Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 577 Biarkan Aku Pergi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mungkin kalau mendengar sumpah ini diucapkan oleh Permaisuri Qin di masa lalu, Ji Xingyun hanya akan merasa itu lelucon paling konyol sedunia. Tapi saat ini, dia malah tidak tertawa. Sebaliknya, dia menatap Ye Wushuang dengan tatapan serius dan menyelidik, tatapan yang belum pernah pria itu perlihatkan sebelumnya.


Mata Ye Wushuang tenang dan jernih, seperti mata air jernih yang mengalir dari danau kuno, jernih tanpa gelombang air.


Hello! Im an artic!


Ini bukan penampilan yang seharusnya dimiliki oleh seorang permaisuri yang penuh ambisi dan keinginan. Pada saat ini, penampilan Ye Wushuang lebih mirip seorang pendeta, ada ketenangan dan kedamaian di matanya. Semua ketenaran, keuntungan dan kekayaan yang diperjuangkan oleh duniawi, tampak berbeda dunia darinya.


Ji Xingyun memalingkan kepalanya dengan takjub, seakan berusaha membuat dirinya tidak terpesona oleh mata wanita itu. Tapi semakin dia begitu, semakin dia merasa tertarik.

__ADS_1


“Permaisuri Qin, kalau aku mengembalikan status dan kemuliaanmu seperti dulu, maukah kamu tetap tinggal?”


Saat mengatakan ini, bahkan Ji Xingyun sendiri saja terkejut. Karena dia menyadari kalau wanita di hadapannya ini seperti bukan wanita kejam dan licik yang telah dia nikahi selama tiga tahun, melainkan seorang wanita misterius yang dia inginkan dari dalam lubuk hatinya dan wanita yang ingin dia pahami.


Hello! Im an artic!


Sejak keluar dari Istana Zhihua, meski dia terus dihina dan diberikan peringatan olehnya dengan berbagai macam kata-kata jahat, wanita ini tetap tidak peduli dan tenang, selalu membuat dirinya terhindar dari keributan.


Entah sejak kapan, wanita ini telah menarik hatinya. Wanita yang pernah membuatnya jijik sampai ke dasar tulangnya, kenapa bisa membuatnya kembali memiliki perasaan dalam hatinya? Apa karena perasaan lama bersemi kembali? Tidak, jawaban ini bahkan dia pun tidak percaya. Kalau benar-benar perasaan lama bersemi kembali, Ji Xingyun tidak akan begitu kejam terhadap wanita ini. Karena tidak ada perasaan lama, barulah wanita misterius yang penampilannya telah dirusak olehnya bisa membuatnya merasakan perasaan yang sulit dijelaskan ini.


Emosi yang begitu kompleks dan rumit telah menghantuinya, menyebabkan Ji Xingyun tidak nafsu makan dan tidak bisa tidur nyenyak.

__ADS_1


Ye Wushuang tidak menyangka Ji Xingyun akan mengatakan sesuatu untuk menahannya, tapi melihat ekspresi pria itu yang tak acuh dan matanya yang tanpa perasaan, membuat Ye Wushuang segera tersadar.


Dia hanya menganggap pria itu sedang mengujinya saja. Dia tahu seperti apa pria ini. Ye Wushuang tidak ingin pria ini terus mengingatkan dirinya melalui kata-kata penghinaan dan peringatan.


Saat ini, Ye Wushuang mengulurkan tangannya yang ramping, menjatuhkan sepotong giok transparan berwana krem ke tanah dengan keras.


Setelah suara yang tajam itu, giok yang cantik itu jatuh dan hancur berkeping-keping.


Ji Xingyun mengerutkan kening, menatap semua ini dengan tidak percaya. Matanya yang dingin dan suram seakan menunjukkan badai yang akan segera datang.


“Kamu…”

__ADS_1


“Kaisar pasti masih ingat giok ini, kan? Itu batu giok cantik yang telah kamu hadiahkan kepadaku. Sekarang batu gioknya sudah rusak, ini juga seperti menandakan kalau cinta antara kita sebagai suami istri juga sudah hilang. Aku tidak berharap Kaisar memberikan apa-apa padaku, aku hanya akan menganggap diriku yang telah melakukan kesalahan serius. Kuharap Kaisar mengizinkanku meninggalkan istana dan membiarkanku pergi. Kalau Kaisar bersikeras tidak membiarkanku pergi, maka aku hanya bisa menerima nasib dan memilih untuk tinggal terasing di dalam istana.”


Ye Wushuang menghancurkan hadiah yang Ji Xingyun berikan padanya, ini juga menunjukkan kalau dia sudah tidak punya harapan apa-apa untuk tinggal di istana. Pada saat yang sama juga memberikan isyarat pada Ji Xingyun kalau hatinya sudah hancur, dia tidak akan menggunakan trik apa pun untuk mendapatkan sesuatu lagi.


__ADS_2