
Hani pulang kerumah dengan membawa banyak persyaratan untuk menjadi anggota.
Gadis itu tak menyangka melamar pekerjaan kali ini berbeda dari pekerjaan sebelumnya.
Hani menyusuri jalanan dan melihat kearah lapangan yg begitu luas.
Gadis itu disuruh mempersiapkan semuanya dan harus menyerahkan berkas tak lama lagi.
" Duhh gimana nih ? aku harus gimana ?" Gumam Hani bingung.
Gadis itu diam sejenak memperhatikan gedung bercat orange tersebut.
Beberapa mobil melewati dirinya dengan plat merah dan plat khusus.
" Huh mending aku cari makan dulu buat isi perut " Ucap Hani meraba perut langsingnya.
Gadis itu kembali berjalan seraya melihat kiri kanan siapa tau ada warung makan murah.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang,Hani duduk diwarung menunggu pesanannya datang.
Tak lama beberapa orang datang meramaikan warung padang tersebut.
" Bu kayak biasa ya " Ucap seorang pria kepada si pemilik.
" Iya " Jawab Si Ibu mengerti.
Para pria dengan seragam itu pun mencari tempat.
Hani menunduk memainkan ponselnya menunggu jawaban Reka.
Yap,gadis itu terpaksa pinjam uang Reka untuk biaya daftarnya.
Hani pikir uang yg ia punya tak akan cukup mengingat banyak sekali tes yg harus ia lewati.
" Heloo " sapa seseorang.
Hani mendongak dan mengernyit melihat seorang pria bermasker didepannya.
" Ya ?" tanya Hani polos.
" Apa kursi ini dipakai ?" tanya si pria menunjuk kursi plastik disamping gadis itu
" Hah em tidak,ambil saja " jawab Hani mempersilahkan.
" Terima kasih " Ucap lelaki itu tersenyum.
Hani mengangguk dan kembali tenang.
" Duh Reka lagi ngapain ya ? apa dia belum istirahat ?" Gumam Hani sedikit khawatir.
Hanya Reka penolongnya saat ini,gadis itu benar2 butuh biaya.
Pria didepan Hani masih stay disana memperhatikan kegelisahan gadis tersebut.
" Boleh duduk disini ?" tanya si pria tanpa malu.
Hani kembali mendongak dan melihat pria asing tersebut.
" Disini " Ucap si pria menunjuk kursi yg disamping Hani.
Hani diam masih memasang wajah polos serta bingungnya.
" Dan " Ucap seseorang menegur.
Pria didepan Hani berbalik badan dan memberi isyarat kepada temannya.
" Kursinya cepetan,malah gepek cewek " Cibir pria berseragam heran.
Pria bernama Daniel tersebut membawa kursi plastik dan menyerahkan ke temannya.
" Gue duduk disana " Ucap Daniel memunjuk Hani yg mematung.
" Ck,gercep banget lo " Ucap salah satu pria tak percaya.
Daniel hanya tersenyum dan kembali mendekati Hani.
__ADS_1
Dengan santai lelaki itu dduuk menaruh benda berharganya di meja seperti hape,dompet dan kunci mobil.
Pesanan Hani datang,gadis itu mengucapkan terima kasih dan mulai mengambil sendok.
" Em makak Kak " Ucap Hani menawar.
" Kenapa hanya pake telur ?" Tanya si pria melihat lauk pauk gadis asing itu.
" Ini sudah cukup " jawab Hani sopan.
Daniel diam memperhatikan Hani yg mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
Meski hanya sepptong telur dan nasi yg dipenuhi kuah,gadis itu terlihat sangat lahap menyantap rejeki didepannya.
Seorang ibu2 datang membawa pesanan Daniel,terlihat piring lelaki itu menunjung tinggi dengan puncat ayam goreng.
Hani menoleh sejenak dan kembali menatap isi piringnya seraya menggeserkan benda itu ssdikit menjauh.
Hani merasa tak enak hati karna ia hanya berlaukkan telur dadar saja.
" Kau mau ?" tanya Daniel menoleh.
" Hah tidak terima kasih " jawab Hani tersenyum canggung.
" Ambil ini dan makan lah " Ucap Daniel memindahkan ayamnya ke tempat Hani.
" Eeh gak usah " kata Hani melotot.
" Ambil saja aku gak bisa makan ayam " Ucap lelaki itu tersenyum.
Hani tersentak,ayam pun berpindah tempat.
Pria bernama Daniel itu kembali melanjutkan makannya dengan tenang.
