Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 166 Hanya Bertemu Musuh


__ADS_3

“Benarkah?” Dia bertanya dengan suara lembut. Dia merasa ada fakta kejam dan mengerikan yang tersembunyi di balik keindahan ini. Sama seperti apa yang dikatakan Kang Yin. Apakah dia benar-benar hanya digunakan sebagai pengganti orang lain karena dia cantik seperti Li Qing? Atau apakah dia benar-benar suka dengannya?


Pada saat itu, Lu’er menarik tangan Qin Ruojiu dengan lembut dan berkata, “Nyonya, anda adalah wanita yang baik hati. Di dunia ini mana ada pria yang tidak suka dengan anda? Meskipun anda menggunakan cadar hitam untuk menutupi wajahmu, tetapi hanya dengan mata anda saja sudah cukup untuk membuat semua orang terpesona. Tidak usah hiraukan apa yang pernah dilakukan Kaisar padamu. Aku yakin waktu itu Kaisar hanya kesal karena dia tidak bisa menikahi wanita yang dia cintai, maka dari itu dia melimpahkan semua amarahnya itu padamu. Tetapi, sekarang dia sudah jatuh cinta pada Nyonya. Bahkan sekarang dia sudah memperlakukan Nyonya sebaik itu, anda masih perlu mengkhawatirkan apa lagi?”


Setelah mendengar nasehat dari Lu’er, wajah Qin Ruojiu yang tadinya pucat putih itu pun perlahan demi perlahan mulai berwarna kembali. Benar, dia sendiri yang berpikir terlalu banyak, sekarang Kaisar sudah memperlakukannya dengan baik dan begitu lembut. Kenapa dia masih mau berpikir begitu banyak dan menyusahkan dirinya sendiri? Hanya saja, kenapa setiap kali dia teringat dengan nama Li Qing itu, hatinya terasa sakit seperti tertusuk pisau. Sejak dulu, dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Dia sendiri juga tidak tahu sejak kapan dia mulai merasa cemburu dengan wanita yang tidak pernah dia temui itu, tetapi dia malah terus mengingatnya.


Beberapa hari ini, dia terus bermimpi Kaisar memanggil nama Li Qing di dalam mimpinya. Hal itu membuat hatinya terasa sakit, tetapi dia terus mengingatkan dirinya sendiri. Meskipun di dalam hati Kaisar ada wanita lain, tetapi wanita yang ada di depan matanya itu hanya dia sendiri. Dia tidak percaya, dia benar-benar tidak percaya kalau Kaisar Zhaolie pernah melihat wajahnya yang sebenarnya. Jadi dia yakin, rasa cinta Kaisar padanya itu bukan hanya sebatas karena rupanya yang cantik dan menawan, tetapi karena dia benar-benar tulus mencintainya dari lubuk hatinya yang paling dalam.


“Nyonya, hari ini ketika aku keluar tadi, apakah ada yang terjadi padamu?” Lu’er merasa ada yang tidak beres dengan Nyonya sejak dia pulang.

__ADS_1


Tetapi dia tidak mau banyak bertanya dan hanya terus merasa bingung dan berspekulasi sendiri di dalam hatinya.


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya lalu tersenyum lembut dan berkata, “Tidak apa-apa, hanya bertemu musuh saja. Tapi, terima kasih Lu’er. Nasehat kamu itu bener-benar menyadarkanku. Sekarang aku tidak mau terlalu seraka lagi. Sebagai seorang Ratu, asalkan bisa terus mendampinginya dan menjalani hidup damai bersamanya sampai tua saja itu sudah cukup. Saya tidak seharusnya mengharapkan dia memberikan segenap hatinya padaku.”


“Nyonya, Lu’er kenapa tidak mengerti apa yang sedang anda ucapkan?”


Ketika mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan ada bayangan seorang pria yang berdiri menghalangi angin dari luar.


Ketika dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pintu itu, dia pun langsung melihat Kaisar Zhaolie yang sedang melihatnya dengan matanya yang serius. Tatapan mereka berdua pun bertemu.

__ADS_1


Melihat itu, Lu’er pun langsung beranjak berdiri dan memberi hormat padanya, “Hamba bertemu dengan Kasiar!”


Kaisar Zhaolie menganggukkan kepalanya tetapi tidak melihat ke arahnya dan langsung melambaikan tangan, “Keluarlah!”


“Baik!” Lu’er pun langsung berjalan ngeluarin ruangan itu. Dia pun melihat ke arah Qin Ruojiu yang sedang melihatnya dan sepertinya sedang menenangkannya.


Lalu Qin Ruojiu mengalihkan pandangannya kembali dan menatap ke arah pria pemberani yang ada di depannya itu. Tatapan matanya terlihat begitu tegas, hidungnya itu sangat mancung dan bibirnya yang tipis itu juga terlihat begitu tegas. Dia terlihat seperti seorang tentara yang sudah siap untuk bertempur.


Bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2