Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 43 membuatnya Takut


__ADS_3

“Tidak apa, lain kali Selir Zhen harus lebih hati-hati,” ucap Qin Ruojiu sambil melihat ke arah jauh, dia tidak ingin melihat wajah Su Zhen’er yang sedang senang itu.


Kang Yong pun tertawa dingin, pandangan mata yang seperti kaca sedingin es.


Dia tidak berkomentar atas respon Qin Ruojiu, hanya melirik dengan tegas. Wanita ini sangat ahli menahan diri, walaupun dipermalukan Selir Zhen, ia tetap saja bisa begitu tenang. Sepertinya ia sudah meremehkan kemampuan wanita penyihir ini.


Melihat siasatnya tidak berhasil, Selir Zhen smenjalankan siasat lainnya, “Permaisuri sungguh dermawan. aku mengira kamu akan marah padaku, bagaimanapun juga, aku pernah lupa memberi hormat kepada Permaisuri karena harus melayani Yang Mulia Kaisar setiap hari. Orang yang tidak tahu akan mengira bahwa aku tidak menghormati Permaisuri, tapi sebenarnya aku juga tidak berdaya. Apakah Permaisuri membenciku atau menganggapku tidak menghormati Permaisuri?”


Qin Ruojiu juga sadar bahwa Su Zhen’er ini sengaja pamer di hadapan Kaisar, untuk mempermalukannya di depan Kaisar, juga untuk menunjukkan kedudukannya.

__ADS_1


Walaupun Qin Ruojiu tidak mengetahui apapun tentang perebutan kasih sayang, tapi ia tahu bahwa jika ia cemburu hanya karena pria yang seperti siluman ini, maka dia adalah orang yang bodoh.


Saat ini, dia pun tersenyum lembut, “Jangan bilang begitu, Selir Zhen harus melayanin Yang Mulia Kaisar setiap hari, pasti Selir Zhen lelah. Selir Zhen datang ke tempatku atau tidak, bukanlah masalah penting. Yang Mulia Kaisar adalah kepala negara, semua yang ia lakukan tentu saja bersangkutan dengan rakyat, menjalankan sistem pemerintahan juga tidak mudah. Selir Zhen harus melayanin Yang Mulia Kaisar dengan baik. Kalau kamu mempunyai waktu luang, datanglah ke tempatku, jika tidak ada waktu, kamu tidak perlu datang ke tempatku, ini bukanlah masalah besar. Kita tidak perlu mempedulikan perkataan orang lain. Selir Zhen adalah orang salah satu penting di istana ini, untuk apa mempedulikan perkataan orang lain?”


Kang Yong dan Selir Zhen pun menatap Qin Ruojiu yang sedang berlutut dengan ekspresi terkejut. Pandangan mata Qin Ruojiu masih begitu tenang, tanpa emosi.


Apa yang dipikirkan wanita ini?


Bibir Kang Yong pun terbuka. Dia merasa kesal terhadap sifat keras kepala dan ketidakpedulian Qin Ruojiu. Saat ini, amarahnya sudah tidak bisa ditahan, dia menatap Qin Ruojiu dengan marah, “Apakah kamu benar-benar berpikir seperti itu?”

__ADS_1


Qin Ruojiu hanya tersenyum, rambut hitamnya tertiup angin, jika dilihat dari jauh, terliuhat seperti selembar kain hitam, “Selama itu demi kebaikan Yang Mulia Kaisar, aku tidak akan membantah.”


“Kamu…”


“Apa Permaisuri benar-benar berlapang dada menerima semua ini?” Su Zhen’er menaikkan dagu, dia tidak senang karena kata-katanya tidak berhasil membuat Qin Ruojiu emosi.


“Apakah ini masih harus ditanya, Selir Zhen? Jika aku adalah orang yang berpikiran sempit, sebelum kamu membahas masalah ini, aku pasti sudah mempermasalahkan hal ini denganmu. Tapi selama ini aku sama sekali tidak mengungkit atau membahas hal ini, bukankah ini adalah salah satu bukti?”


“Mm…”

__ADS_1


“Baiklah, cuaca hari ini sangat cerah. aku tidak mau mengganggu waktu Yang Mulia Kaisar dan Selir Zhen, semoga Yang Mulia Kaisar dan Selir Zhen bersenang-senang,” usai berkata, Qin Ruojiu pun terenyum dan segera bangkit. Setelah memberi hormat kepada Kang Yong lagi, dia pun pergi.


Kang Yong menatap punggung yang menjauh itu dengan tatapan tajam dan dingin.


__ADS_2