Author: WestReversed
2.6M
194.1K
4.9
Pendahuluan
|
Episodes
Updated: 10/13/2023, 11:08:10 PM
1
Namanya Jayamantingan
2
Kembangmas
3
Kau Akan Melihat Malam yang Indah
4
Malam Sunyi Terasa Indah
5
Mempertaruhkan Hidup Melawan Sepi
6
Memulai Petualangan Sang Musafir
7
Serangan pada Kereta Kuda
8
Mantingan Tertawan
9
Mantingan Bebas
10
Satya, Si Pemburu Sarang Semut
11
Rumah Satya yang Manis
12
Perguruan Tombak Api
13
Kedatangan Sepasukan Perguruan Tombak Api
14
Dua Tamu
15
Pertarungan Satya yang Menemukan Makna
16
Perpisahan dengan Satya; Kuningan; Peta
17
Kedai Makan
18
Rara; Pelarian dari Penyerang Kuningan
19
Rara Tak Siap Sendirian; Teman Seperjalan Baru
20
Cikahuripan; Penginapan Candrawulon
21
Malam di Pasar Cikahuripan
22
Rumah Saudagar
23
Ki Dagar
24
Penampilan Baru Rara; Perpisahan Ki Dagar
25
Meninggalkan Cikahuripan
26
Perjalanan ke Kanoman
27
Kanoman; Penginapan Tanah
28
Arkawidya
29
Arkawidya Meminta Bantuan
30
Menjalankan Rencana
31
Usaha Pencurian Kuda
32
Orang yang Turun dari Langit
33
Keberanian dari Langit
34
Mantingan Membunuh
35
Pelarian dari Penginapan Tanah
36
Sungai Kecil dan Hutan Buluh
37
Pertempuran Dua Pasukan
38
Padang Rumput Luas
39
Tepi Pantai; Rumah Birawa
40
Kemunculan Birawa
41
Tentang Kembangmas
42
Apa Kau Sudah Punya Pasangan?
43
Perpisahan
44
Kematian Rara
45
Desa dan Anak-Anak Ingusan
46
Sepuluh Keping Emas
47
Pura Dalem; Percandian; Kedai di Malam Hari
48
Paman Kedai
49
Dunia Persilatan
50
Tempat Perhentian Kereta Kuda
51
Perpustakaan Pusat; Di Balik Perguruan Angin Putih
52
Bangsawan Muda dan Pengawalnya
53
Mengikuti Lelang
54
Kitab Tapak Angin Darah
55
Perseteruan Lelang
56
Perguruan Angin Putih dan Ajaran Sesat
57
Kebimbangan Mantingan
58
59
Makan Malam; Aliran Sungai
60
Orang-Orang dari Perguruan Angin Putih
61
Kabut Dingin
62
Perguruan Angin Putih
63
Suasana Pagi Perguruan Angin Putih
64
Mantingan Pendekar Unggulan?
65
Kembali ke Paman Kedai
66
Peminuman Teh
67
Kebimbangan
68
Kebenaran Tidak Lepas dari Politik
69
Akhir Masa Latihan
70
Turun Gunung -- Jilid 1 Selesai
71
Pendekar Penyerang
72
Sambara
73
Bunga Sari Ungu
74
Membuat Alat Kebun di Tengah Hutan
75
Pembunuhan Kedua
76
Kemunculan Dara
77
Saling Memunggungi
78
Pendekar-Pendekar Suruhan
79
Bunga Aroma Kematian
80
Kedatangan Dara Kembali
81
Kegatalan Dara
82
Menciptakan Obat dari Sirih
83
Pengkhianatan
84
Pembunuhan Ketiga
85
Pembunuhan Kesembilan
86
Berubahnya Jalan Hidup
87
Pembudidayaan Bunga Sari Ungu; Bunga-Bunga yang Dilelang
88
Cara Memilih Bunga Aroma Kematian yang Bagus
89
Tidak Semudah Memberikan Sekuntum Bunga
90
Pergi Meninggalkan Perkemahan
91
Maafkan Aku ....
