Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 660 Bermainlah Bersama Kami


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dalam sekejap mata, cuaca panas di musim panas berlalu dan menjadi lebih sejuk. Musim gugur telah tiba.


Di pagi ini, hujan rintik-rintik turun dari langit, pada saat yang sama juga membasahi tanah. Hal ini membuat orang merasakan sedikit rasa dingin.


Hello! Im an artic!


Di pergantian musim sangat mudah membuat orang-orang terkena flu. Selain itu, kondisi tubuh Nona Min’er kurang baik. Pagi-pagi sekali, Ye Wushuang sudah meminta Bibi Hua untuk merebus sup ginseng dan mengantarnya ke sana.


Baru saja membawa sup itu sampai depan pintu, dia bisa mendengar suara tawa Shangguan Min’er yang bagaikan dentang lonceng perak di seantero rumah.


Ye Wushuang yang sedang memikirkan hal apa yang membuat Nona Min’er menjadi begitu senang, mendengar panggilan manja Min’er, “Paman She, ayo kemari, kamu tidak akan bisa menangkap Min’er, kamu tidak akan bisa menangkapku…”


Ye Wushuang yang baru saja melangkah memasuki tempat itu, menemukan Penguasa Kota She Jingtian yang entah kenapa datang kemari. Benar, Min’er hanya bisa begini bahagia kalau She Jingtian ada di sana.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Saat ini, entah paman dan keponakannya itu sedang memainkan permainan apa. Yang pasti, satunya menghindar dan yang lainnya ingin menangkap. Rumah besar itu dipenuhi oleh kehangatan dan kebahagiaan.


“Min’er, kamu benar-benar seperti tikus. Paman She susah sekali ingin menangkapmu.” Entah demi membuat anak kecil itu senang atau She Jingtian benar-benar tidak bisa menangkap Min’er. Pokoknya setiap hampir tertangkap, dia akan membiarkan Min’er lari lagi.


She Jingtian pura-pura lelah dan berkata dengan terengah-engah seperti anak kecil, “Biarkan aku istirahat sebentar.”


“Penguasa Kota…” Ye Wushuang melirik ke samping, takut sup ginsengnya akan dingin. Dia harus membangunkan keduanya yang sedang tenggelam dalam kegembiraan.


Ye Wushuang tersenyum simpul, meletakkan sup ginseng di atas meja dan berkata lembut, “Tubuhku tidak segesit Nona.”


“Nona Wushuang.” She Jingtian memanggilnya lembut, mungkin karena merasa Ye Wushuang telah melihat sisi kekanakannya, wajahnya yang tampan itu tampak tidak nyaman.


“Penguasa Kota, aku kemari untuk mengantarkan sup ginseng untuk Nona Min’er karena cuacanya sudah mulai dingin. Tak kusangka kamu juga di sini. Tahu begini, aku bawa lebih banyak.”

__ADS_1


kata-kata Ye Wushuang lembut dan penuh perhatian, bagaikan kehangatan matahari di Bulan Maret. She Jingtian tersenyum sambil berkata, “Tidak usah, aku seorang seniman bela diri, tidak mudah masuk angin.” Min’er, cepat minum sup ginseng ini.”


“Baiklah!” Min’er sedikit kelelahan bermain, kebetulan dia sedang haus. Biasanya dia tidak bersedia untuk minum, tapi kali ini dia menghabiskannya dalam sekejap.


Setelah minum sup ginseng, She Jingtian memperhatikan Shangguan Min’er yang menjilat sedikit sisa cairan di bibirnya. Penampilannya yang sederhana dan menawan itu membuat She Jingtian semakin sayang. She Jingtian berjongkok, mengulurkan lengan bajunya tanpa takut kotor dan membantunya mengusap mulut.


“Sudah, pergi istirahat sebentar. Ada yang ingin kubicarakan dengan Kak Wushuang-mu.”


“Kebetulan aku ingin ke kolam untuk memberi makan ikan mas kecilku, kutinggalkan kamu dan Kak Wushuang di sini sebentar.” Si kecil mengatakan ini dengan nakal, tersenyum sambil melambai pada Ye Wushuang dan berlari keluar dengan gembira.


She Jingtian mengkhawatirkan kakinya, dia tidak bisa menahan diri untuk berseru, “Jangan lari terlalu cepat, sudah berapa kali Paman She katakan padamu?”


“Aku tahu.” Si kecil menjawab dengan tidak sabar, ekspresinya masih tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.


Jarang-jarang sekali Ye Wushuang bisa melihat sisi She Jingtian yang lembut dan “cerewet”, tiba-tiba menyadari kalau pria di hadapannya ini sebenarnya sangat manis. Meski pria ini adalah pria sejati yang dominan, tapi dia memperlakukan Min’er dengan setegas ayah tanpa kekurangan kelembutan seorang ibu.

__ADS_1


__ADS_2