Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 414 Kamu Melakukan Pencapaian Besar


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ziyue berbalik dengan dingin, memunggungi Leng Bingxin sambil berkata: “Itu adalah teh yang diminta oleh Pangeran dan Pangeran Mahkota, cepat antarkan ke sana! Apa menurutmu kamu tidak perlu bekerja karena Pangeran yang membawamu kemari? Kuberitahu padamu, Pangeran tidak pernah merawat orang yang tidak melakukan apapun!”


Leng Bingxin tidak mengatakan apa-apa, hanya menundukkan kepalanya lalu berbalik dan pergi.


Hello! Im an artic!


Melihat tindakan yang begitu penurut dan patuh, mengapa hati merasa Ziyue begitu gelisah? Ziyue merasa bahwa wanita ini begitu penurut bukan karena takut padanya, tapi semacam rasa kasihan yang muncul dari dalam lubuk hatinya. Jadi bisa dikatakan Leng Bingxin merasa simpatik padanya dan bukannya bersikap patuh.


Bulan bersinar begitu cerah di langit, cahaya suci menutupi seluruh bumi.


Di Istana Zhuji, lampu menyala terang, tidak ada orang lain di sekitar kecuali beberapa penjaga yang tersebar.


Pada saat ini, dua sosok bayangan tinggi sedikit bergoyang di depan jendela. Keduanya sepertinya sedang membicarakan sesuatu diam-diam, mereka juga sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Paman, kali ini Paman sudah melakukan pencapaian besar. Jika bukan karena dirimu, Negara Beifeng kali ini tidak akan bisa memamerkan kekuatan.” Suara yang berbicara dengan nada bangga dan arogan ini adalah Beifeng Funing.


Bei Fengchen begitu tenang, dirinya menjawab tanpa adanya emosi pasang surut: “Dari mananya memamerkan kekuatan?”


“Haha, bagaimana tidak memamerkan kekuatan? Bahkan Negara Kangqing yang merupakan negara besar yang selalu berada di atas kita saja sekarang harus menundukkan kepalanya pada kita!”


“Apa menurutmu Kang Yong menunduk pada kita?”


“Bukankah begitu? Demi menyenangkan Negara Beifeng dan demi menikahi sang Putri, dia bahkan membunuh Ratunya sendiri. Bahkan jika bukan menundukkan kepalanya, tapi pria seperti dia itu, tidak peduli seberapa dingin dan bijaknya dia, tapi dia pada akhirnya tetap tidak bisa melawan godaan wanita cantik. Adikku, Liqing sekarang sudah menikah dengannya dan menjadi Ratu, di kemudian hari Negeri Kangqing itu cepat atau lambat akan menjadi milik kita!”


“Paman, tentu saja ada alasannya. Paman tidak tahu, siapa yang mempermalukanku ketika terakhir kali aku pergi ke Negara Kangqing? Itu adalah Ratu Negara Kangqing. Kali ini kebetulan aku punya kesempatan, bagaimana mungkin aku tidak membalas dendam? Dan lagi Liqing juga setuju dengan usulku, jika Ratu itu tidak dibunuh, bagaimana mungkin Liqing bisa menempati posisi sebagai Ibu Negara?”


“…”

__ADS_1


Bei Fengchen tidak berbicara, sosok gelap itu hanya menundukkan kepalanya, seolah sedang memikirkan sesuatu.


Pada saat ini, Beifeng Funing mengangkat lengan bajunya dan berkata: “Huh, dua wanita cantik itu, Zihong dan Ziyu, benar-benar sayang sekali!”


“Pangeran Mahkota jangan bicara sembarangan, nama mereka bukan Zihong dan Ziyu, tapi Lichi dan Lizi.”


“Haha, itu hanyalah gelar yang diberikan oleh Ayah untuk mereka. Sebenarnya identitas mereka hanyalah penari Paman saja.”


“…” Bei Fengchen sedikit terpaku kemudian kembali hening lagi.


“Selama siapa saja bisa menguntungkan kita, maka bisa dinobatkan sebagai seorang Putri. Kita tidak akan bisa memiliki kekuatan seperti hari ini jika kita tidak mengandalkan pernikahan dari Zihong dan Ziyu, dan kita juga tidak mungkin membuat Kang Yong yang begitu dominan itu bisa mengalah. Haha, benar juga, Paman, Ziyue yang ada di kediamanmu itu jauh lebih cantik dibanding Zihong dan Ziyu, Paman berencana untuk… ” Suara Beifeng Funing yang sedikit tamak dan serakah itu seketika berhenti.


“Kenapa? Apa kamu menyukainya?” Suara Bei Fengchen menjadi memiliki makna.


“Hehe, dia itu milik Paman, bagaimana aku bisa? Tapi Ziyue itu benar-benar cukup pengertian. Jika Paman tidak suka maka bisa…”

__ADS_1


“Tidak perlu, jika kamu suka maka aku bisa mengirimnya ke kediamanmu kapan saja untuk melayanimu.”


“Paman, apa ucapan Paman itu serius?”


__ADS_2