Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Titah


__ADS_3

Siang ini Hani berangkat bekerja,gadis itu terpaksa meminjam motor Cila ke kantor karna tak mau berbarengan dengan Vero.


Gadis itu tak mau lagi terlibat cinta lokasi,ia akan bersikap seperti tak terjadi apapun.


" Han " Tegur seorang pria mendekati Hani.


" Iya Kak " jawab Hani menoleh.


" Kamu udah sehat ?" tanya Pria itu khwatir.


" Udah Kak " Jawab Hani tersenyum.


" Kakak khawatir loh,kamu udah usut siapa pelakunya ?" Tanya pria itu lagi.


Hani ingin menjawab tapi mulutnya terdiam saat seorang pria melewati mereka dengan gagah.


" Selamat siang Ndan " Ucap beberapa personil membungkuk hormat.


" Siang " Jawab pria paru baya itu tenang.


" Siang Pak " Ucap teman Hani sopan.


Pria itu kembali mengangguk dan melirik Hani sekilas.


Hani memberi penghormatan kepada pria yg ia kenal itu.


Pria tersebut pergi kearah lain memasuki sebuah ruangan.


" Pak Jef dingin banget ya " Ucap teman Hani membuka suara.


Hani diam tak mengubris,,maniknya masih menyelisik lelaki para baya tadi.


" Han " Tegur pria bernama Sani tersebut.


" iya Kak apa ?" tanya Hani tersadar.


" Kok malah melamun ?" tanya Sani heran.


" hm gak papa Kak,tadi cerita sampe mana ?" tanya Hani mengalihkan.


" Oh itu orang yg nabrak kalian,udah dicari ?" tanya Sani lagi.


" Hm belum Kak,tapi mau dicari sih " Jawab Hani tersenyum.


" Iya lah,gak bertanggung jawab banget nabrak apalagi teman kamu terluka parah " kata Sani geram.


Hani mengangguk kecil,rencananya gadis itu sendiri yg akan menangkap pelaku karna bagi Hani peristiwa kemarin merupakan kesengajaan yg sudah diatur sedemikian rupa.


Ditempat lain,seorang pria duduk diam mendengarkan meeting yg sedang berlangsung.


Hari ini Mood Vero sedikit berantakan karna perasaannya yg tak menentu.


Pria itu ingin keluar dari ruangan tapi nyalinya menciut saat David akan menyampaikan sesuatu.


" Huh cepetan napa Pa,dah kelenger aku rasanya " Batin Vero tak tahan.


David terus berbicara memberi arahan penting untuk para karyawan,disana juga hadir Aktam sebagai investor besar perusahaan David.


Lelaki itu tak pernah absen jika menghadiri acara penting apalagi sekarang Aktam banyak memegang cabang.


Hampir 30 menit akhirnya David selesai dan dilanjutkan dengan pendapat para karyawan.


Vero bisa menghela nafas dan pamit ke kamar kecil.

__ADS_1


" Huh akhirnya bisa bebas " Gumam Vero pelan.


Pria itu membasuh wajahnya dan menarik nafas panjang.


Pikirannya benar2 sulit diprediksi,ia mencoba bersikap tenang tapi bayang2 Hani dirumah ibunya seolah berputar putar.


" Duh jangan bilang aku masih cinta sama Hani " Gumam Vero ngeri.


" Gak2,ini gak bener aku harus lupain dia,mana mungkin Hani mau sama aku lagi,mana sekarang udah duda,dibohongin Bini,dan parahnya punya anak tapi bukan darah daging aku sendiri,aduhh paket lengkap " Kata Vero menggleng miris.


Sungguh ia merasa hidupnya telah berantakan sekali dan disaat jatuh itu ia harus bertemu dengan Hani yg kini menjadi gadis yg tangguh.


Lama diam dikamar mandi,pria itu keluar dan terkejut melihat semua orang sudah keluar ruangan meeting.


" Udah selesai ?" tanya Vero kepada salah satu karyawan.


" Iya Pak " Jawab seorang lelaki sopan.


Vero ber Oh ria dan masuk kedalam.


Terlihat Aktam dan David berjabat tangan seolah telah menandatangani sesuatu.


" Nanti aku tunggu laporannya ya Bang " Kata Aktam tersenyum.


" iya Tam,abang segera kirim " Balas David.


Aktam mengangguk dan melihat Vero.


