
Hello! Im an artic!
“Kak, kamu tahu bahwa aku suka memanggilnya seperti itu. Karena aku menyukainya, Kakak Ipar, aku tidak bisa memanggilnya seperti itu!” Kang Yin ingin menjelaskan tapi dirinya hanya bisa mengatakan ini, dirinya menghela nafas kemudian mengarahkan pandangan sedihnya ke arah Qin Ruojiu.
“Kaisar, jika kamu ingin menghukumku maka itu terserah padamu, tapi Pangeran ke-9 tidak bersalah, jika kamu masih memiliki kebencian, maka alihkan saja bagiannya padaku, aku bersedia menerima hukuman.” Qin Ruojiu mendengarkan ucapannya, menolehkan pandangannya, sudut bibirnya melengkung, Qin Ruojiu berkata mencibir dengan sangat menghina.
Hello! Im an artic!
Mendengar ucapan itu, Kaisar Zhaolie menjadi semakin marah, dirinya tidak menyangka nyali wanita ini semakin besar, benar-benar tidak takut mati, sudah seperti ini saja masih tidak mempedulikan dirinya sendiri dan malah memohon untuk adiknya. Kaisar Zhaolie menarik napas dalam-dalam, memerintahkan dirinya sendiri untuk tenang, dirinya tidak perlu memperhitungkannya di sini dengan Qin Ruojiu, lagipula dirinya akan membawanya kembali ke Istana, dirinya memiliki waktu untuk menemaninya bermain dengan perlahan.
“Pengawal, bawa wanita ini pergi!” Kaisar Zhaolie tidak banyak bicara, tapi hanya melambaikan lengan pakaiannya yang besar, beberapa penunggang kuda di belakangnya sudah melompat turun dari kuda mereka dan berjalan menghampiri ke arahnya. “Baik!”
Setelah Kang Yin melihat situasi itu, dia tahu bahwa Kakaknya mungkin ingin membawa paksa Qin Ruojiu, jadi Kang Yin segera memblokir dengan tubuhnya yang kurus: “Kak, apa yang ingin kamu lakukan?”
Kaisar Zhaolie bahkan tidak mengangkat tatapannya dan hanya berkata dengan dingin: “Jangan melukai Pangeran ke-9, tapi wanita ini, kalian boleh membawanya dengan cara apapun!”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Setelah kata-kata itu diucapkan, Kaisar Zhaolie menaiki kudanya dan melihat ke bawah dengan wajah tanpa ekspresi pada orang yang telah disiksanya dengan begitu menyedihkan, Kaisar Zhaolie menatap ke langit, tampilannya itu terlihat bagai seorang pahlawan yang meremehkan, pada akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya melambaikan cambuknya yang panjang dan langsung melesat pergi menunggangi kudanya.
Di udara, hanya aura dingin yang tersisa. Di ujung langit, awan kelabu begitu kelam hingga seolah sama sekali tidak ada harapan yang terlihat.
Kang Yin tidak berdaya untuk menghentikannya, karena dia tahu selama dirinya memberi perintah, maka dirinya tidak akan memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan lagi.
Karena Kang Yin tahu, selama dia menghentikannya maka bukan dirinya yang terluka, tapi Qin Ruojiudia. Kapan pun, di mana pun, dirinya adalah orang yang paling enggan melihat Qin Ruojiu terluka.
Jadi dia hanya bisa menyaksikan Qin Ruojiu dibawa pergi.
Senyuman itu tampak begitu tiba-tiba dan aneh di bawah langit yang hening dan suram.
Qin Ruojiu berkata: “Jangan kembali, jangan kembali … pergilah… carilah mimpimu …”
Lalu Qin Ruojiu menghadap ke langit, menarik napas dalam-dalam. Tampilan serakah seperti itu, seakan seperti baru pertama kalinya Qin Ruojiu mencium aroma udara, baru pertama kali mencium aroma yang seperti itu. Itu juga seperti, itu adalah yang terakhir kalinya Qin Ruojiu mengucapkan selamat tinggal pada kebebasannya.
Air mata memenuhi wajah Kang Yin, dia berlutut dengan tidak berdaya di tanah dan mengeluarkan raungan panjang: “Ruojiu …”
__ADS_1
Mengapa Tuhan selalu membuatnya putus asa ketika dirinya dengan tidak mudah bisa melihat harapan?
Jika Ruojiu bukanlah miliknya, mengapa membiarkan Qin Ruojiu berulang kali diambil pergi dari sisinya?
Sekarang setelah Qin Ruojiu datang ke sisinya, mengapa malah membuatnya dengan tidak berdaya melepaskan Qin Ruojiu pergi seperti ini?
Kenapa, kenapa……
Setelah Qin Ruojiu dibawa kembali ke Istana, dia langsung dikurung di Istana Fengyi.
Kaisar Zhaolie sudah memberi perintah untuk membentengi sekeliling Istana Fengyi. Sekarang di Istana Fengyi, selain pelayan wanita di sisi Qin Ruojiu, tidak ada orang lain yang boleh keluar atau masuk, tidak ada yang boleh berkunjung juga kecuali memiliki dekrit pribadi dari Kaisar Zhaolie.
Pada saat ini, setelah Kaisar Zhaolie kembali ke Istana Wenxuan, dia langsung meninjau pekerjaannya tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tapi aura suram yang mengelilinginya itu masih belum hilang.
Para Kasim dan pelayan Istana yang selalu bisa mengamati situasi, kali ini mereka semua bisa merasakan amarah yang kental dan kuat sedang menekan mereka, di Istana yang tenang ini, seolah-olah ada masalah besar yang sedang terjadi.
__ADS_1