Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Makan siang


__ADS_3

Selama dijalan,Rania getar getir duduk tak tenang didalam taxi,bedahal dengan Sofia yg malah bernyanyi kegirangan.


" Seneng banget Neng " Tegur Supir taxi melihat tingkah Sofia.


" eh iya Pak " jawab Sofia malu.


" Kita masih jauh gak Pak ?" tanya Rania menelan ludah kasar.


" Kalo liat mapsnya gak jauh lagi Neng,baru aja kita mulai jalan " Jawab supir terkekeh.


" iya Kak,gak sabar lagi ya mau ketemu sama Om Reka " Goda Sofia.


" Eh bukan gitu,Kakak lagi pusing " Balas Rania mengalihkan.


" Kenapa ? Kakak sakit ?" tanya Sofia.


" Hm,kyk nya gitu masuk angin kena hujan " Jawab Rania asal.


Supir diam,lelaki itu menambah lagi laju kendaraannya.


Semua kembali diam,Rania melihat keluar menghilangkan rasa malunya.


Gadis itu juga bingung kenapa dirinya ingin segera sampai padahal Rania ingin berlama lama agar dirinya bisa tenang menghadapi Reka nanti.


15 menit kemudian,mereka sampai.


Jantung Rania mulai deg degan melihat telunjuk Sofia mengarah pada satu rumah sederhana yg memang ada motor matic terparkir didepan.


" Uhh tenang Rann,jangan panik " Batin Rania meremas tangannya.


" Yeyy kita sampai " Pekik Sofia heboh.


" Yg mana rumahnya Neng ?" Tanya Supir.


" itu Pakkk disanaa " Jawab Sofia menunjuk.


Sofia memperdalam gas dan berhenti tepat dirumah yg tertutup tersebut.


" Akhirnya sampai " kata Sofia bergegas membuka pintu.


Rania diam sejenak dan turun.


" Ongkosnya udah kan Pak ?" tanya Rania.


" udah Neng,di tf tadi " Jawab Pria tersebut.


Rania mengangguk,gadis itu turun dengan membawa rantang berisi makanan dari Hani.


Setelah taxi pergi,langkah Rania mulai gemetar.


Sungguh gadis itu merasa sangat malu dan canggung dengan apa yg ia perbuat saat ini.


" Kenapa aku nekad gini ya ?" Batin Rania heran.


" Kak ayooo " Ajak Sofia tak sabaran.


Rania mendekati bocah itu dan berdiri didepan pintu yg tertutup rapat.


" Ayo ketuk Kak " Kata Sofia tak bisa diam.


" hm " Jawab Rania.


Dengan langkah ragu gadis itu pun mengetuk pintu rumah.


" Om Rekaaaaa " Panggil Sofia.


" Ehh jangann " Kata Rania melotot.


" Kalo gak dipanggil nanti Om Reka gak kdengeran Kakk " Kata Sofia polos.


" yaemxhgamsh " Rania kehabisan kata2.


" Assalamualaikum Om Rekkaaa,buka pintu Om " Panggil Sofia lagi ikut menggedor.


" Waalaikumsalam " Jawab seseorang dari dalam rumah.


Deg...

__ADS_1


Rania melotot seketika dan diam mematung.


" Duh gawat " Ucap gadis itu kelabakan.


Ceklej...


Pintu rumah terbuka,nampaklah seorang pria dengan mengenakan celana boxer dan kaus kutang sedang memegang piring.


" Omm " Pekik Sofia heboh.


" Astagfirullah " Ucap Reka terbelalak dan langsung berlari masuk.


Rania terdiam ditempatnya dengan mulut terbuka.


" hahahaja Om Rekaaa " Kata Sofia langsung tertawa ngakak.


" Lihat Kak,Om Reka larinya lucu banget " kata Sofia kegirangan.


Rania masih diam menelan ludah kasar.


" Apa yg aku lihat barusan ?" Gumam Rania tak percaya.


" Ayo Kak masuk " Ajak Sofia menarik tangan Rania.


" Hah iya " jawab Rania melepas sandalnya.


Kedua gadis itu pun masuk kerumah sederhana tersebut.


Terlihat rumah itu berantakan dengan baju dan alat2 berhamburan.


" Lihat Kak,lantainya kotor " kata Sofia mulai merasa risih.


" Hm " Jawab Rania tenang.


Keduanya kembali masuk dan tiba2 Reka keluar dari kamar dengan celana yg sudah lumayan sopan dan baju kaos.


" Maaf,rumahnya lagi kotor belum disapu " kata Reka tak enak hati.


" iya Om " jawab Sofia tersenyum.