Hani masih diam dengan keterkejutan,ia bingung dengan pria asing tersebut.
Hani merasa tak mengenalinya,tapi mereka sudah 2x berpapasan tak sengaja.
" Oh dia pria tadi " Batin Hani mengingat.
Para teman Daniel melihat mereka dengan wajah bingung,mereka tak tau apa pikir lelaki dengan kemeja dongker tersebut saat ini.
Setelah selesai makan,Daniel mengeluarkan sendawanya membuat Hani terkejut
" Maaf,aku kekenyengan " Ucap Daniel terkekeh.
Hani mengangguk dengan senyum kecil.
" Kau dari mana ?" tanya Daniel tenang.
" hm aku em aku dari kantor polisi " Jawab Hani jujur.
" Kau yg berpapasan tadi ?" tanya Daniel pura2 bodoh.
Hani mengangguk pelan.
" Kau ingin melamar pekerjaan ?" Tanya Daniel lagi.
" Iya " Jawab Hani mengangguk.
Daniel mengangguk paham dan bangkit dari duduknya.
Hani juga bangun dan mendekati ibu warung.
" Berapa Bu ?" tanya Hani mengeluarkan uang dari kantong.
" Ini bayar semuanya " Celetuk Daniel menyerahkan lembar 100 ribu.
Hani mendongak melihat aneh lelaki itu.
" Aku yg bayar,simpan saja uang mu " Ucap Daniel tersenyum.
" Tapi..." Ucap Hani menganggtung.
" Sudah,simpan saja dan ikut dengan ku " Kata Daniel tenang.
__ADS_1
" Kemana ?" tanya Hani kaget.
Si ibu memberikan kembalian pria tersebut,Daniel pun berjalan mendekati para temannya.
" Gue duluan " Ucap Daniel menepuk bahu salah satu dari mereka.
" Cepet banget,mau kemana Lo ?" tanya teman Daniel takjub.
" Ada kerjaan " jawab Daniel tenang.
Mereka semua mengernyit dan melihat Hani melalui mereka dengan wajah tertunduk.
" Dah ya " kata Daniel melongos pergi.
" Woii anak gadis orang tu,jangan diapa2ain " Pekik salah satu aparat menggoda.
Daniel tak perduli dan mengejar Hani yg berjalan makin cepat.
" Hei tunggu " Tahan Daniel menangkap bahu Hani.
Gadis itu tertarik kebelakang dan langsung berhenti mendadak.
" Mmaaf aku tidak sengaja " Ucap Lelaki itu melepas tangannya.
Hani merapikan bajunya dan menatap kesal lelaki tersebut.
" Kau ingin pulang kan ?" Tebak Daniel tersenyum.
" Iya kenapa ?" Tanya Hani ketus.
Gadis itu mulai merasa risih dengan sikap sok kenal lelaki didepannya.
" Sama aku juga,aku rasa kita punya tujuan yg sama " Kata Daniel terkekeh.
Hani mundur,ia merasa terancam dengan pria yg tak ia kenal itu.
" Jangan takut,aku bekerja dikepolisian juga " Kata Daniel tersenyum.
" seorang polisi ?" Tanya Hani berjaga jga.
" Bukan " Jawab Daniel menggeleng.
" Lalu ?" Tanya Hani mengernyit.
Pria itu menarik tangan Hani membawanya mendekati mobil.
" Hei lepaskan aku " Ucap Hani mengibas tangannya.
" Ayo pulang,aku sakit perut " Ucap lelaki itu membuka pintu.
" Hah " Pekik Hani terbelalak.
Daniel mendorong gadis itu pelan membuat Hani mau tak mau naik kedalam mobil.
Daniel tersenyum dan melesat mengitari mobilnya.
Keduanya pun langsung tancap gas.
Daniel sedikit ngebut membuat Hani berpegangan erat.
" Kita akan sampai tepat waktu " Kata Daniel terkekeh.
Hani tak menjawab,lelaki itu tancap gas dan tak terasa mereka berhentii disebuah rumah.
" Kau jalan kaki saja ya,aku buru2 " Ucap Daniel membuka sabut pengamannya.
Hani mengangguk dan melihat kedepan.
Lelaki itu persis berhenti didepan sebuah rumah besar yg berada didepan gang kontrakan Hani.
" Dia kenapa ?" Gumam Hani bingung.
Tak mau berlama2,gadis itu pun turun dan berjalan sendiri menuju kontrakannya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.