Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 446 Kalian Ajarilah Dia Dengan Baik


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Wanita bergaun merah itu sangat antusias seperti api, pada wajah putih dan lembut berbentuk oval itu terdapat lesung yang muncul di antara pipinya, pemerah pipi diaplikasikan dengan tipis untuk membuat pipinya terlihat seperti bunga yang baru mekar, merona di wajahnya yang putih, alis hitam dan melengkung itu begitu indah, sepasang mata yang menantikan cahaya, mata yang begitu menggoda yang memiliki pesona yang begitu memabukkan.


Wanita menawan terakhir yang memakai gaun panjang berpola lotus adalah wanita yang baru saja memainkan kecapi, sosoknya tidak lebih kurus dibanding dua lainnya. Tapi gayanya jauh lebih unggul dari dua orang lainnya, mata hitamnya itu begitu jernih, tidak kehilangan pesonanya tapi malah tampak begitu misterius, membuat orang tidak bisa menebaknya, alisnya seperti pohon willow, alis dan sudut matanya itu terlihat sangat manis ketika tersenyuman, bahkan terlihat seperti berkaca-kaca, hidungnya kecil dan mungil, bibirnya tipis sekecil ceri itu memiliki senyum yang menawan di atas wajah yang begitu cantik, sangat menawan dan mempesona, pesona di seluruh tubuhnya bagai sedang menggoda hati orang lain, terdapat dua rona merah samar di kulitnya yang putih, kulit yang bagai kulit bayi itu tampak begitu kenyal, benar-benar terlihat sangat menggemaskan.


Hello! Im an artic!


Para wanita cantik seperti ini tinggal di Istana? Apa identitas mereka? Dan apa hubungan mereka dengan Bei Fengchen?


Leng Bingxin tanpa sadar sedang menebak-nebak di dalam hatinya, dibandingkan dengan keraguannya, beberapa wanita cantik ini tampak begitu ramah, sama sekali tidak merasa aneh akan kedatangannya, dan masih tersenyum seperti biasa, mereka kemudian menatap melewati tubuh Bei Fengchen dan berfokus padanya. Tatapan mata mereka penuh dengan persahabatan, sama sekali tidak memiliki jenis permusuhan seperti yang dilakukan Ziyue padanya saat itu.

__ADS_1


Bei Fengchen menoleh, matanya yang hitam dan hangat itu sepertinya bisa melihat keraguan Leng Bingxin, Bei Fengchen dengan samar merangkul bahunya, hal itu terlihat begitu intim tapi itu hanyalah semacam penghiburan tanpa kata-kata belaka.


Nadanya sangat rendah dan lembut, membuat orang-orang merasa seperti terpapar oleh matahari yang bersinar, Bei Fengchen menunjuk wanita itu satu per satu dan berkata: “Ini Lan’er, ini Hong’er, dan dia adalah Huang’er. Mereka adalah penyanyi dan penari yang paling hebat di kediaman ini, keterampilan kecapi dan menari mereka termasuk yang terbaik di dunia.”


Hello! Im an artic!


Setelah mendengar ucapan itu, Leng Bingxin sepertinya memiliki pemahaman di dalam hatinya, dirinya hanya tersenyum dengan enggan. Ketika ketiga wanita cantik itu melihat senyum datar yang diulas oleh wanita yang wajahnya ditutupi oleh cadar, senyum itu benar-benar terlihat sangat cantik. Untuk sesaat mereka semua terpaku, kemudian ketika kembali tersadar, mereka balas tersenyum dengan sopan.


Bei Fengchen melihat mereka bisa dikatakan sudah saling mengenal, dirinya hanya mempertahankan postur yang elegan kemudian melangkah maju dan berkata: “Nama gadis ini adalah Leng Bingxin. Mulai sekarang, dia akan tinggal bersama kalian, jadi kalian ajarilah dia dengan baik!”


Leng Bingxin menundukkan kepalanya dalam diam, tidak berbicara, hanya menatap sekeliling dengan hampa. Hari ini akhirnya tiba.

__ADS_1


Nada suara Bei Fengchen terdengar dingin, dia melangkah ke depan, melihat pemandangan di kejauhan dan dengan datar berkata: “Tempat ini sangat indah, kuharap kamu bisa terbiasa.”


Leng Bingxin tertawa tapi terdapat kesedihan samar dalam nadanya.


“Pangeran bisa memberiku tempat yang begitu bagus, aku pasti akan terbiasa.”


Bei Fengchen tidak menatap Leng Bingxin, hanya berbalik dan pergi, dia berkata sambil melangkah: “Kuharap kamu tidak akan mengecewakanku.”


Mungkin karena merasa bersalah, mungkin karena tidak tega, dan mungkin karena memang memiliki sifat dingin. Setelah mengantar Leng Bingxin kemari, dia pergi tanpa melihat lagi ke belakang.


Leng Bingxin menatap pemandangan di sekitarnya, terdapat jejak dingin yang perlahan muncul di tatapan matanya.

__ADS_1


Sampai sosok Bei Fengchen sudah lenyap sepenuhnya, para wanita cantik yang bernama Lan’er, Hong’er dan Huang’er kemudian mengelilinginya.


Seolah melihat air mata yang berlinang di mata Leng Bingxin, beberapa wanita itu sedikit terkejut lalu mereka semua berkata menghibur dengan suara pelan: “Nona Leng, kamu kenapa?”


__ADS_2