
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie yang seperti ini, benar-benar berbeda dari yang diharapkannya. Qin Ruojiu tidak menyangka, orang yang dinantikannya ini akan memperlakukannya dengan sangat kejam.
Pada saat ini, Qin Ruojiu mundur beberapa langkah, dirinya tidak berdaya tapi tangannya ditahan dengan begitu kejam oleh telapak tangan pihak lawan, dirinya tidak bisa lepas tidak peduli bagaimanapun dirinya berusaha. Wajah kecil yang cantik itu seketika dipenuhi dengan raut ketakutan dan kepanikan.
Hello! Im an artic!
Para pelayan Istana yang berlutut di lantai juga tidak menyangka Kaisar akan begitu marah ketika datang hari ini. Awalnya mereka berpikir, Kaisar dan Permaisuri yang sudah lama tidak bertemu, pada saat ini pasti akan saling melepas rindu dan juga berpelukan untuk mendapatkan kehangatan. Tetapi situasi saat ini sangat berbeda dari imajinasi semua orang. Saat ini, Lu’er dan Yan’er yang mengangkat kepalanya, mereka pertama-tama merasa panik setelah melihat tampilan Kaisar yang bagai ingin memakan orang itu, tapi kemudian mereka bergegas menundukkan kepala mereka, bahkan mereka tidak berani untuk bernapas terlalu keras.
“Katakan, cepat katakan, kenapa kamu tidak bisa mentolerirnya, kenapa…” Melihat kedua mata yang polos dan jernih itu, hati Kaisar Zhaolie terasa sakit, apa Qin Ruojiu menggunakan mata yang polos dan ekspresi yang lemah lembut seperti ini untuk menyembunyikan hatinya yang begitu buruk dari waktu ke waktu?
__ADS_1
Qin Ruojiu kesakitan karena cengkraman telapak tangan pihak lawan, dia ingin melepaskan diri dan berkata: “Kaisar, cepat lepaskan aku, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!”
Kaisar Zhaolie mengangkat alisnya, wajahnya menggelap, pupil hitamnya menatap ke kedua mata Qin Ruojiu bagai anak panah yang tajam, dia kemudian berkata dengan dingin: “Aku sedang bertanya padamu, di mana kamu menyembunyikan potret Liqing? Jika kamu menyerahkannya sekarang, aku bisa memaafkan semua perilakumu ini!”
Hello! Im an artic!
Wajah Qin Ruojiu sedikit memucat, Qin Ruojiu merasakan sakit di hatinya ketika nama Liqing diungkit.
Kaisar Zhaolie menatap langsung ke mata Qin Ruojiu yang tak kenal takut dan juga terlihat sangat kecewa, di mata yang tampak seperti bulan yang cerah itu terdapat luka samar yang membuat Kaisar Zhaolie mengangkat alisnya dengan dingin, Kaisar Zhaolie tidak lagi menatap Qin Ruojiu karena dirinya takut akan lemah hati dan kembali mengampuni Qin Ruojiu.
Dia langsung membalikkan punggungnya, aura dingin muncul di tatapan matanya, nada bicaranya sangat tidak senang: “Siapa lagi selain dirimu?”
__ADS_1
“Haha, ternyata di dalam hati Kaisar begitu tidak mempercayaiku?” Qin Ruojiu kembali tersenyum pahit, alisnya yang indah itu mengkerut menjadi satu, wajahnya penuh dengan keluhan, Qin Ruojiu lalu berkata: “Bahkan jika Kaisar ingin menyalahkanku, mohon Kaisar untuk menunjukkan bukti!”
“Bukti? Apa kamu masih memerlukan bukti? Kamu pernah ke pergi ke Gedung Liqing, dan kamu juga tahu potret di dalamnya. Dan lagi, selain dirimu, apa masih ada orang lain yang akan mencuri potret itu?” Kaisar Zhaolie mendengus dingin, alisnya berkerut dalam, dirinya selalu sangat perhatian terhadap wanita ini, tapi kali ini, wanita ini telah melakukan hal yang sangat kurang ajar dan juga tidak memandangnya sama sekali, dirinya tidak mungkin mengampuni wanita ini dengan begitu mudah.
“Kalau begitu aku ingin bertanya pada Kaisar, jika aku mengirim seseorang untuk mencuri potret itu, apa keuntungannya untukku?” Qin Ruojiu mengangkat kepalanya dengan hati yang hancur, nada bicaranya yang datar itu penuh dengan keluhan dan kekonyolan: “Apa aku adalah wanita yang menyedihkan seperti itu?”
“Wanita seperti itu atau bukan, hanya hatimu sendiri yang paling tahu dengan jelas!”
“Ya, hatiku yang paling tahu dengan jelas. Aku cemburu, aku iri, aku ingin mencari potret itu untuk melampiaskan amarahku, benar bukan?” Qin Ruojiu berkata pelahan sambil tersenyum datar seperti sebelumnya, tapi air matanya malah mengalir keluar.
Setelah menunggunya selama berhari-hari, ternyata hasilnya seperti ini?
__ADS_1
Pada saat ini, atmosfir di dalam ruangan begitu hening, Lu’er serta Yan’er masih berlutut dengan gemetar di lantai, tidak ada perintah dari majikan mereka, bahkan jika mereka diberi 100 nyali pun, mereka juga tidak berani untuk bangun.