
Ditempat bekerja pikiran David kembali melayang mendengar perkataan istrinya tadi pagi.
" Huh " Kata David mengusap wajahnya kasar.
" Kenapa lo ?" Tanya Rehan heran melihat pria itu.
David duduk dilantai menyender dikarung2 yang belum terjual,mereka sedang istirahat sejenak lelah bekerja.
" Tante gue datang lagi " Kata David pelan.
" Hah,Tante jahat lo itu ??" Tanya Rehan kaget.
" Ya tadi pagi dia nelfonin gue,ngak tau deh dapat no hp gue dari mana "
" Lah buat apa dia hubungin lo lagi,harta lo kan udah diambil mereka " Kata Rehan geram.
" Iya,kata Cila sih dia bahas soal tanah,jadi dia jual tanah orang tua gue, nah surat2nya itu kan masih nama Ayah,jadi bermasalah,orang yang beli itu ngak mau dan minta dibalikin duit nya " Curhat David.
" Gila banget tuh orang,jadi maksud nya dia mau minta lo gitu yang gantiin tuh duit ?" Tanya Rehan paham alur cerita.
David mengangguk lemah.
" Ini ngak boleh dibiarin Vid,keterlaluan banget mereka,hutang lo aja belum lunas,mereka malah mau nambah lagi " Kata Rehan marah.
" Ya makanya Cila minta gue buat rebut lagi hak gue dulu "
" Bener tuh,gue setuju sama bini lo,enakan dimereka ngak enak dielo dong,uang nya mereka makan eh tai nya dia kasih ke elo " Kata Rehan kesal.
David menyugar rambutnya kesal,dirinya bingung harus bagaimana.
" Susah Han,gue sendirian,gue ngak punya pegangan buat lawan mereka " Kata David lesu.
" Minta tolong aja sama Mertua lo,dia kan garang tuh " Kata Rehan memberi ide.
" Gue ngak mau bawa masalah gue ke mereka "
" Lo dengerin gue sekarang,saat ini lo udah nikah sama Cila,otomatis Ayah dan Bundanya Cila itu orang tua lo juga,kalo menurut gue sih ngak papa lo cerita masalah lo sama mereka,toh mereka juga keluarga baru lo,apa lo mau menderita terus " Kata Rehan iba.
David terdiam memikirkan lagi nasehan sahabatnya itu,saat2 terpuruk nya David hanya Rehan yang bisa menyemangati nya dari dulu.
" Kasihan Cila Bro,dia juga ikut nanggung beban hidup lo,bahkan Cila rela kerja juga demi bisa bantu lo bayar hutang " Kata Rehan menepuk pundak sahabatnya.
" Iya,Cila udah banyak berkorban buat gue " Kata David mengenang istrinya.
" Hanya lo yang bisa merubah hidup lo Bro,mending lo rebut lagi tu harta orang tua lo,karna hanya lo yang berhak buat milikin semuanya "
" Iya,nanti gue bicarain lagi sama Cila " Kata David tersenyum.
" Ya udah,lo jangan setres2 dulu,kerjaan kita banyak " Kata Rehan tertawa.
David ikut tertawa mengangguk.
" Ya udah gue antar barang dulu ya " Kata David melihat jam ditangan nya.
" Iya gue juga mau isi gula di plastik "
Mereka pun berpisah mengerjakan pekerjaan masing2.
Dilain tempat seorang perempuan terlihat serius dengan kertas2 pesanan yang baru saja di print.
" Bu,tas yang ini ya notanya " Kata Cila semangat membagi setiap kertas ke kantong2 yang sudah selesai di packing.
Beberapa hari ditinggal Cila ternyata toko mereka sangat ramai,Siti dan Laura terlihat kelelahan bekerja berdua.
__ADS_1
" Em gimana menurut ibu aku tambah karyawan lagi ?" Tanya Cila disela packing nya.
Siti tersenyum mengangguk.
" Pesanan makin hari lumayan ramai Non,kemarin bahkan ada yang kesini mau lihat langsung barangnya,dia beli banyak buat dijual lagi " Kata Siti tersenyum ramah.
" Wah beneran Bu ?" Tanya Cila girang.
" Iya Non,saya jual aja yang belum dibeli,sesuai harga yang Non isi di internet " Kata Siti tersenyum malu.
" Wah hebatnya " Kata Cila takjub.
" Uangnya saya taruh di laci Non,belum sempat ngasih tau tadi karna banyak kerjaan,nanti dihitung ya Non "
" Iya Bu,makasih ya " Kata Cila tersenyum hangat.
Laura sibuk membungkus barang2 dengan bubblewrap agar tetap aman.
Cila akui penjualan mereka tiap hari meningkat,apalagi kini Siti tak malu memasarkan barang dagangannya diluar ruko,meski harganya sedikit tinggi untuk upah dia berkeliling.
" Kamu rajin banget sih " Kata Cila gemas duduk lesehan di samping Laura.
" Iya Ante,Lala halus lajin bial bisa sekolah nanti " Kata Laura polos.
