
Wangi sekali, wangi seperti ini sepertinya hanya bisa dibuat oleh tangan ibu. Walaupun kaisar memberikan semua yang terbaik di istana ini, tapi dia tetap merindukan masakan ibunya di rumah.
Melihat permaisuri dan beberapa dayang di dalam yang tersenyum ke arah dirinya, Zhuo Ying merasa sedikit malu, “Maaf permaisuri, aku benar-benar tidak seharusnya masuk di saat seperti ini, aku mengganggu waktu makan permaisuri.” setelah bicara, Zhuo Ying langsung mau meninggalkan tempat ini.
Qin Ruojiu langsung memanggilnya: “Komandan Zhuo, harap jangan pergi.”
Mendengar panggilan dari dia, Zhuo Ying langung memutar badannya lagi, “Permaisuri, ada perintah apa?”
“Tentu saja aku mau kamu duduk!”
“Ya?”
“Jangan lupa, aku sudah bilang mau balas budi. Tapi di istana ini aku tidak memiliki barang yang berharga, tapi dipikir-pikir kalau aku memberikan barang-barang yang berharga, itu seharusnya malah merusak karakter kamu.”
__ADS_1
“Permaisuri, ini……”
“Benar, permaisuri kita bilang kamu pernah membantu dia, maka hari ini dia masak sebanyak ini untuk kamu, komandan Zhuo cepat coba!”
Mendengar Lu’Er bicara seperti itu, Xiao Huan juga tertawa, “Iya, komandan Zhuo, kamu sangat beruntung, ini adalah pertama kalinya permaisuri kita masak sejak masuk ke dalam istana, setelah sibuk dari pagi, kita semua sudah menunggu kedatangan kamu.”
Mendengar itu, Zhuo Ying maju satu langkah dengan sedikit senang, tapi matanya terlihat takut, “Permaisuri, kenapa kamu bisa melakukan ini semua untuk aku, aku hanyalah seorang……”
Tanpa menunggu dia selesai bicara, Qin Ruojiu berkata: “Komandan Zhuo jangan malu-malu, di mata aku, kamu selamanya adalah penyelamat aku. Kamu paham tidak? Makanan hari ini benar-benar tidak banyak, harap komandan Zhuo jangan menolaknya.”
“Komandan Zhuo, permaisuri sudah bicara seperti itu, lebih baik kamu makan dulu di sini saja!”
“Iya, semua makanan ini adalah niat baik dari permaisuri, komandan Zhuo masih ragu-ragu apa?”
__ADS_1
Mendengar dua dayang bicara seperti itu, Zhuo Ying sudah tidak memiliki alasan untuk menolak lagi, maka dia menganggukkan kepalanya, “Kalau begitu terima kasih atas kebaikan hati permaisuri.”
Setelah bicara, Zhuo Ying duduk di depan meja.
Melihat Zhuo Ying sudah duduk, Qin Ruojiu tersenyum dan berkata kepada para dayang: “Kalian juga duduk saja, lagipula tidak ada orang luar, hari ini kalian juga sudah lelah seharian, makan bareng saja!”
“Baik permaisuri!”
Para dayang yang sudah mengetahui sifat permaisuri langsung duduk dan makan tanpa malu-malu.
Melihat dikelilingi oleh para wanita dan hanya dia sendiri yang pria, hati Zhuo Ying menjadi malu. Qin Ruojiu yang bisa membaca pemikiran dia ini langsung mengambilkan makanan ke mangkoknya. Melihat ini, Zhuo Ying menjadi panik, tapi dia juga tidak berani menolak, maka mau tidak mau dia sendiri yang bergerak.
Setelah makan beberapa saat, Zhuo Ying beberapa kali memujinya. Makanan ini rasanya lebih unik daripada makanan yang dibuat di dapur istana, membuat orang yang menciumnya langsung ingin cepat-cepat menghabiskannya.
__ADS_1
Bab selanjutnya Bab 133 Makan-Makan Yang Sangat Langka
Dipuji masakannya enak adalah hal yang paling membuat Qin Ruojiu senang, dia ingat saat kecil dia selalu membuat makanan yang enak demi mendapatkan pujian dari ayahnya.