
Hello! Im an artic!
“Ye Wushuang, dasar ******, cepat keluar! Aku akan membunuhmu…”
Putri Yongping menerjang masuk dan muncul dengan tidak terduga di hadapan semua orang.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang seketika membuka matanya dan langsung melangkah mundur, wajah cantiknya menampilkan ekspresi datar dan menatap semua ini dengan senyum samar.
Akhirnya Putri Yongping mengamuk, tapi Ye Wushuang tidak menyangka akan secepat ini.
Putri Yongping yang muncul di depannya sudah tidak lagi memiliki kemegahan dan keglamoran seperti sebelumnya.
Pakaiannya tidak rapi, rambutnya acak-acakan, wajahnya dipenuhi debu, rongga matanya terlihat cekung, dari parasnya yang pucat saja bisa dilihat bahwa Putri Yongping sudah lama tidak tidur nyenyak.
Hello! Im an artic!
Saat ini, Putri Yongping menatap ke arah Ye Wushuang dengan kejam, cahaya dingin yang terlontar dari tatapannya itu membuat orang lain merasa ketakutan.
Ketika melihatnya, Yuya ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Ye Wushuang. Putri Yongping tidak terlihat berwibawa seperti sebelumnya, tapi dia sudah seperti anjing gila yang langsung menerjang ke arah Ye Wushuang. Namun, ketika Putri Yongping mengambil satu langkah, dia malah terjatuh di atas meja dikarenakan kekuatan fisiknya tidak mendukung, membuat bidak catur yang ada di atas langsung berserakan di mana-mana.
Adegan yang awalnya hangat seketika berubah menjadi kacau.
Mendengarkan Ji Xingfeng berteriak, wajah pucat Putri Yongping yang mengulas ekspresi marah langsung menoleh dan menatap ke arah Kakak sepupu yang dirindukannya sepanjang hari, hati Yongping terasa getir dan sedih, dia lalu memanggil dengan suara tercekat: “Kakak Sepupu…” Setelah selesai berkata, jari rampingnya yang gemetar menunjuk ke arah Ye Wushuang yang terlihat tenang dan berkata: “Kamu harus menegakkan keadilan untukku, wanita ****** ini ingin mencelakaiku…”
Ya, sejak hari di mana Ye Wushuang memperingatkannya dengan dingin dan menyuruhnya untuk berhati-hati, Yongping tidak bisa makan dan tidur dengan tenang. Sepanjang hari dirinya merasa khawatir, Yongping selalu merasa ada seseorang yang ingin mencelakainya.
__ADS_1
Terlebih ketika di malam hari, seakan ada orang yang terus menerus mengawasinya. Dari waktu ke waktu dirinya bahkan seakan melihat halusinasi, dalam halusinasi itu, Ye Wushuang tersenyum padanya, Yongping ingin bersembunyi tapi tidak peduli di mana dirinya bersembunyi, senyum aneh Ye Wushuang tetap akan muncul.
Yongping mengira dirinya sakit, jadi memanggil Tabib untuk memeriksanya, Tabib berkata bahwa dirinya terlalu panik dan memintanya untuk lebih santai. Tapi bagaimanapun bisa dirinya bersikap santai? Begitu dirinya bersikap santai maka Ye Wushuang pasti akan mencelakainya.
Karena itu, Yongping selalu bersikap waspada dan berhati-hati, bahkan Yongping juga meletakkan belati di sampingnya saat tidur siang. Tadi ketika dirinya bangun, Yongping menemukan bahwa belatinya hilang, Yongping mencarinya ke mana-mana, dirinya malah menemukan ada seseorang di bawah ranjang yang tersenyum sambil mengarahkan belati yang sedang dicarinya itu padanya.
Senyum itu begitu mengerikan sudah seperti hantu jahat yang ada di neraka, Yongping berteriak memanggil para pelayan untuk memeriksanya, mereka tidak hanya tidak menemukan orang aneh itu, bahkan mereka juga tidak dapat menemukan belati itu.
Yongping tidak berani mempercayainya, Yongping gemetar ketakutan seorang diri di dalam ruangan, Yongping kemudian mendengar ada pelayan di luar pintu yang sedang membicarakan apa dirinya sudah gila. Ucapan ini seketika langsung membuat Yongping terkejut.
Dirinya baik-baik saja, bagaimana mungkin bisa gila? Ye Wushuang pasti menggunakan cara tertentu untuk membuat dirinya seperti ini. Benar, pasti dia.
Semakin memikirkannya, Putri Yongping semakin tidak bisa mengendalikan rasa takut di dalam hatinya, jadi dia langsung menerjang masuk ke dalam seperti orang gila, di sepanjang jalan, tidak ada yang berani menghentikannya ketika melihat tampilan Yongping yang tidak normal.
“Jelas-jelas kamu yang selalu bertentangan dengan Nona Wushuang, tapi malah kamu yang berkata bahwa Nona Wushuang ingin menyakitimu, kamu berbicara omong kosong.” Meskipun Yuya sedikit takut pada wanita ini, tapi Yuya akhirnya mengungkapkan pemikirannya karena melihat Ji Xingfeng ada di sini. Itu karena Putri Yongping terlalu kejam, tidak hanya mencelakai Nona Wushuang saja, dia bahkan juga melukai Tuan Muda Qianhua hingga seperti itu.