92
Kerumunan Penggemar
93
Kecurigaan
94
Tantangan
95
Ini Mungkin Akan Menjadi Makan Malam Terakhir Kita
96
Pasar Ayam Jago
97
Bisikan Angin
98
Latihan Gabungan
99
Pertarungan di Atas Air
100
Perayaan yang Meriah
101
Undangan Makan Malam
102
Mengenai Ilmu Sihir
103
Meladeni Tantangan Bertarung
104
Kabar dari Seta
105
Kematian Mantingan — Jilid 2 Selesai
106
Melanjutkan Kisah
107
Pak Tua Korban Perang
108
Sandiwara Pelayan Kedai
109
Empat Pendekar; Setangkai Mawar
110
sekeropak PENGUMUMAN
111
Gelanggang Pertempuran
112
Desa yang Hancur
113
Pendekar Lontar Bercahaya
114
Latih Tanding Bersama Satya
115
Chitra Anggini
116
Kota yang Mendapat Serangan
117
Menemui Perwira
118
Rencana Membantu Kota
119
Jika Kalian Sudah Mengetahui Rahasiaku, Aku Juga Harus Mengetahui Rahasia Kalian
120
Persenjataan yang Tidak Memadai
121
Mencari Pendekar di Permukiman Padat
122
Pertemuan Perwira yang Tidak Terduga
123
Oh, Sudah Pagi
124
Suara Rara
125
50.000 Lontar Sihir; Pelancong Pembawa Kabar
126
Datangnya Pasukan Musuh
127
Pasukan Musuh Sudah Sampai
128
Pasukan Musuh Menyerang
129
Serangan Pertama
130
Serangan Kedua
131
Melumpuhkan Semua Pendekar
132
Serangan Ketiga
133
Tidak Terlalu Muda Untuk Mati, Tapi Terlalu Tua Untuk Cengeng
134
Pemutusan
135
Gugur
136
Tawaran Perdamaian
137
Berpamitan — Jilid 3 Selesai
138
Melanjutkan Perjalanan Melintasi Agrabinta
139
Pertengkaran di dalam Kedai
140
Pendekar Cakar Emas; Cakar Buaya Purba
141
Munculnya Pendekar Cakar Emas
142
Kematian Pendekar Cakar Emas
143
Bidadari Sungai Utara
144
Oh, Ternyata Tidak Terlalu Cantik
145
Sarung Baru Pedang Kiai Kedai
146
Mengapa Acuh?
147
Orang yang Seolah Tidak Ada Duanya
148
Orang Tua Bijak
149
Makan Bersama Pemandangan
150
Peminuman Teh; Pergi ke Pasar
151
Pedang Baru Bidadari Sungai Utara
152
Latihan Cangkir
153
Hubungan Mesra Perguruan Angin Putih dan Taruma
154
Hati yang Terbelah Dua
155
Segala Sesuatu yang Menjadi Rumit
156
Undangan Makan Malam; Permintaan Maaf Bidadari Sungai Utara
157
Saran dari Saudagar
158
Rencana Kelangsungan Hidup
159
Perjalanan Harus Dilanjutkan
160
Pelarian di Dalam Lorong — Jilid 4 Selesai
161
Lontar Cahaya
162
Dua Lorong
163
Kalajengking dan Ketidakwajaran
164
Pertarungan Melawan Raja Kalajengking
165
Melanjutkan Perjalanan di Dalam Lorong
166
Jatuh di Kegelapan Abadi
167
Lorong yang Usai
168
Nenek Genih
169
Nenek Genih dan Denting Pedang
170
Sedang Cari Angin, Anak Man?
171
Pandangan Nenek Genih
172
Perpisahan Nenek Genih
173
Mengapa Kau Tidak Berhenti Saja dari Kependekaran?
