Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 411 Mengapa Bisa Begitu Familiar


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika Beifeng Funing melihat adegan itu, dirinya tidak terkejut, hanya dengan samar menarik sudut bibirnya, dia tersenyum dingin dan berkata: “Siapa namamu?”


“Leng Bingxin!” Sama seperti saat menjawab Bei Fengchen, kata-katanya kali ini masih tanpa jejak emosi, mengucapkannya kata demi kata.


Hello! Im an artic!


“Apa kita pernah bertemu?”


“Pangeran Mahkota terlalu memujiku!”


“Sungguh, matamu itu mengapa bisa begitu familiar?”


“Funing, mungkin kamu terlalu banyak berpikir? Aku menyelamatkan Bingxin dari kumpulan pengemis, bagaimana mungkin kamu mengenalnya sebelumnya? Apa mungkin seorang Pangeran Mahkota bisa mengenal pengemis yang kotor dan cacat?” Saat mengatakan ucapan ini, Bei Fengchen jelas berniat melindungi Leng Bingxin, dia sengaja merentangkan tangannya untuk menghalangi Leng Bingxin ke belakang tubuhnya.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Benar, bagaimana mungkin aku bisa mengenalnya? Tidak masuk akal…” Beifeng Funing sengaja memanjangkan nada suaranya, sepasang matanya sedikit memicing, meski dia berkata seperti itu tapi dia tetap menatap Leng Bingxin dengan teliti, wanita ini, sepertinya dirinya benar-benar pernah melihatnya…


Bei Fengchen tidak menjawab, ada sentuhan ketenangan yang terlintas di wajah tampannya itu. Kemudian dia melepaskan tangan Leng Bingxin dan bertanya dengan datar: “Funing, ada urusan apa kamu datang mencariku?”


Beifeng Funing tertawa, baru saja hendak berbicara, tiba-tiba dia melirik ke arah Leng Bingxin yang ada di samping, lalu menggelengkan kepalanya dan berkata: “Raut wajah Paman terlihat tidak baik, istirahatlah lebih dulu. Paman adalah pahlawan pertama yang membantuku untuk mencapai tujuan besarku di kemudian hari, jangan sampai tubuh Paman kelelahan. Aku akan datang lagi nanti malan, nanti aku akan membicarakan mengenai beberapa hal lama belakangan hari ini dengan Paman.”


Mendengar apa yang dikatakan pihak lain, Leng Bingxin segera mengangkat kepalanya.


Tidak ada jejak darah di bibir merahnya, sepasang matanya itu terlihat lelah, membuat orang lain merasa tidak tega.


Apa yang terjadi? Bukankah dia baik-baik saja sepanjang perjalanan? Mengapa berubah menjadi seperti ini ketika sampai di sini?


Apa dia sakit? Tadi juga menyebutkan penyakit lama, penyakit lama apa? Mengapa Qinghao sama sekali tidak menyebutkannya ketika di Lembah Jueqing?

__ADS_1


Dan lagi Leng Bingxin tidak pernah melihatnya meminum obat atau melihat kelainan lain beberapa hari ini ketika bersama Bei Fengchen, mengapa tiba-tiba menjadi seperti ini?


Leng Bingxin tahu apa statusnya, meskipun dirinya bingung terhadap penyakit Bei Fengchen yang begitu tiba-tiba, tapi dirinya tidak menanyakannya.


Malam harinya, Pangeran Funing benar-benar datang. Leng Bingxin diminta keluar oleh Bei Fengchen dengan dalih membuat teh. Leng Bingxin tahu ada rahasia di antara mereka yang bukanlah sesuatu yang boleh didengarnya.


Karena itu, Leng Bingxin tidak tinggal di sana sama sekali dan bergegas keluar.


Angin malam sedikit dingin, suara serangga serta burung di kedua sisi kawasan koridor panjang membuatnya merasa nyaman.


Langkah Leng Bingxin tanpa sadar melambat. Mendongak, bintang yang penuh bertebaran sudah seperti beberapa pasang mata, begitu berbinar cerah memancarkan sinar kebijaksanaan.


Saat ini, ada seorang wanita berpakaian ungu yang berjalan menghampiri dari arah tidak jauh.


Wanita itu dengan malas memegang nampan teh, gaun panjangnya terseret di lantai, terdapat plakat giok putih di pinggangnya, pergelangan tangan kannaya memakai gelang batu akik biru yang serasi dengan gaunnya, rambut panjang dan halusnya dililitkan menjadi sanggul, di antara rambut itu diselipkan jepit rambut batu giok safir, wanita itu memakai riasan tipis, beberapa helai rambut ada di sekitar lehernya, pinggangnya terlihat kecil, posenya begitu anggun, bibirnya tipis dan merona seperti buah ceri, terdapat sentuhan pemerah di bibirnya, terdapat sedikit polesan bedak tipis di wajah bersih dan putihnya, sepasang matanya seperti air, nampak jernih tapi pemikirannya begitu dalam dan tidak bisa ditebak, dia memakai gaun berpotongan rendah, benar-benar sangat menawan dan mempesona.

__ADS_1


__ADS_2