Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 46 Masalah Ini Tidak Sederhana


__ADS_3

“Pagi ini, Selir Mulia Zhao terjatuh di taman bunga royal. Anak kaisar hampir tidak tertolong.”


“Apa? Kenapa bisa begitu?” Qin Ruojiu terkejut. Selir Mulia adalah orang kesayangan Kaisar, apalagi kandungan dalam rahimnya itu, kenapa bisa tidak berhati-hati?


“Aku juga tidak tahu, aku hanya mendengar kalau ia ditabrak oleh dayang karena tidak hati-hati. Tetapi ia sudah diperiksa oleh tabib istana, ia baik-baik saja.”


Saat mendengar kata “baik-baik saja”, Qin Ruojiu baru merasa lega. Jika Selir Mulia Zhao kehilangan anaknya, ia akan sedih, di saat bersamaan, Kaisar Zhaolie yang membenci Qin Ruojiu akan menyiksanya kaena masalah ini.


Lu’Er menyadari raut wajah Qin Ruojiu berubah, dia sudah bisa membaca isi hatinya, Lu’Er menggengam tangan Qin Ruojiu untuk memberikannya kehangatan, “Permaisuri, maaf tadi aku terlalu panik. Sebenarnya Yang Mulia Kaisar sudah mengusut masalah ini, dayang yang menabrak Selir Senior Zhao bukanlah dari Istana Fengyi, tetapi dari Paviliun Xiaoyang Selir Zhen. Jadi, tidak ada hubungan dengan kita, Permaisuri jangan khawatir.”

__ADS_1


Hati Qin Ruojiu menjadi tenang, “Iya. Masalah ini tidak sederhana, dayang itu sengaja atau tidak, masalah ini akan meluas. Mulai sekarang, kalian harus lebih hati-hati, istana berbeda dengan tempat lain, meminjam tangan orang untuk melakukan kejahatan dan memfitnah orang lain adalah hal yang biasa, kalian harus hati-hati.”


Lu’Er mengangguk menurut, kemudian menopang Qin Ruojiu, “Iya, Permaisuri. Lu’Er sudah di istana selama beberapa tahun, juga sudah melihat banyak hal dan kejadian. aku mengerti drngan jelas penting tidaknya suatu masalah dan peraturan-peraturan lainnya. Tetapi Xiao Huan dan Yan’er, mereka berdua masih kecil, aku takut mereka akan melibatkan Permaisuri lagi.”


“Setelah kejadian sebelumnya, seharusnya mereka tidak berani ceroboh lagi. Kamu harus sering-sering mengingatkan mereka, bukan demi diriku, tetapi demi keselamatan mereka sendiri. Kamu juga tahu keadaan di istana, banyak orang yang saling menjatuhkan. Sebagai permaisuri, aku terlihat berjaya, tapi sebenarnya aku harus waspada setiap saat. Jika aku lalai atau lengah, aku akan disergap. Terlebih lagi mereka yang tidak memiliki kedudukan di istana ini, mereka akan lebih mudah jadi korban.” sebelumnya dia hanya mendengar kabar burung tentang keadaan di istana, tapi sekarang, ia sendiri sudah merasakan.


“Lu’Er akan mengingat nasihat Permaisuri. aku akan memperingatkan Xiao Huan dan Yan’er.”


Saat ini, Xiao Huan dan Yan’er datang sambil membawa bubur sarang walet dan kue-kue sambil bicara.

__ADS_1


Saat bertemu Qin Ruojiu, mereka pun memberi hormat kepada Permaisuri. itu


Qin Ruojiu mengangguk, melambaikan tangan dan berkata, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”


Karena pernah ditolong oleh Qin Ruojiu, rasa takut Yan’er dan Xiao Huan pada Qin Ruojiu pun sudah musnah. Bagi mereka, Qin Ruojiu adalah majikan yang paling rendah hati dan paling baik. Tidak sombong, selalu lembut dan tenang, tidak memerintah sesuka hati, apalagi marah-marah.


Jadi, merekapun menceritakan perasaan mereka pada majikannya ini tanpa ragu-ragu.


Yan’er yang sedaritadi kesal, langsung berkata dengan marah, “Semua karena Bibi Fenglan yang di ada dapur itu, mentang-mentang dia lebih senior, dirinya sering menindas kami.”

__ADS_1


Lu’Er pun tahu kalau gadis kecil ini tidak senang, tapi gadis ini seharusnya menahan diri, masalah kecil seperti ini pun tidak bisa ditahan olehnya, jadi Lu’Er menasehati, “Kamu tidak perlu mempedulikannya. Selama bekerja di istana, kamu harus bisa menahan diri, kalau tidak, kamu sendiri yang akan rasakan akibatnya.”


__ADS_2