174
Kelinci Hutan yang Menggemaskan
175
Gubuk di Pinggiran Danau
176
Kemanjaan Bidadari Sungai Utara
177
Latihan Tanding Bersama Bidadari Sungai Utara
178
Gubuk di Atas Langit; Meninggalkan Danau
179
Jejak Gerobak
180
Keraguan Bidadari Sungai Utara
181
Kabar Gejolak di Tanjung Kalapa
182
Pasar Layar Malaya
183
Aku Tak Berdaya, Sedangkan Kau Terus Menindas
184
Toko Lontar Sihir
185
Penjual Lontar
186
Kerjasama
187
Hilangnya Putri Paman Bala
188
Pencarian Putri Paman Bala
189
Pasar Layar Malaya Bawah Tanah
190
Masuk ke Dalam
191
Penguntit
192
Ratna
193
Putri Paman Bala Ditemukan
194
Dijebak dan Pengingkaran Janji
195
Pertarungan Melawan Tiga Orang Bertopeng
196
Lawan yang Tangguh
197
Bangkitnya Mantingan
198
Dua Mantra yang Tersisa
199
Tumpas Tiga Musuh
200
Memancing Kemarahan Musuh untuk Mengalahkannya
201
Mengalahkan Semua Lawan
202
Pergi dari Pasar Layar Malaya
203
Melanjutkan Perjalanan di Jalur Utara
204
Cinta Seorang Pendekar
205
Sampai di Kota
206
Hilangnya Bidadari Sungai Utara
207
208
Mantingan yang Marah — Jilid 5 Selesai
209
Sungai; Racun dari Pendekar Tak Dikenal
210
Gerakan di Bawah Air
211
Pertarungan di Bawah Air
212
Arah Jalan yang Salah
213
Para Penyamun di Sebuah Lembah
214
Kemenangan Pertama Bidadari Sungai Utara
215
Masuk ke Dalam Pasar
216
Toko Obat Wira
217
Racun Tidak Bernama
218
Membeli Rumah
219
Rumah yang Penuh Semak Belukar
220
Kana dan Kina
221
Kak Maman
222
Barang Belanjaan
223
Cintai dan Wujud
224
Sedikitnya Harapan
225
Penyesalan Mantingan
226
Kunjungan Bidadari Sungai Utara
227
Bayaran Bukan untuk Pengobatan Saja
228
Perjalanan yang Ditunda
229
Berjalan Sendiri
230
Keadaan Mantingan yang Memburuk
231
Pasar Lelang
232
Payung Kelopak Melati
233
Kitab Teratai
234
Mendapatkan Kitab Teratai
235
Penyerangan di Pasar Lelang
236
Pertarungan Pasar Lelang
237
Segala Sesuatu Tentang Kitab Teratai
238
Ramuan Maman
239
Pembersihan Racun Ringan
240
Melatih Kana
241
Binatang Tidak Mengenal Kesesatan
242
Keberhasilan Ramuan Maman
243
Bayaran untuk Ramuan Maman
244
Mengapa Kalian Berdua Tidak Menikah Saja?
245
Persoalan Kana dan Kina yang Tak Kunjung Selesai
246
Latihan Menangkap Lalat
247
Penggunaan Ilmu Tanpa Tenaga Dalam
248
Pembajakan Desa
249
Pak Tua yang Mencurigakan
250
Kewaspadaan Pendekar di Segala Keadaan
251
Kurangnya Perhatian
252
Puisi Kana
253
Berlatih Kewaspadaan
254
Penambahan Pajak
255
Lontar Pelacak
256
Pemantauan Markas Musuh
257
Terbunuhnya Wakil Kepala Desa; Percakapan Dua Perompak
258
Menyelinap
259
Keadaan Pasar
260
Manisan Seharga 10 Keping Emas
261
Pedang Baru untuk Bidadari Sungai Utara
262
Pedang Merpati Haus Darah
263
Hadiah untuk Kana dan Kina
264
Teringat Janji
265
Latih Tanding di Atap Rumah
266
Latihan Memantulkan Jarum ke Permukaan Air
267
Ikan yang Mati Tertancap Jarum
268
Tiga Kitab Tentang Cinta
269
Rencana Kepindahan Bidadari Sungai Utara
270
Kepindahan Bidadari Sungai Utara
271
Kedatangannya yang Ditunggu-Tunggu
272
Pembuatan Puyer
273
Kitab Teratai Bagian Ketiga
274
Penyelamatan Desa Lonceng Angin
275
Penyerangan ke Markas Musuh
276
Pendekar Tongkat Badai
277
Tiga Pengemis dari Utara
278
Pelarian Pendekar Tongkat Badai; Pengepungan Beratus-Ratus Pendekar
279
Beribu-ribu Pendekar
280
Kedatangan Perguruan Angin Putih
281
Dua Puluh Pemuda yang Gugur
282
Isak Tangis Bidadari Sungai Utara
283
Kesembuhan Mantingan
284
Harus Kembali ke Champa!
285
Rumah yang Tidak Bisa Dibeli
286
Jalur Pelarian Perkumpulan Pengemis Laut
287
Tidak Tahukah Dengan Siapa Kalian Berbicara?
