
Hello! Im an artic!
“Pangeran Liang tidak perlu melakukannya, bunga itu tidak mudah dipetik.”
“Tidak apa-apa, sebagai seorang pria, akan sangat memalukan jika tidak bisa melakukan hal kecil seperti ini.”
Hello! Im an artic!
“Tapi…” Ye Wushuang masih ingin berbicara, tapi ketika melihat Pangeran Liang sudah memasang tampang harus mendapatkan bunga itu, dirinya juga tidak tahu bagaimana cara untuk membujuknya. Ye Wushuang menoleh ke arah Min’er yang berada di sebelah kiri yang sedang tersenyum dengan begitu licik, tidak tahu apa yang sedang diperhitungkannya.
Tukang perahu sudah memposisikan perahu ke arah sebelah kanan, jika lebih maju lagi maka perahu itu akan terjebak di dalam. Karena itu, tidak peduli seberapa hebatnya Pangeran Liang, tukang perahu itu hanya bisa berhenti mendayung.
“Wushuang, kamu lihatlah posisi bunga itu dengan baik, ketika aku sudah mendekat maka bantu aku.”
“Baik, Pangeran Liang berhati-hatilah.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Setelah selesai berkata demikian, Pangeran Liang melangkahi sandaran di pagar, memegangi pagar perahu dengan satu tangan, dua kakinya berjuang untuk melewati sisi pagar, kemudian dalam situasi di bawah tatapan khawatir semua orang, tubuh Pangeran Liang bisa dikatakan sudah mengarah ke permukaan danau.
“Wow, Paman Zhongrong sangat hebat, sedikit lagi bisa memetik bunganya.” Min’er bersorak dengan gembira sambil tersenyum dan menyemangati, tapi kenapa ketika mendengarnya, Ye Wushuang merasa Min’er terdengar sedikit bahagia di atas penderitaan orang lain?
Menurut logika, gadis ini biasanya sangat perhatian, dia tidak akan bersikap seperti ini, apa mungkin dirinya yang terlalu banyak berpikir?
“Pangeran Liang, sedikit ke kiri.”
“Pangeran Liang, sudah kelewatan, kembali lagi dan mengarah ke arah kanan.”
“Lebih dekat lagi…”
Ye Wushuang dengan sabar menginstruksikan, melihat sekilas ke arah pegangan tangan Pangeran Liang yang sudah sedikit memerah, sepertinya jika terus seperti ini maka kekuatannya itu tidak akan bisa bertahan. Saat itu juga Ye Wushuang merasa sedikit khawatir dan ingin membujuknya untuk menyerah, tapi Min’er malah berteriak dengan kencang: “Wow, Paman Zhongrong sangat hebat, sudah terpetik! Sudah terpetik!”
__ADS_1
Pangeran Liang memegang teratai itu lalu mengangkat kepalanya dengan susah payah, senyuman di matanya itu tampak begitu indah, begitu berbinar dan penuh dengan pencapaian.
“Pangeran Liang, sudah cukup.” Ye Wushuang berkata mengingatkan dengan suara pelan.
Pangeran Liang menanggapi lalu bersiap untuk menarik kembali sebagian besar tubuhnya yang terjulur ke depan, tapi pada saat kritis ini, perahu itu tiba-tiba berputar arah, menyebabkan perahu itu berayun dengan keras, hal yang tidak terduga itu membuat seseorang langsung terjatuh ke dalam danau, menimbulkan riak yang indah di atas permukaan danau ketika dia terjatuh.
Ye Wushuang yang wajahnya terpercik air danau hanya tercengang ketika menatap Pangeran Liang yang jatuh ke dalam danau, Ye Wushuang menyeka wajahnya dengan panik, kemudian memanggilnya dengan cemas: “Pangeran Liang, apa kamu baik-baik saja?”
Orang di tengah danau itu memegang teratai putih di tangannya sambil melambaikan tangannya, membuka mulutnya untuk menjawab, tapi seteguk air danau yang tertelan membuat dirinya tersedak dengan keras.
Min’er yang berada di samping melihatnya dan terkekeh, ketika sedang tertawa lalu dia berkata denan sangat terkejut: “Hei, Kak Wushuang, kenapa Paman Zhongrong malah tenggelam?”
Ye Wushuang juga melihatnya, awalnya dirinya mengira bahwa tindakan Pangeran Liang itu disengaja untuk membuat Shangguan Min’er bahagia, namun lama kelamaan seluruh tubuh Pangeran Liang benar-benar tenggelam, bahkan terdapat sekumpulan gelembung di tempat di mana dia tenggelam.
Ye Wushuang yang merasa ada yang tidak beres langsung menjadi panik, dia bergegas bersandar di pagar dan berteriak: “Pangeran Liang, Pangeran Liang, kamu kenapa?” Setelah sekian lama tidak mendapat jawaban, mata Ye Wushuang sudah memerah, suaranya sudah sedikit di luar kendali: “Tukang perahu, berhenti, berhenti…”
__ADS_1
Suara Ye Wushuang yang panik dan ketakukan itu segera menarik perhatian She Jingtian yang ada di dalam ruangan, dia bergegas melangkah ke arah Ye Wushuang, menatapnya dengan bingung dan entah mengapa dirinya merasa tidak tega. She Jingtian melangkah maju lalu dengan lembut menggenggam tangannya, mencoba untuk memberikan penghiburan untuknya.