Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bandara


__ADS_3

Pemberitahuan penerbangan terdengar begitu ramai.


Orang2 berbondong masuk kearena untuk menaiki pesawat yg akan mereka tumpangi.


Seorang gadis dengan topi dikepala menunduk tak bersuara.


Air mata seolah sudah mengering dipelupuk matanya,tak ada senyuman,kata perpisahan bahkan lambaian tangan seperti orang2 yg lain.


Gadis malang itu malah berharap saat ini menaiki burung besi itu salah satu sayapnya patah hingga mereka terjun ke samudra tanpa rasa sakit.


Hani sudah tak bersemangat hidup lagi,ia menyayangkan mengapa dulu diberi kekuatan yg begitu besar jika akhirnya kembali dihantam dengan kekuatan yg lebih menyakitkan.


" Sebentar lagi pesawat kita berangkat,jangan pernah bermacam2 dengan ku !" Bisik pria disebelahnya tegas.


Hani diam tak menjawab.


Otak Hani beku,terlalu banyak masalah yg ia hadapi bahkan kariernya juga terancam setelah mendapat fitnahan yg begitu kejam yg ia dapatkan malam tadi.


Orang2 dimedia dan para petinggi langsung menyerbu gadis tersebut.


Hani juga tak tau mengapa ada berita tak senonoh hadir digrup chat tersebut.


Rencananya hari ini Hani akan mencari siapa dalang,tapi belum juga matahari terbenam,ia sudah diculik oleh orang yg berasal dari masa lalunya.


Dari arah pintu masuk,beberapa mobil dan motor memenuhi parkiran.


Para pria berbaju hitam pun berhamburan keluar.


" Cepat cari diseluruh sudut !" ucap Vero tegas kepada para anak buah Papanya.


" Siap Tuan " Jawab pria2 berbaju hitam tersebut.


Orang2 itu langsung berlari menuju terminal.


" Cari sebelah sana dan sana " Ucap kepala genk disana menunjuk aturan.


" Siap " jawab para lelaki mengerti.


Mereka langsung berpencar,Vero berjalan masuk sambil menelfon.


" Kenapa Ma ?" tanya Vero mengernyit dibawah sinar matahari.


" Sofia kenapa gak dijemput ?" tanya Cila terdengar marah2.


" Tadi dia bilang gak usah,soalnya Mama udah janjian sama dia " Jawab Vero.


" Hah masa sih ?" tanya Cila kaget.


" Ya lah,Sofia bilang gitu,Mama mau ajak dia kerumah teman Mama " Jawab Vero gemas.


Cila diam sesaat,detik kemudian panggilan terputus sipihak.


" Ma " Panggil Vero tak mendengar apapun.


" Ma astaga malah dimatiin " Kata Vero gemas.


Pria itu menaruh lagi hapenya di saku celananya dan berlari masuk.


Ratusan orang2 memadati pekarangan tersebut,manik Vero mulai bergerak kiri kanan mencari target.


" Duh gimana nyarinya nih ?" Gumam Vero bingung.


Kebanyakan orang memakai masker membuat Vero makin sulit mengenali Hani.


" Papa " ucap Vero teringat akan David.


Tanpa tunggu lama Vero langsung menghubungi David.


" Kenapa ?" tanya David diseberang.


" Pa gimana carinya,ini rame banget " Jawab Vero.


" Udah izin sama pengurusnya buat delay semua pesawat ?" tanya David.


" Mana bisa Pa " Jawab Vero kaget.

__ADS_1


" Kalo gak gitu mana bisa kamu cari Hani,nanti dia udah naik pesawatnya !" kata David gemas.


" terus aku gimana ini ?" tanya Vero bingung.


David berdecak,otak anaknya begitu lelet membuat lelaki dewasa itu uji nyali.


Tut...


David mematikan telefon,Vero kembali dibuat kelabakan.


" Duh kenapa dimatiin sih,kan belum kasih solusi !" Kata Vero mengacak rambutnya.


Pria itu sungguh bingung,melihat orang ramai2 saja membuat nya sakit kepala apalagi harus mengintai satu2 gadis dibalik masker.


" Ruangnya dimana ? aku harus cepat " Ucap Vero mengumpulkan tenaga.


Lelaki itu mencari2 hingga ia menemukan sesuatu dan menyerobos masuk begitu saja.


" Eeh eh Pak mau kemana ?" tanya seorang penjaga pintu menahan Vero.


Vero melihat kiri kanan dan mendapati salah satu bodyguardnya.


" Heiii hei kau sini " teriak Vero melambaikan tangan.


Beruntung pria berbaju hitam itu ngeh dan langsung mendekati Vero.


" Ada apa Tuan ?" tanya bodyguard siap.


" Bawa aku keruangan informasi " Jawab Vero.


" Mau ngapain Pak ?" tanya penjaga bandara kaget.


" Ada gadis yg akan dibawa oleh penculik dan kami harus menyelamatkannya " Jawab Vero.


