
“Melepaskan lentera di danau?” Ji Xingyun mengerutkan keningnya dan berkata dengan sedikit bertanya-tanya: “Bukankah itu adalah kebiasaan di Negara Bei? Apa di Shengdu juga…”
Hello! Im an artic!
“Ya, itu juga sangat populer di Shengdu. Karena dengan melepaskan lentera di danau maka bisa membuat permohonan, itu adalah semacam benda yang digunakan untuk menyampaikan kerinduan terhadap keluarga atau teman yang dirindukan.”
Setelah Ji Xingyun mendengarkan ucapan itu, dia memicingkan matanya dan tersenyum: “Apa itu efektif?” Senyum itu sangat jelas dan begitu tampan.
Hello! Im an artic!
Dalam ingatannya, pria ini hanya menunjukkan ekspresi muram atau waspada pada dirinya, Ye Wushuang belum pernah melihatnya tersenyum.
Tapi senyum di hadapannya ini malah membuat Ye Wushuang mengubah pandangannya terhadapnya.
Saat ini, Ye Wushuang juga balas tersenyum padanya: “Meskipun tidak begitu efektif tapi setidaknya bisa menghibur.”
“Benarkah?” Ji Xingyun sepertinya terpengaruh oleh senyum Ye Wushuang, dia lalu menjawab dengan tidak percaya.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Ye Wushuang mengangguk dan berkata: “Ya. Benar juga, Kaisar, kenapa kamu bisa datang kemari? Kenapa tidak ada rombongan di sisimu?”
“Setelah aku menyelesaikan tugas resmiku tadi, aku lalu menikmati bulan di taman seorang diri, tiba-tiba melihat cahaya lilin di danau yang berada tidak jauh, jadi aku meminta orang kemari untuk melihat, Kasim yang melapor berkata bahwa kamu sedang di sini untuk melepaskan lentera, karena itu aku datang kemari untuk melihat.”
Nada yang penuh toleransi itu sama sekali tidak membuat Ye Wushuang merasa santai.
Sebaliknya Ye Wushuang malah sangat gugup dan berkata: “Aku sudah mengganggu Kaisar, kumohon Kaisar memaafkanku.”
Ji Xingyun melambaikan lengan pakaiannya dengan tampilan wajah datar: “Tidak masalah, cukup menarik melihat bagaimana kamu melepaskan lentera.”
“Kenapa? Apa Kaisar tidak pernah melepaskan lentera di danau?”
“Begitu…” Ye Wushuang berpura-pura menghela nafas menyayangkan.
“Lahir di keluarga kerajaan, Ayahku tidak pernah membiarkan kami melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang biasa.”
“Aku bisa mengerti.”
“Tidak, kamu tidak bisa mengerti.” Ji Xingyun menyela, nada bicaranya sedikit dingin: “Ayah memiliki begitu banyak anak, bahkan Ayah tidak dapat mengingat semua nama anak-anaknya. Tapi begitu banyak Pangeran dan Putri malah harus berbagi cinta seorang Ayah. Demi mendapatkan lebih banyak, sejak kecil aku dan mereka harus belajar bagaimana cara menyenangkan Ayah yang begitu superior. Agar Ayah dapat melihat kami, kami tidak ragu untuk mengambil jalan curam, kami pada saat itu, apa yang kami lakukan bukanlah hal yang bisa kamu bayangkan.”
__ADS_1
Bagaimana mungkin Ye Wushuang tidak terpikir akan hal itu? Bahkan meski dirinya tidak berempati, tapi di zaman modern Ye Wushuang sering menonton drama kerajaan seperti ini. Demi takhta dan kasih sayang, Wu Zetian membunuh putra dan putrinya, Li Shimin membunuh Kakaknya sendiri, Kaisar Yang dari Sui membunuh Ayahnya, membunuh saudaranya, memperkosa iparnya…… berbagai jenis tindakan, ada begitu banyak contoh.
Tapi semua ini, Ye Wushuang tentu saja tidak bisa mengatakannya, hanya bisa berpura-pura tidak tahu.
Melihat Ye Wushuang tidak berbicara, suasana menjadi sedikit membosankan.
Ji Xingyun menyimpan kembali emosinya sebelum akhirnya kembali ke ketenangannya sebelumnya, dia lalu berkata: “Wushuang, apa kamu menyukai kehidupan di Istana?”
Mata Ye Wushuang berkilauan, bulu matanya bergetar ringan, Ye Wushuang berkata dengan elegan: “Tidak menyukainya!”
Jawaban ini agak di luar dugaan. Wajah tampannya tampak diselimuti oleh cahaya gelap di malam hari.
Setelah sekian lama, Ji Xingyun akhirnya tertawa panjang dan berkata: “Ye Wushuang, kamu berkata dengan begitu terus terang, apa kamu tidak takut membuatku tidak senang?”
Ye Wushuang menatap ke arah kejauhan dengan ringan, wajahnya yang cantik dipenuhi dengan keberanian: “Alih-alih membuatmu tidak senang, aku lebih tidak ingin melakukan kejahatan karena membohongi Kaisar.”
“Tapi kamu boleh membohongiku, kamu menyukai tempat ini.”
“Jika Kaisar ingin mendengarkan ucapan bohong, aku tidak keberatan untuk berbohong padamu.”
__ADS_1