Gadis itu melihat Reka juga dan membuang muka setelahnya.


" Umi minta kita ambil motor " Jawab Sofia.


" Dan ini Om,dari Umi juga " Kata Sofia menunjuk keranjang ditangan Rania.


Reka melihat gadis itu lagi,Rania menunduk seraya menyerahkan rantang.


" Makasih " Balas Reka tersenyum.


Rania mengangguk pelan.


" oh bentar,Om juga lagi masak " kata Reka teringat sesuatu.


" Masak apa Om ?" tanya Sofia penasaran.


" ayo sini " Jawab Reka merangkul Sofia.


Gadis itu menurut dan mengikuti Reka kedapur.


Rania juga ikut,gadis itu melihat sekilas dan nampak kamar Reka yg cukup bersih.


Seperti layaknya pria lain,Reka mengenakan kasur lantai saja tanpa ranjang dan 1 lemari kecil serta tali untuk menggantung pakaiannya.


Rania mengangguk2 pelan dengan pikirannya sendiri.


Gadis itu masuk kedapur dan diam lagi melihat sekitar.


Dapur kecil tersebut hanya mampu menampung lemari sedang dan kompor saja serta ada meja makan yg berukuran mungil lengkap dengan teko air dan beberapa gelas.


Terlihat begitu sederhana membuat senyum Rania melengkung.


" Enak gak ?" tanya Reka kepada Sofia yg ia suruh mencicipi.


" Enak Om,tapi pedes " Jawab Sofia berkeringat.


" Iyaa,Om suka pedes " Balas Reka terkekeh.

__ADS_1


" Kata Umi,aku gak boleh makan pedes2 nanti sakit perut " Ucap Sofia mengingat.


" Iya lambung kamu masih lemah gak sekuat Om " Balas Reka terkekeh.


Sofia ikut terkekeh dan melihat Rania yg diam saja menatap mereka.


" Kamu mau ?" tanya Reka menawar.


" Hah ?" Ulang Rania kaget.


" Mau makan gak ? Mumpung lauknya udah mateng " Jawab Reka.


" Aku mau Om,tadi belum sempat makan " Celetuk Sofia tanpa malu.


" Eh jangan " Tegur Rania melotot.


" Boleh gak Om ?" Tanya Sofia memasang wajah melas.


" Iya boleh,dah sana ambil piring bersih di lemari " Jawab Reka tersenyum.


" Asikkk " Pekik Sofia girang.


Rania mengusap wajahnya kasar melihat tingkah gadis tersebut.


Reka dengan telaten mengambil nasi hangat dan lauk dikuali.


Pria itu memang baru selesai memasak.


" Kamu gak mau ?" tanya Reka melihat Rania.


Keduanya terlihat canggung meski Reka sudah bersikap santai.


" Gak,aku kenyang " Jawab Rania mengalihkan mukanya.


" Wahh ini enak Om,,,mau sambalnya " kata Sofia asik makan dengan sendok.


" Nih makan yg banyak,ayam Umi kamu tuh dimakan juga " Kata Reka menunjuk Rantang berisi ayam goreng tepung.


Sofia mengangguk kecil dan mencomotnya satu,gadis itu tanpa malu makan dirumah Reka dan melupakan janjinya kepada Hani.


Reka mengambil satu piring lagi dan menaruh lauk pauk disana.


" Sini duduk " Kata Reka tenang.


Rania diam sejenak,tangan Reka kembali melambai.


Mau tak mau Rania pun mendekat dan duduk disebelahnya.


Meja kecil itu sungguh menguntungkan karna mereka bisa makan dekat dekatan.


" Makan ini " kata Reka menyodorkan piring yg sudah terisi.


" Gak usah,aku gak laper Kak " Balas Rania.


" Makan aja,wajah kamu pucat,saya gak mau nanti kamu keluar dari sini jatuh pingsan " Kata Reka sedikit memaksa.


Rania menatap kesal lelaki itu dan dibalas senyum hangat oleh Reka.


" Cepetan,masa kalah sama Sofia " Cibir Reka terkekeh.


" Iyaa " Jawab Rania malas.


Gadis itu mengambil sendok dan mulai makan.


Reka diam melihat wajah mayun dan judes Rania yg ia heran datangnya dari mana.


" Coba anteng gini kan enak lihatnya " Ucap Reka sedikit berbisik.


Deg....


Rania seketika berhenti mengunyah mendengar suara berat lelaki tersebut.


" Oh Tuhannn,,,ini gak bener " Batin Rania tak terima.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like coment ya

__ADS_1


__ADS_2