Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 842 Atmosfer Kematian Yang Suram


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Aku sudah berkata bahwa aku bukan dia!”


“Masih berdalih, jika bukan karena dirimu pada waktu itu, Kakak Sepupuku tidak akan menjadi seperti sekarang, jika bukan karena dirimu, Ayahku juga tidak akan dikirim ke perbatasan, jika bukan karena dirimu dan Zhao Xueyan si wanita rendah itu, tidak mungkin sampai sekarang aku masih belum menjadi istri Kakak sepupuku! Kamu harus bertanggung jawab atas semua ini!”


Hello! Im an artic!


Yongping berkata dengan pupil mata yang membelalak lebar, ketika mengucapkan kalimat terakhir, suaranya itu sudah senyaring hantu wanita yang tidak memiliki tempat pelampiasan untuk mengeluh.


Dalam hati Ye Wushuang merasa sangat bingung dan memaki dirinya sendiri karena begitu sial. Bukannya beristirahat dengan baik saja di ruangannya dan membaca buku, tapi dirinya malah ingin keluar berjalan-jalan, tidak masalah jika berjalan-jalan, tapi dirinya malah datang kemari untuk mendengarkan permainan kecapi yang dimainkan oleh orang lain. Sekarang gawat, dia malah bertemu dengan musuh Qin Ruchen sebelum dia mati, bukankah Ye Wushuang hanya mencari masalah bagi dirinya sendiri?


“Aku benar-benar bukan Ratu Qin, kamu salah paham!”


“Konyol, apa kamu pikir aku ini buta? Bahkan meski memasuki neraka tingkat 18, aku juga masih mengingat tampilanmu.”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Aku……”


“Jangan bicara omong kosong, aku akan membunuhmu sekarang.”


Selesai berbicara, Putri Yongping langsung menarik pedang tajam dari salah seorang pengawalnya, tanpa sepatah kata pun, dia langsung mengarahkannya ke arah Ye Wushuang.


Ye Wushuang sedari tadi sudah melihat niatan pihak lain yang ingin membunuhnya, jadi dirinya segera membungkuk untuk menghindar. Pedang itu menebas udara dingin dan memancarkan cahaya yang lebih dingin yang muncul di bawah sinar matahari. Melihat cahaya dingin ini, Ye Wushuang merasa jantungnya berdebar dengan kencang, detik berikutnya, Ye Wushuang tidak mempedulikan apapun lagi, langsung mendorong orang-orang yang menghalangi jalan dan buru-buru melarikan diri.


Ye Wushuang tidak menyangka dirinya akan bertabrakan dan masuk ke dalam pelukan Ji Xingfeng.


Ji Xingfeng berdiri di depannya sudah seperti dinding yang kokoh, Ye Wushuang terpantul kembali ketika menabraknya, Ye Wushuang mengangkat mata jernihnya dengan panik, sudah seperti saat ketika dia berkemah di hutan belantara dalam perjalanan kembali ke Pingzhou, pada malam itu Ye Wushuang diam-diam meninggalkan semua orang mencari sungai untuk mencuci rambutnya dan akhirnya tersesat, ketika sedang menghadapi bahaya dan mengabaikan rintangan yang ada di depannya, Ye Wushuang malah masuk ke dalam pelukannya.


Sudah seperti kapal yang terapung di laut dan menderita turbulensi lalu pada akhirnya menemukan pelabuhan untuk mendarat.

__ADS_1


Pada saat itu, Ye Wushuang bukanlah menabrak dada Ji Xingfeng, melainkan hatinya.


Ya, melihat sepasang mata yang berkabut, wajah yang ketakutan, serta rambut hitam panjang yang berantakan, hati Ji Xingfeng yang telah lama membeku akhirnya merasakan detak dan kehangatannya kembali yang dapat dirasakannya dengan sangat jelas.


Perasaan macam apa itu? Sebelum Ji XIngfeng bisa memikirkannya dengan hati-hati, dia melihat Yongping dengan ganas memegang pedangnya dan sedang menerjang kemari.


Ye Wushuang berdiri terpaku di sana seperti mesin yang tidak berfungsi, sepasang mata jernihnya itu tidak memiliki respon sama sekali kecuali membelalak lebar.


Pedang tajam itu hanya berjarak beberapa cm dari dahinya, Ye Wushuang mengira dirinya benar-benar sulit untuk menghindari musibah ini, tidak disangka tubuhnya malah bergerak ke samping dan menghindar seperti seekor ular yang lincah.


Ji Xingfeng-lah yang seperti utusan pencabut nyawa dari neraka yang merangkul pinggangnya, kemudian memiringkan tubuhnya hingga dirinya bisa dengan mudah lolos dari serangan Yongping.


Mengangkat matanya, Ye Wushuang menatap sisi wajah Ji Xingfeng yang terlihat tegas dan kejam, dia sedang menatap lekat ke depan dan sedikit mengatupkan bibir tipisnya yang membuatnya terlihat tampak lebih dingin. Kemudian Ji Xingfeng langsung melepaskannya dan bersikap acuh, seolah-olah tidak ada terjadi sebelumnya. Hanya saja ujung hidung Ye Wushuang masih bisa mencium atmosfer kematian yang suram di tubuhnya.


Su Qianhua yang berada di samping tanpa sadar menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, apa yang seharusnya datang memang tidak akan bisa dihindari.

__ADS_1


Mereka sudah bertemu dalam waktu kurang dari 2 jam.


__ADS_2