288
Permainan Jurus Sepasang Bangau Menyambar Ikan
289
Melanjutkan Perjalanan ke Perguruan Angin Utara
290
Tanah Lapang
291
Ancaman
292
Perbincangan Panas di Atas Kursi
293
Pertanyaan yang Tiada Terduga
294
Kepercayaan untuk Mengalahkan Lawan
295
Golek Sanca
296
Terbukanya Ketujuh Cakra; Kitab Pemberian
297
Tentang Pendekar Sanca Merah dan Tentang Cakra
298
Pesawahan yang Telah Lama Ditinggalkan
299
Desa Mati
300
Latihan untuk Kana
301
Kemunculan Penunggang Kuda
302
Rombongan yang Tidak Terduga
303
Perundingan dengan Gandhi
304
Melanjutkan Perjalanan Menuju Perguruan Angin Putih
305
Kembaran dari Gomati
306
Pertarungan dengan Elang Putih
307
Keterdiaman Sebelum Pertarungan
308
Pertarungan Dua Jurus Berkesepasangan
309
Melayangnya Sepasang Tubuh Tanpa Kepala
310
Bidadari Sungai Utara Tidak Sadarkan Diri
311
Ketujuh Cakra yang Terisi Tenaga Dalam
312
Laskar Kerbau Taruma
313
Kemunculannya Kembali
314
Bendera yang Menghentikan Mantingan
315
Selesainya Pertempuran
316
Penyembuhan Bagi Mereka yang Terluka
317
Mengunjungi Kedai Purnama Merah
318
319
Kembali Bergerak
320
Kitab Tetesan Embun
321
Hilangnya Jakawarman
322
Penyesalan Besar
323
Kota Perbatasan
324
Aula Bangunan
325
Menjadi Pusat Perhatian
326
Tanaman-Tanaman Herbal
327
Ruangan Dara
328
Kedai Makan Kota
329
Bukit Berpuncak Tiga
330
Pendekar Pengirim Surat
331
Pertarungan Memantulkan Pisau Terbang
332
Keindahan dalam Pertaruhan Nyawa
333
Kekalahan Lawan
334
Secangkir Teh Sebelum Memulai Perjalanan
335
Perjalanan Malam Menggunakan Obor
336
Mayat yang Tergeletak di antara Semak Belukar
337
Tebing Tinggi
338
Kembali ke Perguruan Angin Putih
339
Berjumpa Kembali dengan Bidadari Sungai Utara
340
Jati Diri Jakawarman
341
Mengakui Kejadian yang Sebenarnya
342
Memanfaatkan Perjalanan Bidadari Sungai Utara
343
Kata-Kata Indah Mantingan
344
Tulis dengan Tulus; Jalan Sunyi Dunia Persilatan
345
Pengembara Tanpa Rumah
346
Keberangkatan Menuju Pelabuhan
347
Enam Pelancong
348
Selamat Tahun Baru 2022
349
Suara Benturan dan Kelebatan
350
Pertarungan Bidadari Sungai Utara di Dalam Kedai
351
Bidadari Sungai Utara Mabuk
352
Mabuk yang Berlanjut
353
Perasaan Mengancam
354
Terjebak
355
Sepuluh Pisau Terbang
356
Ketakutan Tanpa Sebab
357
Nafsu Pembunuh
358
Turunnya Harga Diri
359
Sampai di Tempat Tujuan
360
Mendengarkan Pelabuhan
361
Kedai di Penginapan
362
Perbincangan Dua Juru Masak
363
Dia Pemuda yang Tulus dan Suci
364
Ketidakpuasan
365
Berlatih Ilmu Mendengar Tetesan Embun Semalaman
366
Buaian dan Kepulasan; Suara Bidadari Sungai Utara
367
Empat Pendekar Kelompok Pedang Intan
368
Terdesak Menuju Sudut
369
Pedang Intan yang Patah
370
Rahasia Kemenangan
371
Pertemuan yang Disengaja
372
Terbunuhnya Dua Juru Masak
373
Ruangan Pribadi di Kedai Tuak
374
Enam Pilar Intan
375
Kerjasama Lontar Sihir Cahaya
376
Perundingan di Halaman Penginapan
377
Akad Perdagangan
378
Penguasaan Jurus Tapak Angin oleh Kana