" Apa !" pekik penjaga kaget.


" Bawa kami keruang informasi sekarang,ini penting !" ucap Vero tegas.


Penjaga melihat bodyguard,pria itu mengangguk pelan.


" Lewat sini " ucap penjaga itu memberi jalan.


Vero langsung mengambil alih mic.


" Hani " Ucap Vero pertama kali.


Seketika suasana yg tadinya ramai sedikit sunyi..


" Kamu dimana Han ? ini aku Vero " ucap Vero pelan.


" Lambaikan tangan mu Han,semua orang akan menolong mu,jangan takut " ucap Vero tegas.


Bodyguard berpencar dan ada yg standby di cctv.


Vero terus bicara sedangkan Bodyguard berjaga mencari satu persatu orang yg ada disana.


Dikamar mandi,,Hani mulai menangis mendengar ucapan pria yg ia kenali tersebut.


" Vero " ucap Hani begitu sedih.


Air matanya tak bisa dibendung lagi,perasaannya sudah hancur lebur.


Diruang kepala,Daniel dan mertuanya terdiam mendengar informasi yg disampaikan petugas.


" Saya mohon,delay semua pesawat " Pinta Daniel berharap.


" Tidak bisa Pak,penerbangan sudah diatur sedemikian rupa " Kata Pengurus bandara tegas.


" Ini urusan nyawa Pak,gadis itu dalam bahaya !" Bentak Daniel emosi.


Daniel dan mertuanya datang lebih dulu ke bandara sebelum Vero.


Mereka langsung menuju ke pusat agar pesawat tidak lepas landas dan mereka punya waktu mencari Hani.


" Kami tidak memperoleh data gadis bernama Hani disni,dia tidak terdaftar " Kata petugas gemas.

__ADS_1


Daniel menyambak rambutnya kesal,lelaki itu yakin Hani berada dibandara tersebut dan akan melakukan penerbangan.


" Apa tidak bisa delay 10 menit saja ?" Tanya Surya mengeluarkan suara.


Deg...


Daniel menoleh melihat mantan mertuanya membuka suara.


" Banyak para pengusaha dan lainnya dikejar waktu Pak,kami tidak bisa egois " jawab pengawas.


Daniel meremas kesal rambutnya,prìa itu sudah benar2 frustasi saat ini.


" Bagaimana Daniel ?" tanya Surya bingung.


Ceklek....


Pintu ruangan terbuka,nampaklah 2 orang pria dengan jas hitam dan biru masuk dengan langkah tenang.


" Pak Bentley,Pak Reno " Ucap pengawas mengenali Big mouse tersbut.


" Pesawatnya akan berangkat berapa lama lagi ?" tanya Bentley melangkah dengan tongkat kayunya.


" Sebentar lagi Pak,class bisnis tidak terkena kendala " Jawab pengawas sopan.


Surya yg juga tau dengan kedua konglemerat kaya raya itu menunduk sopan.


" Kau disni ?" Tanya Reno kepada Daniel.


" Iya Pak " Jawab Daniel menunduk.


" Kau kenal dengannya ?" tanya Surya kaget melihat Daniel.


" Ya " Jawab Daniel pelan.


" Apa gadis itu sudah ketemu ?" Tanya Reno lagi.


Daniel menggeleng pelan.


" Hentikan pesawatnya " Ucap Bentley tenang sambil dudu disofa.


" Hah maksudnya ?" tanya pengawas kaget.


" Delay semua penerbangan selama 20 menit " Jawab Bentley lagi.


" Tapi Pak,kalian..." Kata Pengawas kaget.


" Kau tidak dengar ? atau bandara ini mau dihentikan selamanya ?" Tanya Bentley tajam.


Glek....


Pengawas itu terkejut dengan ucapan salah satu pengusaha terbesar dunia tersebut apalagi mereka tau Bentley punya saham yg begitu banyak.


" Udah nurut aja,nanti kalo penumpang pada protes,keluarin surat izin telat buat mereka " Celetuk Reno santai.


" Eh " Kata Daniel terbelakak..


Surya diam tak bersuara,lelaki itu cukup ngeri melihat kekuasaan yg keduanya miliki.


" Cepat cari gadis itu dalam 10 menit !" Kata Reno merangkul Daniel.


" Siap Pak,terima kasih banyak " Jawab Daniel bergegas pergi.


Surya yg masih didalam sana berpamitan tapi kaki Reno menahannya.


" Hei Pak tua,kita punya urusan " kata Reno tersenyum manis.


" Urusan apa Pak ?" Tanya Surya sedikit gugup.


" Ayo kita ngopi dulu " Ajak Reno memainkan alisnya.


Bentley terkekeh geli,pria tua itu bisa menebak apa yg sudah terjadi apalagi Surya terlihat ketakutan.


" Mau ikut juga ?" tanya Bentley kepada pengawas yg melongo melihat mereka.


" Eeh gak usah Pak,terima kasih " Jawab pengawas menggeleng cepat.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2