Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 349 Sangat Tidak Masuk Akal


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu menatap Ji Mie yang dari dulu jarang menangis, tapi di saat ini dia menangis demi dirinya.


Hati Qin Ruojiu sakit seperti tertusuk pisau. Mereka berdua sekarang tidak tahu harus bicara apa, mereka juga tidak tahu apa yang menanti mereka di depan, selain saling menenangkan satu sama lain, mereka masih bisa bicara apa lagi?


Hello! Im an artic!


Pertama identitas ayah angkatnya, dan sekarang hanya menjadi sebuah bidak, Qin Ruojiu sudah mengerti apa makna kehidupannya.


Hati dia juga berubah pesat seperti sudah melalui penderitaan selama ribuan tahun.


Karena sebelumnya dia sudah hidup di bawah kendali dan bayang-bayang orang lain, maka ke depannya, walaupun dia mati, dia juga mau hidup sekali lagi, dia bersumpah, dirinya tidak mau berada di bawah kendali orang lain lagi walaupun dirinya harus mati.


Lu’Er yang baru kembali langsung melihat Qin Ruojiu duduk sendirian sambil melihat langit. Pandangan dia terlihat kesepian dan kosong, seperti langit yang kehilangan warnanya.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Dia tidak tahu penasihat bicara apa saja dengan permaisuri, sampai keadaan permaisuri menjadi lebih parah dari sebelumnya.


Tapi tidak peduli dia bicara apa, tapi pukulan karena jabatan penasihat dilepas sudah cukup membuat permaisuri murung.


Sekarang walaupun dia adalah permaisuri, tapi dia sudah tidak memiliki kekuatan di istana, jadi tentu saja dia juga akan dibuli oleh orang lain seperti biasa. Bukankah selir mulia kemarin adalah contoh yang sangat cocok?


Lu’Er tahu dirinya bicara apapun, kecemasan di hati permaisuri juga tidak akan menghilang. Maka di saat dia mau memutar badannya, kebetulan dia bertemu dengan Yan’er yang sedang mengantar makanan.


“Sstttt——” Lu’Er takut Yan’er yang masuk tiba-tiba akan membuat Qin Ruojiu kaget, jadi dia meminta Yan’er untuk diam.


Yan’er melihat dia dengan bingung, “Kak Lu’Er, sekarang sudah saatnya permaisuri makan.”


Mendengar itu, Lu’Er melihat Qin Ruojiu yang masih melamun melihat langit, pikiran dia sepertinya sudah melayang di atas awan.

__ADS_1


Mukanya yang terlihat sangat sedih itu sudah cukup menunjukkan penderitaan yang ada di dalam hatinya.


“Bawa pergi semuanya, permaisuri tidak bisa makan!” beberapa hari ini dia sudah terbiasa dengan permaisuri yang seperti ini, jadi dia tahu setiap kali permaisuri sedang sendirian, yang paling tidak diperlukannya adalah diganggu oleh orang lain. Jadi dia tidak mungkin menyentuh makanan yang dibawanya.


Benar juga, di saat ini ada banyak rumor yang beredar di istana, jabatan penasihat juga dilepas, permaisuri mendapat dua pukulan di saat yang bersamaan, bagaimana mungkin dia bisa menelan makanan?


Mendengar itu, Yan’er mengangkat makanan enak yang ada di tangannya, “Permaisuri tadi pagi makannya sangat sedikit, sekarang……”


“Dengar aku, tunggu suasana hati dia membaik sedikit, aku pasti akan meminta dia makan lebih banyak!”


“Baiklah……”


Yan’er tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar Lu’Er bicara seperti itu. Di saat mereka berdua mau pergi, tiba-tiba di depan ada orang berbaju kuning yang masuk ke dalam istana dengan aura yang kuat.


Lu’Er dan Yan’er melihat dia dengan kebingungan. Seakan-akan dia muncul dari bawah tanah, sangat tidak masuk akal.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, reaksi tercepat mereka berdua adalah berlutut di lantai, “Kaisar!”


__ADS_2