379
Membutuhkan Sedikit Hiburan
380
Pedagang Ikan Muda
381
Keuntungan, Canang, dan Sendaren
382
Urusan Dunia Persilatan dengan Urusan Dunia Persilatan
383
Tanda Bahaya Kedua
384
Pertempuran di Pintu Pelabuhan
385
Musuh atau Kawan
386
Serangan di Pintu Kamar
387
Pertarungan dalam Keterbutaan
388
Hikayat Kepahlawanan
389
Penyerbuan dari Daratan; Penyerangan Para Pengungsi
390
Pertempuran Dimulai
391
Pendekar Lontar Bercahaya; Chitra Anggini
392
Mantingan Menggila
393
Cagak Kesatu
394
Ada dan Ketiadaaan
395
Cagak Kesatu dan Kiai Kedai
396
Banjir Darah di Pelabuhan Angin Putih
397
Kematian Cagak Kesatu
398
Kematian Satya
399
Suasana Semarak
400
Lelang di Pelabuhan Angin Putih
401
Wanita Tua Penjual Dongeng
402
Kisah Tentang Pengembara Muda
403
Pertemuan dengan Chitra Anggini
404
Pagi Hari di Pelabuhan Angin Putih
405
Perubahan Rencana
406
Mengabari Bidadari Sungai Utara
407
Mengabari Kana dan Kina
408
Mantra Pelindung untuk Kitab
409
Bergerak Menuju Dermaga
410
Kelewang Samodra
411
Ayunan Seribu Tangisan Bumi Terbalik
412
Serangan di Kelewang Samodra
413
Bergerak ke Selatan
414
Ribuan Panah Berapi
415
Cagak Keenam
416
Pertarungan Seribu Rembulan dengan Seribu Tapak Tangan
417
Tapak Dewa Membelah Laut
418
Berenang di Dalam Laut yang Gelap dan Sunyi
419
Patahnya Pedang Kiai Kedai
420
Perwira Hanung
421
Datangnya Serangan
422
Katak Merah dan Pengkhianatan
423
Kemunculan Rara, Kembali
424
Penyelamatan Bidadari Sungai Utara
425
Lalat Mengerumuni Bangkai; Laron Mengerumuni Lentera
426
Melepas Bidadari Sungai Utara
427
Kebenaran Tentang Rara
428
Pedang Savrinadeya — Jilid 6 Selesai
429
Sekeropak Pengumuman 3 : Hiatus
430
Javadvipa Setelah Kepergian Mantingan
431
Suvarnabhumi
432
Enam Penyamun
433
Tapa Balian
434
Tulang Bawang
435
Serangan Harimau
436
Kisah Kiai Kedai dengan Tapa Balian
437
Mengundurkan Diri dari Dunia Persilatan
438
Kegelapan Pekat dan Naluri
439
Gaung Seribu Tetes Air
440
Kegelapan yang Teramat Gelap
441
Keluar dari Gaung Seribu Tetes Air
442
Pendekar Caping Jerami Berpedang
443
Berburu Kayu Ulin Bersama Gema
444
Kawan yang Tiada Duanya
445
Selusin Penyamun
446
Ulin Kapur
447
Mengkhianati Murid Sendiri
448
Kitab Savrinadeya dengan Kemudahannya yang Tiada Dapat Diterapkan
449
Golek Jiwa Bernama Kana
450
Tapa Balian Berkunjung Membawa Perbekalan
451
Pendirian Manusia
452
Latih Tanding Bersama Tapa Balian
453
Pertarungan dengan Sembunyi-Sembunyi
454
Kemunculan Gema yang Tiada Terduga
455
Pertarungan dengan Gema
456
Pemberian dari Tapa Balian
457
Kisah Gema Samudradvipa
458
Kisah Tak Bernama dari Perempuan Tak Bernama
459
Tapa Balian Tidak Datang
460
Meninggalkan Gaung Seribu Tetes Air
461
Membeli Kerbau
462
Munding Caraka
463
Chitra Anggini di Suvarnadvipa
464
Rombongan Pemain Wayang Menuju Lembah Balian
465
Pemangku Langit Sebagai Penjaga Dunia Persilatan
466
Kepentingan di Balik Pemangku Langit
