Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ketemuan


__ADS_3

Hani tak bertanya lagi,wanita itu memilih diam tak melanjutkan pertanyaannya kepada Sofia.


Jawaban gadis kecil itu sudah menjelaskan segalanya bahwa Sofia belum menganggap Hani siapa2.


" Tante gak makan ?" tanya Sofia melihat Hani terus menyuapinya.


Hani diam dengan wajah termenung.


" Tante " Tegur Sofia menggoyangkan tangan Hani.


" Ah iya " Jawab Hani tersentak.


" Tante gak makan ya ? Kenapa mienya disuapin ke aku terus ?" tanya Sofia heran.


" Hem kamu makan aja,masih mau kan ?" tanya Hani lembut.


Sofia menggeleng.


" Aku kenyang Te,mau tidur " jawab Sofia.


" Oh udah ngantuk ya ?" tanya Hani.


Sofia mengangguk kecil,gadis itu mengambil buku belajar dan menutup segala lembaran.


" Mau tidur sama Tante ?" tanya Hani tersenyum.


" Hm gak usah Te,aku tidur sendiri aja " Jawab Sofia menolak.


Hani terdiam lagi mendengar jawaban Sofia.


" Beneran gak mau ?" tanya Hani masih menawar.


" iya,,aku harus terbiasa tidur sendiri Te,kan udah gede " Jawab Sofia tersenyum.


Hani ikut tersenyum meski begitu getir.


Sofia berjalan duluan menuju kamarnya,Hani menatap punggung gadis itu dengan nanar.


" Nanti kalo kamu tau aku Ibu sambung,apa kamu mau menerima aku Sofia ?" Gumam Hani pelan.


Ntah mengapa beberapa hari ini Hani membutuhkan status barunya,ia mulai merasa risih jika Sofia memanggilnya dengan sebutan Tante apalagi dihadapan Justin maupun David.


Wanita itu merasa tak enak hati,tapi ia juga tak bisa berbuat banyak meski Laura sering meminta Hani untuk segera memberitahu Sofia.


Hani mengulur waktu agar gadis kecil itu terbiasa,tapi hampir seminggu menjadi ibu sambung Hani merasa tak banyak perubahan.


Asik melamun,tiba2 dering ponsel Hani terdengar.


Gadis itu mengambil hapenya dan terkejut melihat nama dilayar.


" halo selamat malam " Sapa Hani sopan.


" Halo Hani,ini saya Ridwan " jawab seseorang diseberang.


" Iya Ndan,ada yg bisa saya bantu ?" tanya Hani.


" begini Hani,apa kamu bisa kekantor besok ?" tanya lelaki itu lagi.


Hani diam sejenak mendengar titah lelaki itu.


" proses pencopotan tugas mu akan dilakukan mimggu depan dan kau harus memenuhi beberapa persyaratan "


" Siap Ndan,saya akan datang besok " Balas Hani.


" Baiklah Hani,saya tunggu besok " Ucap lelaki itu.


Tut.


Panggilan terputus,Hani menarik nafas panjang menaruh lagi hapenya dilantai.

__ADS_1


Keputusan belum final,Hani harus menjalani banyak tahap untuk terlepas dari tugas negara.


" Bismillah,semoga ini keputusan yg tepat " Ucap Hani meyakinkan dirinya.


Tak mau berubah pikiran,gadis itu bangun dan menuju kamar Vero.


Disana lah Hani beristirahat setelah menikah,meski tanpa suami tapi Hani tetap menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu.


" Besok sekalian ketemu Vero " Gumam Hani yakin.


Malam makin mencengkam,suasana rumah pun menjadi sunyi.


Kebesokan paginya,seperti biasa Hani harus bangun pagi dan menyiapkan segala kebutuhan Sofia sekolah.


" Tante kok udah mandi ? Mau kemana ?" Tanya Sofia mengernyit melihat Hani sudah rapi.


" Hm mau pergi nanti setelah anter kamu " Jawab Hani.


" Kemana ?" tanya Sofia lagi.


" Ke kan em ketemu temen " Jawab Hani tak jadi jujur.


" Temen ?" Ulang Sofia.


" Iya,nanti kamu pulang Tante jemput " Ucap Hani lagi.


Sofia mengangguk pelan.


Keduanya sarapan dikeheningan,sesekali Hani menatap gadis cantik didepannya tersebut.


Wajah Sofia terlihat begitu tenang dan damai,gadis kecil itu seolah tak punya beban hidup sama sekali.


