
Didalam ruangan,seorang wanita terbaring lemah dengan selang penuh ditubuhnya.
Badan yang dulunya berisi,kini kian mengurus dan sangat pucat.
Rehan menghampiri ibunya dengan kaki gemetar.
" Bu " Panggil Rehan lemah.
Wanita yang terpejam itu pun perlahan membuka matanya sayu.
" Re han " Panggil wanita itu mengenali putranya.
" Ibuuuu " Rengek Rehan langsung menangis memeluk wanita itu.
" Re han " Panggil wanita itu lemah.
David terdiam,dirinya sungguh tak tega melihat wanita yang dulunya sangat semangat kini tak berdaya.
Senyum ramahnya dulu masih tercetak disana bersama wajah renta nya.
" Ibu jangan tinggalin Rehan Bu huhu " kata Rehan mulai menangis pilu.
Wanita itu tersenyum dengan air mata mulai mengalir di pipinya.
" Re han " Hanya itu yang bisa wanita itu sebut.
Dengan bergetar wanita itu mengangkat tangannya mengusap kepala Rehan yang memeluk tubuhnya.
" Ma af " Kata wanita itu lemah.
Rehan menggeleng pelan dengan air mata tak henti2 nya tumpah.
" Ibu harus sembuh,jangan tinggalin Rehan Bu,Rehan ngak punya siapa2 lagi hiks " Kata Rehan menangis terisak.
Wanita itu hanya menangis mengusap lembut rambut putra semata wayangnya.
" Ibu " Panggil David mendekat dan memegang tangan wanita itu.
Wanita itu mengernyit seolah mengingat ingat nama pria yang sedang menatapnya.
" Ini David Bu,anak ibu " Kata David bergetar.
" Da vid ?" Tanya wanita itu teringat sesuatu.
" Iya ini David,ibu masih kenal kan " Kata David berkaca kaca.
Wanita itu mengangguk lemah dan menampakkan senyum manisnya.
" An ak mu ma na ?" Tanya Wanita itu terbata.
" Hiks dia dirumah bersama Ibu nya hiks " Kata David tak kuasa.
Perempuan itu mengangguk tersenyum.
" Se lamat " Kata wanita itu tersenyum kepada David.
Dan dibalas tangisan sedih pria itu.
Rehan mendongak dan memegang tangan sebelah ibunya.
__ADS_1
" Maaf " Kata wanita itu lagi menatap Rehan dan David bersamaan.
" Ngak mau hiks " Kata Rehan menggeleng tegas.
" Jangan tinggalin kita Bu hiks " Kata David mulai menangis.
" Ber bahagia lah an ak ku " Kata perempuan itu mengangkat tangannya mengusap pipi David dan Rehan.
" Ibuuuuuuuuuuuuuuuu " Teriak David dan Rehan bersamaan saat tangan wanita itu jatuh menghempas kasur.
Tiiiiiiiiiiittttttttttt.....
Pendeteksi jantung pun berbunyi nyaring menggemparkan ruangan sunyi itu.
" Ibuu jangan tinggalin Rehan Bu " Teriak Rehan panik menggoyangkan tubuh wanita itu.
David memejamkan matanya,hatinya terasa dihantam batu besar melihat langsung kepergian wanita yang selama ini dia anggap sebagi ibu.
" Ibuu hiks " Kata David terisak.
" Buu bangun Bu,jangan tinggalin Rehan Bu,Rehan sendirian Bu " Teriak Rehan menggema disana.
Para Dokter dan perawat mulai berdatangan dan menghela nafas berat melihat detak jantung wanita itu tak bergelombang lagi.
" Maaf kan kami Pak,kami sudah berusaha tapi takdir berkata lain " Kata seorang Dokter menepuk pundak David yang terdiam mematung.
Rehan masih memeluk tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa.
" Maaf Pak,waktu nya habis kami akan mengurus jenazah ibu anda " Kata Perawat menghampiri Rehan.
" Ngak,ibu saya belum meninggal !" Bentak Rehan garang.
David masih diam,otaknya berkelana beberapa tahun yang silam saat melihat langsung jenazah keluarganya yang berjejer rapi.
Bagaikan kaset rusak pria itu mulai mengingat setiap moment menyakitkan itu di hidupnya.
" Pak tolong saudara anda diberitahu,tak baik lama2 menunggu seperti ini " Kata seorang perawat menghampiri David.