467
Tamu di Tengah Rimba Belantara
468
Perdebatan yang Tidak Menuai Kesepakatan
469
Tarian yang Menyimpan Ilmu Persilatan
470
Menonton Tarian Melalui Pendengaran
471
Wiraga, Wirama, Wirasa
472
Pecahnya Pertempuran antara Kelewang dan Daun
473
Tiga Tebasan Pengantar Nyawa
474
Terdesak
475
Pembacaan Kitab Tak Bernama di Tengah Keterdesakan
476
Ketakutan
477
Harapan Hidup yang Tertumpu pada Kitab
478
Tertawan
479
Terbunuh oleh Ketakutannya Sendiri
480
Waktu yang Menegangkan
481
Berhasil Mengangkat Racun
482
Kembali ke Lembah Balian
483
Perundingan di Tepi Sungai
484
Pusaka Penebar Sengsara
485
Tapa Balian Ditawan
486
Pengepungan Lembah Balian Sepekan Silam
487
Terbukanya Luka Lama
488
Munding Caraka Bukan Kerbau Biasa
489
Kebenaran Tentang Munding Caraka; Semerah Kepiting Rebus
490
Menghadiri Perhelatan Tari
491
Arti dari Kawan Seperjalanan
492
Pusaran Jutaan Daun
493
Cinta Bukan Milik Pengembara
494
Meninggalkan Munding Caraka
495
Berpisah dengan Kartika
496
Terbang di antara Mega-Mega
497
Sesuatu yang Tidak Terungkapkan
498
Kedai di Tengah Belantara
499
Rencana Mengunjungi Sepotong Peradaban
500
Pasar Berpanggung
501
Jebakan Remeh Temeh
502
Jebakan yang Seolah Bukan Jebakan
503
Puan Kekelaman
504
Bunga Aroma Kematian yang Ditemukan Munding
505
Daku-Dikau
506
Biarlah Mantingan Menjadi Lemah Kali Ini
507
Pesan dari Bidadari Sungai Utara
508
Puisi-Puisi Bidadari Sungai Utara
509
Tiada Penginapan Lain di Desa Sawahan
510
Lima Puluh Istri dan Gundik
511
Penjelasan Chitra Anggini tentang Koying
512
Pengaruh Jaringan Bawah Tanah pada Kotaraja
513
Penyusup
514
Membiarkan Semuanya Terbunuh
515
Warga Desa yang Menuntut
516
Digiring ke Balai Desa
517
Sesobek Kain Hitam dari Negeri Atap Langit
518
Pencurian Kitab dan Pedang Mantingan
519
Meninggalkan Desa Sawahan
520
Suara Lembut yang Tiada Berwujud
521
Pertarungan dengan Pendekar Tanpa Suara
522
Kotaraja!
523
Mantingan Tidak Mengerti Wanita
524
Pemandangan Kotaraja
525
Pusat Penampungan
526
Perundingan Pertama di Asrama
527
Kejutan Pagi
528
Kehadiran Dara
529
Chitra Anggini dan Dara Berdebat
530
Perdebatan Sepanjang Hari
531
Keluar dari Pusat Penampungan
532
Rashid dari Jazirah
533
Chitra Anggini Masuk Kedai Tuak
534
Selembar Pengumuman
535
Daun yang Tidak Tajam
536
Pertarungan di Kedai Tuak
537
Penginapan Barisan Bintang
538
Penginapan yang Kotor; Kembalinya Chitra Anggini
539
540
541
Pagi di Kotaraja
542
Tiada Kemustahilan
543
Kebimbangan Rashid
544
Menemui Dara di Pusat Penampungan
545
Berjalan Mencari Jaringan Puan Kekelaman
546
Menghina Pahlawan Man
547
Telaga yang Dipenuhi Ikan Mas
548
Merumitkan Hal yang Telah Rumit
549
Menemui Puan Kekelaman di Kotaraja
550
Tipu Muslihat Puan Kekelaman
551
Menyerahkan Naskah Kitab Perjalanan
552
Menuju Pemukiman Kumuh Kotaraja
553
Melepas Rasa Kemanusiaan
554
Mayat-Mayat di Jalanan
555
Tuan Dermawan
556
Kelebatan Penguntit
557
Hampir Mati!
