Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 868 Yuya Sudah Memiliki Orang Yang Disukai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Melihat sosok Pangeran Ping yang perlahan-lahan berjalan menjauh dengan lugas, Yuya yang terus bersembunyi di luar jendela langsung menyelinap masuk ke dalam.


Wajah kecil yang cantik itu berubah menjadi merah entah karena bersemangat atau karena sangat gembira. Yuya berlari ke arah Ye Wushuang dan terus bertanya: “Nona Wushuang, hari ini Pangeran Ping tidak melakukan sesuatu padamu kan?”


Hello! Im an artic!


Sepasang mata Ye Wushuang yang jernih masih terlihat sedikit bingung, Ye Wushuang menggelengkan kepalanya, wajah cantik itu masih terlihat sedikit linglung.


“Hari ini Nona pergi keluar bersama Pangeran Ping sepanjang pagi, apa yang kalian lakukan?” Mata Yuya yang jernih itu memicing, dipenuhi dengan tatapan penuh penasaran.


“Tidak melakukan apa-apa, hanya berjalan beberapa putaran di tepi Paviliun Cuihu.”


“Lalu apa Pangeran Ping mempermasalahkan masalah Nona yang menyinggung Putri Yongping?”


Hello! Im an artic!


“Dia tidak mengungkit hal itu.” Ya, pada awalnya Ye Wushuang berpikir Ji Xingfeng meminta dirinya menemaninya jalan-jalan karena ingin menangani masalah perilakunya yang sembrono terakhir kali. Tapi pada akhirnya, sepanjang perjalanan itu, jangankan membiacrakan masalah terakhir kali, Ji Xingfeng bahkan tidak mengungkit sepatah kata pun mengenai masalah Putri Yongping. Bahkan meski Ye Wushuang merasa aneh, tapi dirinya juga merupakan orang yang tahu diri, jika Ji Xingfeng tidak membicarakannya maka dirinya sudah pasti tidak akan bertanya. Akan lebih baik jika semua orang bisa melupakan semuanya.

__ADS_1


Setelah Yuya mendengarnya, dia terkejut untuk sekian lama sebelum akhirnya berkata: “Pangeran benar-benar tidak mengungkitnya?”


“Ya!”


“Benar-benar aneh.”


“Ya, tidak hanya itu saja, Pangeran juga seakan bagai berubah menjadi orang yang berbeda, ekspresi dan tindakannya benar-benar tidak sesuai dengan kekejaman dan kedinginannya di masa lalu. Yuya, menurutmu apa Pangeran Ping menerima provokasi belakangan ini?”


Yuya menggelengkan kepalanya, wajah kecil itu tampak jauh lebih bingung dibanding Ye Wushuang. Setelah beberapa saat Yuya akhirnya mengatakan satu kalimat: “Nona Wushuang, apa yang Nona bicarakan dengan Pangeran sepanjang pagi ini?”


“Tidak membicarakan apa-apa, dia hanya menanyakan beberapa pertanyaan yang sangat umum. Misalnya, makanan apa yang kusukai, benda apa yang kusukai, apa yang biasanya kulakukan.”


“Ya.”


“Pangeran hanya menanyakan hal ini saja?”


“Apa kamu juga merasa bahwa ada yang aneh dengan Pangeran Ping?”


“Menurutku yang aneh adalah, Pangeran mungkin menyukai Nona.”

__ADS_1


“Hah?” Ye Wushuang sedang mengangkat cangkir dan meminum the, ketika mendengar Yuya yang berkata menggoda seperti itu, teh yang ada di mulutnya hampir saja tersembur keluar.


Ketika tersadar, Ye Wushuang berkata pada Yuya dengan sangat serius: “Tidak mungkin.”


Wajah kecil Yuya yang memerah penuh dengan raut kebingungan, Yuya memiringkan kepala kecilnya dan bertanya: “Bagaimana tidak mungkin? Jika menyukai seseorang, bukankah akan mencari tahu apa yang disukai oleh pihak lain dan juga apa yang diinginkannya?”


“Siapa yang berkata seperti itu?”


“Aku…” Berbicara sampai di sini, Yuya segera menutup mulutnya. Wajah kecilnya memerah, tatapan matanya yang malu-malu seakan sudah mengungkapkan pikiran terdalam di hatinya.


Ye Wushuang lalu tertawa menggoda: “Kenapa? Yuya sudah memiliki orang yang disukai?”


Yuya sedikit panik ketika ditanya seperti itu, Yuya bergegas memalingkan kepala dan berkata tanpa menatap Ye Wushuang: “Nona Wushuang, jangan membicarakanku. Kita sedang membicarakan dirimu, Pangeran bersikap seperti itu padamu, sudah pasti Pangeran menyukaimu. Jika tidak maka tidak akan seperti itu.”


“Belum tentu, pasti ada alasan lain di baliknya.”


Tidak peduli betapa bodohnya Ye Wushuang, dirinya tidak akan percaya bahwa Ji Xingfeng akan menyukainya. Pertama, kebenciannya pada Ratu Qin itu sudah mengakar sangat dalam. Meskipun di mata Ji Xingfeng dirinya tidak lebih hanyalah pengganti Qin Ruchen, tapi Ye Wushuang jelas bisa merasakan aura membunuh dan juga kedinginan di tatapan mata Ji Xingfeng setiap kali dia marah hingga sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri.


Bagaimana mungkin Ji Xingfeng bisa menyukai wanita yang begitu dibencinya sepanjang waktu?

__ADS_1


Kedua, Ji Xingfeng yang dulu pernah sangat mencintai Zhao Xueyan pernah merasakan dengan sangat dalam bagaimana rasanya dikhianati oleh cinta. Dari tatapan matanya yang selalu dingin itu bisa dilihat bahwa Ji Xingfeng sudah mengabaikan cinta. Yang tersisa hanyalah kekuasaan dan ambisi, serta pemikiran untuk balas dendam.


__ADS_2