Lelaki itu mendekat dan menepuk bahu pria yg lebih muda darinya.


" Gimana Ver ? udah punya calon Mama baru buat Sofia ?" tanya Aktam menggoda.


" Hah,belum Bang " Jawab Vero terkejut.


" Iya Bang,gak mau pusing2 juga " kata Vero terkekeh.


" kalo mau nanti Abang kenalin " kata Aktam lagi.


" Udah Tam,gak ada yg mau modelan gini,cemen " Sahut David.


" Hahhaha wah2 dikatain bapak sendiri " Kata Aktam ngakak.


" Emang gak sayang Anak " sahut Vero.


David mengangkat bahu acuh dan keluar dari ruangan.


Aktam kembali tertawa,Vero dan David memang terlihat kocak jika dibwa santai.


Kedua lelaki itu seolah punya cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas sebagai anak dan orang tua.


" Ya udah Abang balik dulu dah ditungguin Istri " Kata Aktam pamit.


" Iye lah yg punya istri " Cibir Vero.


" Haha ya dong,kan enak tuh ada yg nungguin " Kata Aktam santai.


Vero memutar mata malas,pria itu tak tersinggung sama sekali dengan ucapan Aktam karna ia sudah tau watak anak beranak Reno yg bicara tanpa pikir panjang.


Lelaki tampan itu pun menghilang dibalik pintu.


Tinggallah Vero yg masih berada disanà.


" Jam berapa ya ?" gumam Vero melihat jam.

__ADS_1


" Huh masih 1 jam lagi buat jemput Sofia " Lanjut Vero tenang.


Ia tak perlu waktu banyak menjemput anaknya karna jarak sekolah Sofia tidak jauh dari kantor.


Dimobil,Aktam menerima panggilan telfon dari seseorang.


" Iya kenapa ?" tanya Aktam tenang.


" Pa tlong jemput aku,motor mogok " Jawab seseorang diseberang.


" Papa lagi kerja gak bisa " Balas Aktam.


" Terus gimana dong Pa,ini darurat "


Aktam melihat kiri kanan dan tersenyum saat seseorang menarik perhatiannya.


" Ya udah tunggu bentar " kata Aktam santai.


Pria itu turun dari mobil dan mendekati Vero yg ingin menaiki mobil.


" Mau kemana Ver ?" tanya Aktam tenang.


" Jemput Sofia Bang,kenapa belum pulang ?" tanya Vero mengernyit.


" Kamu ngusir ?" tanya Aktam tajam.


" Haha gak Bang,maksudnya tadi kan abang bilang mau balik " jawab Vero kelabakan.


" Hm ya tapi kamu bisa nolong Abang gak,motornya Arshad mati,dia gak bisa pulang " Ucap Aktam tanpa basa basi.


" Emang dia gak megang uang ?" tanya Vero aneh.


" Gak,dia lagi dihukum sama Mamanya,jadi gak ada pegang apapun " Jawab Aktam


" Masih musim main hukum2an ?" tanya Vero aneh.


" Ya iyalah kalo salah,dah sana kamu jemput dia dulu " Titah Aktam.


" Kok aku sih Bang,mau jemput Sofia nih " Kata Vero bingung.


" Udah jemput Arshad dulu,kasihan nanti dia nangis dijalan " Kata Aktam asal.


" Heh mana ada,Arshad laki gitu masa nangis " Kata Vero tak percaya.


Aktam tak menjawab,dnegan santainya ia berlalu begitu saja setelah memberi perintah yg bukan job desk nya.


" Eeh Bang,bocahnya dimana ?" Teriak Vero.


" Jalan Pahlawan,cepetan kesana " Jawab Aktam sedikit berteriak dari mobil.


" Haissst iya " kata Vero gemas.


Lelaki itu pun menaiki mobilnya dan langsung menuju lokasi.


Ia terpaksa harus putar balik dulu demi menjemput cucu konglemerat tersebut.


Vero tak berani membangkang kepada Aktam karna ujung tombak perusahaan David berada digenggaman lelaki itu.


Vero berkendara dengan cepat dan benar saja seorang lelaki muda duduk lesehan disebuah ruko kosong.


" Hadeehhh mana bawa cewek lagi,nih anak pikirnya apa coba,gak malu apa motor mati lagi goncengan ?" Gumam Vero tak habis pikir.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2