Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kantor


__ADS_3

Sania bekerja dengan hati2,ini hari pertamanya jadi gadis itu sudah menyiapkan energy yg cukup untuk melakukan segala aktifitas.


" San " Panggil seseorang dari samping.


" Iya Kak " Jawab Sania seraya menoleh.


" kamu anter ini keruangnya pak Ade ya " Ucap senior Sania yg sesama receptionist.


" Apa ini Kak ?" tanya Sania sopan.


" Berkas bulan lalu,dia mintanya sekarang kamu anterin ya " Jawab wanita tersebut tenang.


" Oh iya Kak " Jawab Sania polos.


" Hm,kalo dia nanyain aku bilang aja lagi sibuk didepan ya "


Sania kembali mengangguk.


Gadis itu pun keluar dari areanya seraya membawa berkas yg ia pun tak tau isi didalamnya.


" Huh udah mau istirahat " Gumam Sania melihat jam besar didinding.


Masih ada waktu 5 menit lagi,gadis itu sudah merasa sangat lapar.


Baru pertama bekerja,dirinya merasa sangat sibuk mengurus beberapa hal yg disebut sebagai job desk.


" Ruangan pak Ade di lantai berapa ya ?" Gumam Sania teringat.


" Aduhh aku ngga nanya lagi " Lanjut gadis itu mengetuk kepalanya sendiri.


Sania berbalik badan dan mencari seseorang yg mungkin bisa membantu.


" Itu ruangan apa ? Apa aku kesana aja kali ya buat tanya ?" Gumam Sania ragu.


Ruangan terbuka itu nampak sepi dari luar,tapi Sania yakin pasti ada orang didalamnya.


Dengan langkah ragu,kaki Sania pun melangkah mendekati ruangan.


Dan setibanya disana terlihat seorang pria sedang bekerja didepan komputer.


" Permisi Pak " Sapa Sania sopan.


Lelaki itu menoleh dan mengernyit.


" Ada apa ?" tanya pria itu tenang.


" Hm maaf Pak,mau tanya ruangan Pak Ade dimana ya ?" tanya Sania hati2.


" kamu siapa ?" tanya lelaki itu lagi.


" Saya receptionist baru didepan Pak,mau anterin ini " Jawab Sania jujur.


Lelaki itu melihat penampilan Sania dari ujung kaki hingga kepala.


Gadis tersebut memakai baju cukup sopan dengan rok pendek dan stoking hitam serta baju putih khas anak magang.


" Bawa sini " Kata lelaki itu bangkit.


Sania mengangguk dan menyerahkan berkas.


" Kenapa baru mau kirim sekarang !" Ucap lelaki itu tiba2 marah.


Sania melonjak kaget mendengar suara keras tersebut.


" Ini harusnya dilaporkan awal bulan,kenapa baru tanggal sekarang ?" kata lelaki itu emosi.


" Ma maaf Pak " kata Sania seketika takut.

__ADS_1


" Haduhhh ini bisa dimarahin satu kantor !" Kata lelaki itu lagi dengan wajah kesal.


Sania diam,gadis itu tak tau dimana letak kesalahannya.


" Siapa yg kasih kamu ini ?" tanya pria itu lagi.


" Kak Diva " Jawab Sania pelan.


" Panggil dia sekarang !" Titah pria itu tegas.


" Ba baik Pak " Balas Sania gemetaran.


Gadis itu seketika mundur dan berjalan cepat kedepan.


Lelaki dalam ruangan tersebut masih ngomel2 dengan wajah kesalnya.


" Loh San udah balik ?" tanya wanita di receptionist terkejut melihat Sania.


" Maaf Kak,Kakak dipanggil sama bapak yg diruangan itu " Jawab Sania hati2.


" Bapak mana ?" tanya Diva mengernyit.


" Diruangan itu Kak,dia marah2 " Jawab Sania polos.


" Astaga,kenapa kamu kasih kedia ?" tanya Diva syok.


" Aku gak tau Kak,aku niatnya cuma mau tanya ruangan Pak Ade dimana " Jawab Sania


" Astaga Saniaaa,harusnya kamu kesini tanya sama aku bukan sama Pak Robi !" Kata Diva kesal.


Sania menunduk,gadis itu terlihat takut dan bingung harus melakukan apa.


" Ya udah kamu tunggu disini,jangan kemana mana !" Ucap Diva tegas.


