Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 441 Akhir kita


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu seharusnya mengerti bahwa akhir kita itu tidak jauh berbeda!”


“Tapi……”


Hello! Im an artic!


“Tapi apa?”


Ziyue sangat ingin mengatakan kalimat Pangeran jelas bersikap sangat berbeda padanya dibanding dengan gadis lainnya, tapi Ziyue takut jika ucapan itu dilontarkan dari bibirnya maka yang akan terluka adalah dirinya sendiri. Karena itu Ziyue menelan kembali kalimatnya, menggunakan kata yang dingin dan sinis padanya: “Tidak apa-apa, jangan berpikir kamu sangat hebat karena Pangeran membiarkanmu masuk ke Istana Pangeran Mahkota.”


“Kamu salah, bukan karena Pangeran menganggapku tinggi jadinya membiarkanku memasuki Istana Pangeran Mahkota. Dia hanya ingin dirimu merasa nyaman sebelum kamu menikah, jadi memintaku untuk datang bersamannya untuk menjadi pendukungmu, takut kamu akan menerima penindasan, takut dirimu akan diintimidasi atau dianiaya!”


Jika ada wanita yang berkata seperti itu dulu, Ziyue sudah pasti akan mencibir dengan sinis. Karena dirinya sudah lama terbiasa dengan intrik antar sesama manusia. Tapi pada saat ini, melihat ekspresi dingin dan nada acuh wanita ini, sama sekali tidak ada ketulusan tapi malah terlihat begitu serius.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Jelas-jelas tahu wanita ini adalah musuh terbesar yang merampas statusnya, tapi pada saat ini Ziyue masih memilih untuk mempercayainya.


“Apa Pangeran benar-benar berkata seperti itu?”


Leng Bingxin menghela nafas, menatap ada kilatan kegembiraan di tatapan mata wanita ini, apa lagi yang ada di dalam hatinya selain kesedihan dan kesepian?


Setelah beberapa saat, Leng Bingxin mengeluarkan sebuah jepit rambut giok putih dengan gigi serigala dari balik lengan pakaiannya, dengan lembut menyerahkannya ke depan Ziyue dan berkata: “Aku hanya ingin berkata, aku datang kemari bukan untuk melihat leluconmu, kita ini sama-sama wanita, aku mengerti rasa sakit dalam hatimu. Aku datang hanya karena menerima perintah Pangeran untuk memberimu mas kawin saja.”


“Mas kawin?”


Leng Bingxin sepertinya mengerti, dia tidak mengatakan apa-apa, sudut bibirnya di balik cadar sedikit bergerak.


Setelah itu, dia mengambil jepit rambut berwarna putih gading dari balik lengan pakaiannya, jepit rambut itu bercahaya di bawah sinar matahari, seluruh bagiannya berwarna putih dan bening, terasa halus ketika dipegang, sekilas dilihat benar-benar terbuat dari gading asli.

__ADS_1


Di mata Ziyue, terdapat kristal bening kecil yang bergetar, dia menatap lekat jepit rambut giok itu untuk waktu yang lama, baru kemudian dengan gemetar mengulurkan tangannya yang putih dan ramping.


Jepit rambut ini adalah jepit yang dipakaikannya secara pribadi untuk Pangeran ketika dirinya dinobatkan untuk pertama kalinya.


Saat itu, Pangeran pernah bercerita mengenai asal muasal jepit rambut ini dan juga kelangkaannya. Sepertinya merupakan hadiah persembahan dari sebuah negara kecil, meski bukan benda yang langka di antara harta karun lainnya, tapi Pangeran malah menyukai jepit rambut ini.


Sekarang dia malah memberikannya pada dirinya sebagai mahar. Benda yang telah lama menemani Pangeran ternyata benar-benar diberikan padanya, hati Ziyue terasa sakit, air mata menggenang ketika menatap jepit rambut itu, tampilannya begitu penuh kasih, seolah-olah dia adalah seorang Ibu yang sedang menatap dengan penuh kasih sayang pada anaknya sendiri.


Hal ini bisa menunjukkan bahwa hati Ziyue sangat tulus terhadap Bei Fengchen.


“Pakailah, Pangeran berkata bahwa ada benda ini bersamamu, maka itu seolah-olah Pangeran berada di sisimu.”


Setelah sekian lama, bibir merah Ziyue bergetar, kemudian dengan samar mengucapkan kata: “Terima kasih …”


Suaranya itu sangat pelan dan lembut, membuat hati Leng Bingxin yang sudah lama membeku merasa bergetar dengan lembut saat ini.

__ADS_1


Keduanya saling bertatapan, ada perasaan yang tak bisa diungkapkan ketika tatapan mata bertemu.


Saat ini, Ziyue tidak lagi bersikap sombong atau menipu diri sendiri, dirinya yang sekarang hanyalah seorang wanita yang menghadapi kenyataan dan memulai jalan lain yang kejam untuk pria yang dicintainya. Mungkin Ziyue tahu bahaya dari jalan ini, kesulitan dari jalan ini, tapi demi pria yang paling dicintainya, dia juga akan mengeluarkan semua keberaniannya.


__ADS_2