan semakin menindasmu, mengerti?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Yuya tahu bahwa Nona Ye berkata seperti ini demi kebaikannya sendiri, tapi Yuya masih tidak bisa bersikap tidak takut seperti apa yang dikatakannya, tapi Yuya juga tidak ingin mengecewakannya, karena itu Yuya hanya bisa menganggukkan kepalanya seakan-akan dirinya mengerti. Yuya berdoa di dalam hati, semoga besok Nona bisa diterima di mata para Bibi, agar Nona tidak dihukum lagi.
Pagi-pagi sekali, ketiga Bibi tua itu sudah datang ke kediaman Ye Wushuang dan berkata bahwa mereka ingin memeriksa hasilnya.
Melihat tampilan Ye Wushuang yang berpura-pura kelelahan, ketiga Bibi itu secara keliru mengira bahwa Ye Wushuang benar-benar telah berlatih semalaman, masing-masing dari mereka memasang senyum persekongkolan yang angkuh di wajah mereka.
Melihat gerakan Ye Wushuang yang tidak jauh berbeda dengan kemarin, para Bibi itu menyeringai dan berkata: “Bisa dikatakan lulus.”
Yuya yang mendengarkan di satu sisi, tangan kecilnya yang mengepal di balik lengan pakaiannya akhirnya sedikit mengendur. Nona Wushuang benar-benar lulus ujian, dan lagi Nona Wushuang bahkan tidak melakukan apa pun tadi malam, dia benar-benar lulus ujian, apa semua ini seperti yang dikatakan Nona Wushuang bahwa para Bibi ini sengaja mengerjainya?
“Benar, seperti kata pepatah, berdiri harus berdiri dengan benar, duduk juga harus duduk dengan benar. Sebagai wanita di sisi Kaisar, syaratnya bahkan lebih ketat lagi, setiap senyuman dan setiap gerakan juga perlu dipelajari.”
“Benar, Nona Wushuang, kamu harus bersungguh-sungguh mempelajarinya.”
__ADS_1
Mereka bertiga terus menerus berbicara, benar-benar ingin mempertahankan momentum mereka untuk menekannya.
Ye Wushuang juga tidak bersikap panik, dia hanya menjawab dengan datar: “Oh!”
Mereka bertiga tidak menyangka mereka telah berbicara begitu banyak, tapi malah dijawab dengan satu kata seperti itu oleh Ye Wushuang, mereka saling menatap satu sama lain, mereka merasa marah tapi mereka tidak mengatakan apa-apa di permukaan, hanya saja raut wajah mereka sudah lebih menggelap. Di Istana, jika tidak bisa bertindak terang-terangan, maka ada terlalu banyak trik untuk bertarung secara diam-diam. Oleh karena itu, jika ingin menghadapi Ye Wushuang, mereka bisa membuat Ye Wushuang tersiksa tanpa harus melakukan banyak usaha.
“Nona Wushuang, kamu harus mengangkat bonsai ini ke atas kepalamu.”
“Berapa lama aku harus mengangkatnya?”
“Ketika kamu sudah mempelajari aturannya maka itu cukup.”
Ye Wushuang menimbang-nimbang pot berukuran besar di tangannya, kira-kira beratnya 3 sampai 4 kilo, jangankan mengangkat ke atas kepala, bahkan jika mengangkat biasa saja itu sudah cukup melelahkan, belum lagi dalam kondisi dirinya masih harus mempelajari aturan. Aturan menyajikan teh dan menuangkan air kemarin saja dipelajarinya selama beberapa jam, hari ini bahkan kesulitannya ditambah, bukankah ini sama saja menyiksanya selama seharian?
“Nona Wushuang, kenapa kamu masih diam saja?” Pemimpin para Bibi itu sepertinya bisa membaca pikiran Ye Wushuang, dia memicingkan matanya dan dengan sengaja memanggil Ye Wushaung dengan nada angkuh dan memerintah.
__ADS_1
“Ini sangat berat, aku tidak bisa mengangkatnya selama itu.” Ye Wushuang menjawab dengan lugas, matanya bersinar dengan dingin, dipenuhi dengan perlawanan terhadap kekuatan yang jahat.
“Benar, para Bibi sekalian, jika begitu maka Nona Wushuang pasti tidak akan bisa menahannya.” Yuya yang terus berjaga di samping sudah tidak bisa melihatnya lagi, pada akhirnya dia menyela.