" Iya Kak " Balas Sania mengangguk.


Diva pun berjalan cepat kebelakang menghampiri pria yg memanggilnya.


Gadis itu menunduk dalam mencoba mengingat apa kesalahannya.


Tak lama suara langkah kaki terdengar,Sania langsung bangun dan mencoba menyambut.


" Astagfirullah " Ucap Sania terbelalak.


Seorang pria berjalan gagah dengan bungkusan ditangannya.


" Selamat siang Pak,ada yg bisa saya bantu ?" Tanya Sania sopan.


Lelaki itu melihat Sania dan tersenyum manis.


" Iyaa tentu saja,saya mau tanya apa putri saya sudah makan siang ?" Tanya pria itu menahan tawa.


Blushhhh.....


Wajah Sania berubah semu dengan pertanyaan tersebut.


" Putri yg mana ya Pak ?" tanya Sania malu.


" Haha putri yg ini " Jawab lelaki itu mengusap kepala Sania.


" Hahaha Papaaaaa " Rengek Sania manja.


Yap,lelaki itu adalah Serkan yg datang membawa makanan untuk sang anak.


" Gimana seru gak ?" tanya Serkan tersenyum manis.


" Hm seru " Jawab Sania mengkrucut.

__ADS_1


" Loh kok serunya mayun ?" Tanya Serkan lagi.


" Gak papa Pa,seru kok " Jawab Sania sumringah.


" Ngga papa,kan baru hari pertama,perkenalan dulu " Kata Serkan lembut.


" Iya Pa,mental aku cetek " kata Sania terkekeh.


" Hm ya udah,nanti minta Mama ajarin punya mental baja itu kek gimana " Kata Serkan mengusap kepala Sania lagi.


" Oh iya,ini makan siang kamu Papa sekalian lewat tadi " kata Serkan menyerahkan bungkusan.


" Kenapa repot2,disini kata Kakaknya ada kantin " Kata Sania terkejut.


" Disini kantinnya gak gratis,ntar uang jajan kamu habis lagi " Kata Serkan menggoda.


" Papa bisa aja " kata Sania malu.


Gadis itu menerima pemberian Serkan dan mengembangkan senyum cerah.


Gadis itu merasa sangat bahagia,Serkan dan Histy benar2 memuliakan dirinya seperti seorang anak yg lain.


" Pak Ade ada gak ?" tanya Serkan kembali serius.


" Ada Pa,tapi aku gak tau ruangannya dimana " Jawab Sania.


" Ya udah Papa kesana dulu,ada yg mau diurus " Kata Serkan pamit.


" oke Pa,makasih ya " kata Sania ramah.


Serkan mengangguk,lelaki dewasa itu pun melangkah masuk menuju lift.


" Huhhh Papa Serkan baik bangett,makasih Tuhannn " Kata Sania sangat bersyukur.


Diva masuk ke area meja dengan wajah kesalnya.


" Gimana Kak ?" tanya Sania hati2.


" Lain kali gak usah lewat Pak Robi,kalo mau tanya2 langsung sama aku aja atau petugas lain " Jawab Diva kesal.


" Hm iya Kak " Jawab Sania mengangguk.


Jam istirahat pun dimulai,Sania membawa bungkusan makanannya kedapur perusahaan untuk bersantap.


Tak ada teman,gadis itu memilih menyendiri karna ia melihat disana para karyawan bersikap gerombol dan gadis itu bukan gadis aktif yg bisa masuk dengan mudah.


Seorang pria turun dari lift dan mencari cari seseorang.


" Mana petugas yg disini ?" tanya Juna kepada seorang pria yg menjadi receptionist.


" Siapa Pak ?" Tanya Pria itu mengernyit.


" Sania " Jawab Juna.


" Sania ? Maaf Pak petugas kita ngga ada yg namanya Sania " Jawab pria bernama Andika tersebut.


" Ada,tadi dia disini " Kata Juna kekeh.


" Mungkin yg bapak maksud itu Diva " Kata Andika mengingat.


Juna mengernyit,ia yakin tadi pagi ada Sania disana dan mereka sempat ngobrol.


" Ini jam istirahat Pak,mungkin gadis yg bapak maksud lagi dikantin " Kata Andika menegur kediaman Juna.


" Oh iya,makasih " kata Juna berlalu.


Pria itu berjalan cepat mendekati kantin yg cukup jauh dari area pusat..

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya


__ADS_2