Cila tersenyum mengusap lembut kepala anak itu.
Sebenarnya Cila tak tega membiarkan Laura ikut bekerja, apalagi umur Laura masih sangat kecil,tapi gadis itu tetap kekeh agar mendapat uang jajan dan bisa menabung untuk sekolah nanti.
" Wah mau jam istirahat nih,mau ikut Tante beli makan ngak ?" Tanya Cila hangat.
Laura melihat kearah ibunya meminta persetujuan.
Siti mengangguk tersenyum sebagai jawaban.
Cila tertawa dan ikut bangkit bersama anak itu merapikan baju mereka yang penuh bekas barang.
" Ayo berangkat " Pekik Cila menggandeng tangan kecil itu.
Laura tertawa dan ikut berjalan santai keluar.
Mereka mencari makan diluar sana,Cila berencana ingin mengantar makanan untuk suami nya,karna tadi David belum makan dari rumah dan Cila juga lupa memberi uang belanja kepada suaminya itu,karna David tadi buru2.
" Kita temuin suami Tante dulu ya " Kata Cila kepada Laura.
Gadis itu mengangguk dan tersenyum ceria.
Mereka pun naik angkot menuju tempat kerja David setelah membeli 1 bungkus makanan.
Karna Siti tadi bawa bekal,jadi Cila sedikit lega jika mereka terlambat pulang.
Beberapa menit kemudian,mereka tiba di depan ruko tempat suaminya bekerja.
Terlihat dari kejauhan David sedang berbicara dengan seorang wanita yang Cila yakini itu pelanggang toko.
" Mas " Panggil Cila kencang.
Pria yang berjalan masuk kedalam itu langsung menoleh saat mengenali suara itu.
" Cila " Gumam David kaget.
Cila berjalan cepat dengan Laura yang berlari menyimbangkan langkah mereka.
" Kok kalian disini ?" Tanya David bingung.
__ADS_1
" Nih,aku bawain makanan " Kata Cila tersenyum ceria menyodorkan nasi bungkus untuk suaminya.
David menerimanya dengan senyum mengembang.
" Maaf ya,aku tadi lupa kasih kamu uang buat belanja " Kata Cila menunduk sedih.
" Ngak papa,aku baru aja mau cash bon tadi,buat beli makan " Kata David menggaruk kepalanya malu.
" Jangan nambah hutang deh Mas " Kata Cila gemas.
" Hehe iya,hayuk masuk " Ajak David menarik Cila kesebelah.
" Em ngak usah,aku mau balik lagi kasihan Laura dan ibu diruko belum makan " Kata Cila menahan tangan pria itu.
David melihat kearah Laura yang hanya diam dengan senyum manisnya.
" Yaahhh kasihannya dedek manis belum maem ya " Kata David berjongkok didepan Laura.
Gadis itu dengan polosnya mengangguk dan langsung bersembunyi di kaki Cila.
" Hehe Dedek Lala malu ya sama Om tampan ini hm " Kata David dengan pedenya.
Cila tertawa dan mengusap lembut rambut suaminya,tanpa mereka ketahui banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
" David seperti di datangi anak dan istrinya ya " Kata seorang gadis yang bekerja disana.
" Iya,aku kadang iri banget loh sama istrinya itu,meski David penuh kekurangan tapi cewek itu setia banget sama dia,aku aja mikir2 kemarin mau suka sama David meski dia pria tampan dan keren,tapi yah sayang nya miskin" Kata teman gadis itu lagi tersenyum mengejek.
" Iya bener banget,David mah modal tampang doang,udah miskin,sok2 cuek lagi,geli aku tuh." Kata gadis itu lagi.
David dan Cila tak perduli dengan tatapan orang2 yang melihat mereka,sepasang kekasih halal itu dengan riang mengumbar kemesraan rumah tangga mereka.
" Ya udah,aku anter ya pulang nya " Kata David memelas.
" Ngak usah,kamu kan masih banyak kerjaan,aku naik angkot aja sama Laura " Kata Cila menolak.
" Itu bisa diatur,gampang bos nya baik kok " Kata David memaksa.
Karna terus didesak akhirnya Cila pasrah meski dalam hatinya berjoget ria bakal diantar suami tercinta nya pulang.
David berlari kedalam meminta izin dan mengambil motor.
" Kuy kita let's go " Kata David tersenyum dengan motor butut nya.
-
Laura terpekik senang bisa naik motor bersama pria tampan itu.
" Laura duduk depan ya " Kata Cila penuh muslihat.
" Iya Ante " Kata Laura bahagia,gadis itu langsung menaiki motor David dan duduk didepan pria itu.
" Huh aku tau akal licik mu itu " Kata David gemas.
Cila tertawa menjulurkan lidahnya dan naik kemotor memeluk punggung tegap suaminya.
" Let's go Beb " Pekik Cila semangat.
David mulai menjalankan motor mereka dengan santai.
❤❤❤❤
Guyyysss minta Vote,Like,Coment🤧
__ADS_1
Author lemes nih mau lanjutt