
Dan di saat dia berlari dan terus berlari itu, dia tiba-tiba kehilangan arah. Dia pun duduk bingung di hamparan salju itu. Kemudian, dia merasakan ada cairan hangat di bibirnya. Ada sesuatu yang berusaha membuka mulutnya dan memasukkan cairan hangat dan pahit itu ke dalam mulutnya. Dia tidak bisa menolaknya. Cairan itu tidak seluruhnya masuk ke mulutnya dan ada yang tumpah dari mulutnya dan mengalir ke dalam telinganya.
Kemudian, dia merasa ada sesuatu yang kasar dan hangat yang digosokkan ke wajahnya.
Lalu dia merasakan ada sesuatu yang licin dimasukkan ke dalam mulutnya dan di dorong masuk ke dalam. Sepertinya itu adalah ramuan obat pahit. Dia tidak bisa memuntahkannya lagi dan hanya bisa menelan semua cairan pahit itu.
Ketika Qin Ruojiu terbangun, dia melihat Lu’Er yang sedang menangis dan tampak begitu sedih.
Melihat Qin Ruojiu yang sudah terbangun, Lu’Er pun tersenyum dan berteriak, “Permaisuri, Permaisuri, akhirnya kamu bangun ….”
Qin Ruojiu hanya bisa merasakan rasa haus dan pahit di dalam tenggorokannya. Dia pun langsung menunjukkan ke arah ceret yang ada di atas meja dan berkata dengan lembut, “Aku mau minum air ….”
__ADS_1
Melihat itu, Lu’Er pun langsung menuangkan air dan memberikannya pada Qin Ruojiu. Lalu dia membantu Qin Ruojiu untuk duduk di kasurnya.
Setelah meneguk air itu, Qin Ruoqiu pun hendak bersadar kembali ke kasurnya, tetapi karena gerakannya terlalu cepat sehingga, luka di tubuhnya itu terbuka lagi. Qin Ruojiu pun berteriak kesakitan.
“Permaisuri, jangan bergerak, kamu bersandar dulu. Katakanlah, apa yang ingin Permaisuri makna? Lu’er akan menyiapkannya untuk PErmaisuri!”
Qin Ruojiu pun menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menghela nafas dan bertanya, “Sudah berapa lama aku tertidur?”
“3 hari ….” Lu’Er pun menjawab.
Setelah mendengar kata ‘meninggal’, Lu’Er pun langsung terkejut dan menangis histeris.
__ADS_1
“Permaisuri, kamu tidak apa-apa kan,? tadi Tabib Liu meresepkanmu obat, dia bilang setelah minum obat, Permaisuri akan membaik.”
“Benarkah?” Qin Ruojiu tersenyum dan berpikir di dalam hatinya, lebih baik dia meninggal saja, itu berarti dia tidak perlu lagi menghadapi kehidupan yang kejam ini dan tidak perlu bertemu dengan suaminya yang tidak berperasaan itu lagi.
“Iya, tadi Kaisar sendiri yang menyuapimu minum obat. Kalau bukan karena Yang Mulia Kaisar, kita semua juga tidak tahu harus bagaimana!”
Qin Ruojiu yang mendengar itu pun bingung lalu bertanya, “Kenapa harus Kaisar sendiri yang menyuapiku makan obat?”
“Permaisuri, ketika kamu tak sadarkan diri, tidak ada obat yang bisa masuk ke dalam tubuhmu. Setiap kali kita menyuapimu, kamu akan memuntahkannya keluar. Melihat itu, Kaisar tahu kamu tidak bisa meminum obat ini, lalu dia memerintahkan orang untuk memasakkan obat khusus untukmu, lalu dia merawatmu semalam penuh sendirian. Tadi Tabib Liu datang untuk mengecek keadaanmu dan dia mengatakan bahwa kamu sudah melewati masa kritis.”
Kata-kata yang diucapkan Lu’Er itu pun membuat Qin Ruojiu terkejut, dia seolah tidak percaya dengan semua itu.
__ADS_1
Benar, di dalam mimpi itu dia merasa ada sesuatu yang lembut dan lentur yang selalu masuk ke dalam mulutnya dan mendorong obat itu masuk ke dalam tenggorokannya. Apa jangan-jangan, benda itu adalah lidah dan bibir Kaisar Zhaolie?
Dia, apakah dia menggunakan lidah dan bibirnya untuk memasukkan obat itu ke dalam tenggorokannya, apa … apakah itu mungkin? Apakah Kaisar Zhaolie sudah gila atau dia kasihan padanya? Tidak, seharusnya bukan dua-duanya. Kang Yong berbuat seperti itu karena Kang Yong tidak ingin dia mati. Kalau dia mati, itu berarti dia kehilangan orang yang bisa ia siksa.