David pun melihat kearah Rehan yang masih menangis memeluk ibunya.
Dengan kaki gemetar David menghampiri sahabatnya.
Tak ada keluarga lain disana,hanya mereka berdua karna nasib Rehan tak jauh sama seperti David.
" Han " Panggil David lemah.
Rehan masih memeluk sang ibu dengan erat meminta sang ibu kembali membalas pelukannya.
" Hannn,sudah " Kata David menguatkan diri.
Rehan menoleh sebentar melihat David bersimbah air mata.
" Gue tau rasanya jadi lo sekarang,gue tau sakitnya tapi kita tidak bisa berbuat apa apa lagi Han " Kata David menegarkan Rehan.
" Hanya ibu yang gue punya di dunia ini Vid " Kata Rehan gemetar.
" Lo masih punya gue,gue sahabat lo Han,gue bakal selalu ada buat lo " Kata David serius.
" Hiks gue mau ibu gue kembali Vid " Kata Rehan lemah.
__ADS_1
David menghapus air matanya dan memeluk pria itu.
" Gue juga kehilangan Han,lo dan Ibu lo sangat berarti buat gue selama ini " Kata David menumpahkan tangisnya.
Rehan pun memeluk balik sahabatnya dan menumpahkan semua rasa sakit yang ada dalam hatinya.
" Kita harus kuat,lo pasti bisa seperti gue lihat gue sekarang Han !" Kata David melepaskan pelukan mereka dan memegang pundak Rehan.
" Lo tau gimana jalan cerita idup gue,dan gue yakin lo bisa,tunjukkin sama Ibu lo kalo lo bisa,buat dia bangga liat kita dari atas sana " Kata David tegas.
Rehan menunduk dan kembali melihat ibunya yang mulai ditutup kain putih oleh suster.
" Belajar ikhlas Han,karna semua yang datang akan pergi meninggalkan kita " Kata David tenang.
Rehan masih menatap nanar ibunya.
" Bantu gue bangun Vid,meski terlambat gue mau maju kedepan " Kata Rehan mulai tenang.
David mengangguk tersenyum.
David pun menghampiri lagi brangkar yang sudah ditutup kain putih itu.
Dengan gemetar David menyingkapnya dan melihat wajah ayu seorang wanita berhati lembut yang pernah David temui selain ibunya.
" Ibu " Panggil David lembut.
Air matanya mulai mengenang ingin tumpah.
" Aku akan selalu bersama Rehan Bu,aku janji akan selalu menemani Rehan seperti yang ibu selalu nasehatkan kepada kami " Kata David lemah.
" Aku dan Rehan akan bahagia Bu,aku janji kami,kami akan menunjukkannya kepada Ibu nanti " Kata David serius.
Dengan lembut David mencium kening perempuan itu dan tersenyum kecil.
" Berbahagialah Bu,istirahat lah dengan tenang bersama Rabb kita " Kata David lembut.
Setelah David kini giliran Rehan yang mengucapkan kata terakhir untuk ibunya.
" Bu,jika ini yang terbaik aku akan menerimanya dengan lapang dada,aku juga tak ingin melihat ibu kesakitan,maaf kan Rehan yang belum bisa membuat ibu bangga dan bahagia,tapi Rehan janji Bu Rehan akan berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik "
Pria itu pun menangis lagi tak kuasa melihat wajah ibunya,David mengusap pelan pundak Rehan agar pria itu tegar,meski kenyataan dirinya pun sama lemahnya.
" Berbahagialah Bu seperti yang ibu harapkan kepada kami,aku menyayangi ibu hiks hiks " Kata Rehan menangis deras.
Karna waktu sudah banyak termakan,perawat pun dengan sigap mendorong brangkar itu keluar dari ruangan untuk dipersiapkan pulang krumah duka.
" Ibuuuuuu " Teriak David dan Rehan pecah diruangan tersebut.
David dan Rehan menangis sejadi jadinya layaknya anak kecil yang ditinggal Mama nya pergi.
Beberapa jam kemudian,mereka pun pulang kerumah sederhana milik Rehan.
Terlihat tetangga sudah ramai dirumah itu melayat ibu Rehan untuk terakhir kalinya.
Rehan hanya berdiam diri didepan jenazah sang ibu yang berada di ruang tamu,sedangkan David berada diluar menerima bela sungkawa dari para tetangga dan kerabat bersama Paman Rehan yang juga baru datang dari luar kota.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA
__ADS_1