Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 56 Apa Yang Dia Makan?


__ADS_3

“Ada apa?” tanya Kaisar Zhaolie sambil jalan ke samping ranjang.


Para dayang terkejut dan langsung pergi. Tabib yang memeriksa Selir Mulia segera berlutut, dengan suara gemetar, ia menjawab, “Yang Mulia, keadaan Selir Mulia sepertinya semakin parah.”


“Bukankah semalam kamu bulang ia baik-baik saja?” bentak Kaisar Zhaolie, “Kamu berbohong?” suaranya pelan tapi serak, amarahnya sudah mau meledak.


tabib senior itu pun ketakutan, “Yang Mulia, aku tidak tahu. Selir Mulia hanya kurang darah, seharusnya ia akan membaik setelah minum obat dariku. Tetapi, pagi ini, dia malah semakin pucat dan lemah, penyakitnya sangat aneh, aku tidak tahu penyebabnya.”


Kaisar Zhaolie langsung berjongkok untuk memeluk orang yang pucat dan berbaring di ranjang, kemudian membentak, “Sampah kalian semua. Penyebab penyakit saja tidak tahu, apa yang bisa kalian lakukan sebagai tabib?”


“Ampun Yang Mulia, aku mohon ampun, tapi jika keadaannya terus seperti ini, bayi di kandungannya akan dalam bahaya.”


“Apa?” garis keturunan kaisar terancam, amarahnya pun sudah menyelimuti dirinya. Dia melepaskan orang yang masih dalam keadaan pingsan itu, lalu menarik kerah baju tabib senior itu, “Apa katamu?”


Kaki tabib senior itu sampai gemetaran, “Yang Mulia, tidak tahu kenapa, Selir Mulia kekurangan darah, tetapi tidak ada gejala penyakit ataupun luka, aku tidak tahu bagaimana aku harus mengobatinya.”

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Mengapa kalian tidak bisa menjaga majikan kalian dengan baik? Apa yang telah dia makan?” dayang-dayang di samping Selir Mulia menjadi sasaran Kaisar Zhaolie, kedua bola matanya seperti hendak membunuh orang, siapa saja yang melihat matanya itu, pasti akan merinding.


Mata para dayang pun memerah seperti mau meneteskan air, “Jawab Yang Mulia, kami juga tidak tahu apa yang terjadi pada Selir Mulia. 2 hari yang lalu, setelah Permaisuri, Selir Lan dan para selir mengunjung Selir Mulia, keadaan Selir Mulia pun menjadi begini.”


Kaisar Zhaolie melepaskan kerah tabib senior, “Mereka kesini? Untuk apa mereka ke sini?”


Para dayang pun menjawab dengan takut-takut, “Membawakan buah tangan untuk Selir Mulia.”


“Siapa yang mengizinkan mereka datang?” kurang ajar. Pasti mereka yang mencelakakan Yuanran. Bajingan, sudah bosan hidup mereka semua.”


“Phiak” Kang yong memukul pinggiran ranjang. Dia menatap Zhao Yuanran yang sedang berbaring, rambutnya tergerai, raut wajahnya memutih, membuat hati Kang Yong menjadi panik.


Saat ini, terdengar suara yang tajam, “Selir Lan tiba!”


Suara Selir Lan yang penuh perhatian dan khawatir pun menyusul.

__ADS_1


“Kakak Yuanran, Kakak Yuanran… kamu kenapa…”


Selir Lan masuk dengan ekspresi khawatir. Setelah melihat Kang Yong pun ada, wajahnya pun berubah dan segera memberi hormat, “aku memberi hormat kepada Yang Mulia.”


Kaisar Zhaolie menyahut dengan dingin, “Bangun.”


Bab selanjutnya Bab 57 Wanita kurang Ajar


Selir Lan berdiri, kemudian melihat mimik Kaisar Zhaolie, lalu melihat orang yang tak sadarkan diri di atas ranjang, bibirnya pun muncul senyuman menyindir yang singkat.


“Yang Mulia, apa yang terjadi pada Kakak? Begitu aku mendapat kabar, aku langsung ke sini.”


Kang Yong tidak sempat meladenin Selir Lan, dia merasa khawatir melihat orang yang berbaring di atas ranjang itu.


Tabib yang menjawab......

__ADS_1


__ADS_2