Selesai sarapan,Hani berberes lagi menyiapkan bekal.


Wanita itu harus aktif karna hanya dirinya yg bisa diandalkan saat ini.


" Cukuplah lauknya buat Vero " Gumam Hani tersenyum.


Sofia sudah bersiap didepan,keduanya pun langsung menuju lokasi.


Hani memakai motornya lagi karna jika harus naik taxi setiap hari pengeluaran mereka akan boros sedangkan Hani tak bekerja.


Sofia begitu legowo,gadis itu bisa dikatakan senang menaiki motor matic tersebut apalagi Hani sudah membeli helm khusus untuk anak2.


" Nanti kita jalan2 ya Te " kata Sofia memeluk pinggang Hani.


" Iya " jawab Hani tersenyum.


Gas motor terus ditarik ulur hingga mereka tiba disekolahan.


Secara bersamaan,sebuah mobil juga terparkir didepan dan mengeluarkan seorang anak dengan seragam putih merah yg sama dengan Sofia.


" Grace " Ucap Sofia pelan.


Gadis bernama Grace tersebut melihat Sofia mengernyit apalagi gadis cantik itu menaiki motor bekas.


Sofia diam begitupun Hani yg memperhatikan gadis kuncir kuda tersebut.


" Gih sana masuk " Tegur Hani kepada Sofia.


Grace mendekat dan melihat Sofia lebih dekat.


" Papa kamu bangkrut ya Sof ?" tanya Grace dengan wajah herannya.


" Ngga " Jawab Sofia menggeleng.


" Terus kemana mobil mahal kamu yg mirip sama Mobil Papa aku ?" tanya Grace polos.


Sofia melihat Hani,wanita itu masih diam menatap kedua bocah didepannya.

__ADS_1


" Terus ini siapa kamu ? Ibu baru ?" tanya Grace menunjuk Hani.


Deg...


Hani kaget mendengar celetukan gadis yg lebih besar dari Sofia tersebut.


" Ngga,dia Tante aku " Jawab Sofia bersedekap dada.


Deg...


Hani kembali tersentak mendengar jawaban anak tirinya tersebut.


" Kamu temannya Sofia ?" tanya Hani mencoba tenang.


Grace diam melihat Sofia sejenak.


" Dulunya iya,tapi sekarang em..." Jawab Grace ragu.


" apa ?" tanya Hani menunggu.


" Sofia sudah pindah rumah " Jawab Grace mengalihkan.


Hani diam sejenak melihat Sofia dan Grace.


" Gih sana masuk " Tegur Hani kepada Sofia.


Gadis itu melihat Hani dan deg...


Jantung Hani mulai deg degan dengan tatapan Sofia yg seperti menyimpan sesuatu.


Grace diam memperhatikan kedua wanita tersebut.


" Iya Te,nanti jangan lupa jemput aku ya " Ucap Sofia tenang.


Hani mengangguk kecil.


Sofia berjalan duluan meninggalkan Grace dan Hani.


Grace pun ingin melangkah tapi tangannya langsung ditangkap Hani.


" Kenapa ?" Tanya Grace kaget.


" Kalo mau temenan sama Hani,gak usah bahas keluarganya " Jawab Hani tegas.


" Kenapa ? Aku sama Sofia itu tetangga dulu waktu Mamanya..." Ucap Grace menggantung.


" Kamu gak ada hak buat ungkit masa lalu orang tua Sofia,jadi kalo mau temanan temanan aja " Kata Hani sedikit kesal.


" Kenapa Tante yg sewot ? Sofia aja ngga " Balas Grace mengibas tangannya.


Hani terdiam melihat aksi gadis asing tersebut.


Grace tersenyum miring dan berlalu mengejar Sofia.


Hani menghela nafas panjang,wanita itu merasa Grace sedikit berbahaya karna mulut gadis cantik itu begitu ember dan kepo.


" Semoga Sofia gak terpengaruh sama dia " Gumam Hani berharap.


Bunyi bel terdengar,para murid yg berada diluar langsung berhamburan masuk kedalam.


Hani mundur dan langsung pergi dari sana.


Ia harus segera kekantor polisi dan mengunjungi suaminya yg sudah semingguan ini tak ada kabar.


Pikiran Hani terus melayang meski dirinya sudah berusaha untuk tenang.


" Aku harus ngomong apa nanti sama Vero ?" Gumam Hani bingung.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2