Hello! Im an artic!
“Ye Wushuang, dasar ******, cepat keluar! Aku akan membunuhmu…”
Putri Yongping menerjang masuk dan muncul dengan tidak terduga di hadapan semua orang.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang seketika membuka matanya dan langsung melangkah mundur, wajah cantiknya menampilkan ekspresi datar dan menatap semua ini dengan senyum samar.
Akhirnya Putri Yongping mengamuk, tapi Ye Wushuang tidak menyangka akan secepat ini.
__ADS_1
Putri Yongping yang muncul di depannya sudah tidak lagi memiliki kemegahan dan keglamoran seperti sebelumnya.
Pakaiannya tidak rapi, rambutnya acak-acakan, wajahnya dipenuhi debu, rongga matanya terlihat cekung, dari parasnya yang pucat saja bisa dilihat bahwa Putri Yongping sudah lama tidak tidur nyenyak.
Hello! Im an artic!
Saat ini, Putri Yongping menatap ke arah Ye Wushuang dengan kejam, cahaya dingin yang terlontar dari tatapannya itu membuat orang lain merasa ketakutan.
Ketika melihatnya, Yuya ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Ye Wushuang. Putri Yongping tidak terlihat berwibawa seperti sebelumnya, tapi dia sudah seperti anjing gila yang langsung menerjang ke arah Ye Wushuang. Namun, ketika Putri Yongping mengambil satu langkah, dia malah terjatuh di atas meja dikarenakan kekuatan fisiknya tidak mendukung, membuat bidak catur yang ada di atas langsung berserakan di mana-mana.
Adegan yang awalnya hangat seketika berubah menjadi kacau.
Mendengarkan Ji Xingfeng berteriak, wajah pucat Putri Yongping yang mengulas ekspresi marah langsung menoleh dan menatap ke arah Kakak sepupu yang dirindukannya sepanjang hari, hati Yongping terasa getir dan sedih, dia lalu memanggil dengan suara tercekat: “Kakak Sepupu…” Setelah selesai berkata, jari rampingnya yang gemetar menunjuk ke arah Ye Wushuang yang terlihat tenang dan berkata: “Kamu harus menegakkan keadilan untukku, wanita ****** ini ingin mencelakaiku…”
Ya, sejak hari di mana Ye Wushuang memperingatkannya dengan dingin dan menyuruhnya untuk berhati-hati, Yongping tidak bisa makan dan tidur dengan tenang. Sepanjang hari dirinya merasa khawatir, Yongping selalu merasa ada seseorang yang ingin mencelakainya.
Terlebih ketika di malam hari, seakan ada orang yang terus menerus mengawasinya. Dari waktu ke waktu dirinya bahkan seakan melihat halusinasi, dalam halusinasi itu, Ye Wushuang tersenyum padanya, Yongping ingin bersembunyi tapi tidak peduli di mana dirinya bersembunyi, senyum aneh Ye Wushuang tetap akan muncul.
Yongping mengira dirinya sakit, jadi memanggil Tabib untuk memeriksanya, Tabib berkata bahwa dirinya terlalu panik dan memintanya untuk lebih santai. Tapi bagaimanapun bisa dirinya bersikap santai? Begitu dirinya bersikap santai maka Ye Wushuang pasti akan mencelakainya.
Karena itu, Yongping selalu bersikap waspada dan berhati-hati, bahkan Yongping juga meletakkan belati di sampingnya saat tidur siang. Tadi ketika dirinya bangun, Yongping menemukan bahwa belatinya hilang, Yongping mencarinya ke mana-mana, dirinya malah menemukan ada seseorang di bawah ranjang yang tersenyum sambil mengarahkan belati yang sedang dicarinya itu padanya.
Senyum itu begitu mengerikan sudah seperti hantu jahat yang ada di neraka, Yongping berteriak memanggil para pelayan untuk memeriksanya, mereka tidak hanya tidak menemukan orang aneh itu, bahkan mereka juga tidak dapat menemukan belati itu.
Yongping tidak berani mempercayainya, Yongping gemetar ketakutan seorang diri di dalam ruangan, Yongping kemudian mendengar ada pelayan di luar pintu yang sedang membicarakan apa dirinya sudah gila. Ucapan ini seketika langsung membuat Yongping terkejut.
Dirinya baik-baik saja, bagaimana mungkin bisa gila? Ye Wushuang pasti menggunakan cara tertentu untuk membuat dirinya seperti ini. Benar, pasti dia.
__ADS_1
Semakin memikirkannya, Putri Yongping semakin tidak bisa mengendalikan rasa takut di dalam hatinya, jadi dia langsung menerjang masuk ke dalam seperti orang gila, di sepanjang jalan, tidak ada yang berani menghentikannya ketika melihat tampilan Yongping yang tidak normal.
“Jelas-jelas kamu yang selalu bertentangan dengan Nona Wushuang, tapi malah kamu yang berkata bahwa Nona Wushuang ingin menyakitimu, kamu berbicara omong kosong.” Meskipun Yuya sedikit takut pada wanita ini, tapi Yuya akhirnya mengungkapkan pemikirannya karena melihat Ji Xingfeng ada di sini. Itu karena Putri Yongping terlalu kejam, tidak hanya mencelakai Nona Wushuang saja, dia bahkan juga melukai Tuan Muda Qianhua hingga seperti itu.