558
Keluar dari Pemukiman Kumuh Kotaraja
559
Perpustakaan Kotaraja
560
Mantingan Melawan Pendekar Seribu Kitab
561
Seribu Rembulan Melawan Seribu Lontar
562
Kembali ke Perpustakaan Kotaraja dengan Penyamaran
563
Pergi untuk Berlatih
564
Sang Siluman
565
Bertarung dengan Hawa Pembunuh
566
Berlatih di Dalam Pikiran
567
Ilmu Menyambung Ruang
568
Mengejar Siluman Ular
569
Jejak Kembangmas
570
Pertarungan di Tengah Badai
571
Kelegaan Benak
572
Rencana Besar Sang Siluman
573
Mengikuti Perhelatan Cinta
574
Pendekar yang Saling Berhimpitan
575
Ketiadaan Rencana
576
Perhelatan Diundur
577
Pernyataan Dara yang Bagai Petir Meledak di Kepala
578
Cintanya Tak Dapat Ditawar Lagi
579
Bagai Kehilangan Seluruh Daya
580
Pria Bernama Aneh
581
Kisah Sang Bunga Raya
582
Kedai Seribu Cangkir
583
Sepuluh Burung Kutilang Bernyanyi
584
Promosi Karya Baru
585
Sekeropak Lontar Berisi Perencanaan
586
Perhelatan Cinta Dimulai!
587
Lingkungan Seribu Rumah Istana
588
Rumah yang Dipenuhi Mantra Pengintai
589
Dua Puluh Lembar Lontar
590
Makan Pagi di Halaman Besar Seribu Rumah Istana
591
Permainan Gila!
592
Bertarung Dengan Chitra Anggini
593
Kekuatan Tak Terduga dari Chitra Anggini
594
Kembali ke Kotaraja
595
Keadaan di Pemukiman Kumuh Kotaraja
596
597
Kenangan yang Mengharubiru
598
Memunculkan Bertumpuk-Tumpuk Daging
599
Kembali ke Istana
600
Peta Istana
601
Percumbuan dengan Terpaksa
602
Serangan
603
Tertangkap
604
Kembali Semuanya Menjingga
605
Surat Rencana dari Puan Kekelaman
606
Izinkan Aku Membimbingmu
607
Sirep Pelepasan Jiwa
608
Mungkin Ini Menjadi Pagi Terakhir
609
Menuju Pergelaran Besar
610
Sumpah Chitra Anggini
611
Sayembara
612
Raja yang Salah Perhitungan
613
Kekacauan dalam Istana
614
Pagoda Penyimpanan Senjata Mestika
615
Terjebak!
616
Keadaan Pikiran yang Teramat Kacau
617
Terjebak dalam Kesedihan dan Kebencian
618
Kematian yang Mengerikan
619
Permintaan Puan Kekelaman
620
Sang Musafir
621
Surat dari Chitra Anggini
622
Meninggalkan Istana
623
Mencari Munding
624
Mencari Makna Dunia Persilatan dalam Secangkir Teh
625
Menuju Pulau di Tengah Teluk
626
Peradaban dan Peraturan
627
Selamat Tinggal
628
Lebih Cepat dari Kecepatan Pikiran
629
Sebagaimana Akhir Kisah Kawan Seperjalanan - Jilid 7 Selesai
630
Hukuman yang Dirasa Pantas
631
Kedatangan Tamu dari Javadvipa
632
Hadiah untuk Kedai Seribu Cangkir
633
Bangkit dari Keterpurukan
634
Kembali ke Desa Lonceng Angin
635
Rencana Penduduk Desa Lonceng Angin
636
Kediamannya Dirobohkan
637
Dunia Persilatan dalam Secangkir Teh yang Disemuti
638
Penyakit Wajah
639
Rindu yang Terbayar
640
Ibu Pemilik Kedai di Kotaraja
641
Takdir Langit Takkan Seindah Kisah Karangan
642
Kabar yang Tersiar
643
Mengalahkan Pendekar Tombak Api
644
Sekeropak Pengumuman
645
Tak Saling Memiliki
646
Melanjutkan Perjalanan
647
Menebak Keadaan Tanjung Kalapa
648
Singgah di Desa Kecil
649
Selempir Pengumuman
Aplikasi baca novel terlengkap dan gratis ~ lebih dari 250.000+ novel untuk anda.
©2018 ~ 2026
Bidadari Novel
About | Disclaimer | Privacy