Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bimbang


__ADS_3

Hampir menuju jam 10 malam Rania masih dirumah Andika.


Gadis itu mulai merasa nyaman berada disana apalagi temannya sudah datang untuk meramaikan suasana.


Meski lawakan Arshad tadi cukup mengejutkn semua orang tapi Rania tak ambil pusing,ia merasa lelaki itu hanya ingin menghibur saja meski caranya cukup extrim.


" Ran kamu tidur disini aja sama Ibu aku " Ucap Andika.


" Iya Ran,gak usah pulang " Sahut Ciko.


Arshad diam melihat gadis itu mulai menimbang2.


" Iya Ran,tenangin diri dulu " Sahut teman perempuan Rania.


" Ya udah,aku telfon Tania dulu dia udah balik atau belum " Jawab Rania memutuskan.


Semua orang mengangguk.


" Kasihan Rania,dia begitu perduli sama keluarganya tapi keluarganya seolah gak butuh dia " Batin Andika iba.


" Halo Tan,kamu dimana ?" Ucap Rania mulai menelfon.


" Udah dirumah Kak " Jawab Tania diseberang.


" Hm ya udah " Balas Rania.


" Kakak kamu dimana ?" Tanya seseorang diseberang membuat Rania tak jadi mematikan panggilan.


" Kayaknya Kakak aku gak pulang " Jawab Tania.


" Dia emang sering tidur diluar ?" Tanya pria yg bukan lain adalah Reka.


" Hm kadang " Jawab Tania.


Heninggg....


Tania mematikan panggilan membuat Rania tersentak.


" Kenapa Ran ?" Tanya Andika memperhatikan expresi gadis itu.


" Hm gak papa " Jawab Rania.


" Tania udah balik ?" Tanya Ciko.


Rania mengangguk pelan.


" Ya udah,sekarang udah tenang ?" tanya Andika.


" Udah " Balas Rania tersenyum.


Arshad menatap gadis itu sejenak dan tersenyum tipis.


Rania yg juga melihat Arshad merasa malu dengan tatapan manis pria dingin tersebut.


Mereka pun kembali bermain gap dan tertawa seraya mengejek satu sama lain.


Ditempat lain,Reka mulai berpamitan pulang.


" Kakak hati2 ya " Ucap Tania dengan senyum lebar.


" Iya,gih sana masuk " Balas Reka ikut tersenyum


" Iya,Kakak pulang dulu nanti aku masuk " Balas Tania.


Reka mengangguk,pria itu pun mendekati motornya dan berlalu pergi.


Tania melambaikan tangan,gadis itu begitu bahagia bisa jalan berdua dengan Reka,apalagi perlakuan Reka begitu luar biasa kepadanya.


Dijalan,otak Reka mulai berputar.


Lelaki itu masih diambang2 membayangkan Tania yg punya kembaran super mirip.


" Kenapa aku merasa ada yg ganjel ya ?" Gumam Reka pelan.

__ADS_1


" Ah tapi gak mungkin,mana bisa ssperti itu " Lanjut pria itu lagi.


Motor terus berlaju hingga pria tersebut sampai kerumahnya.


Kebesokan pagi,seperti biasa semua orang sibuk dengan pekerjaan masing2.


Dirumah besar,para ibu dan anak2 menyiapkan diri menyambut hari yg cerah.


" Syadd " Panggil Angel dari arah tangga.


Arshad yg sedang melipat dasiny menoleh melihat seorang gadis dengan baju kebanggaan.


" Kenapa Njel ?" Tanya Arshad.


" Kamu kekantor Kakek gak ?" tanya Angel malu2.


" Mau nebeng ?" Tanya Arshad.


" Hehe iya Syad,lagi maget pake motor " Jawab Angel.


" Haissst kemarin2 gak mau dianterin " Cibir Arshad.


" Hehe sekarang mau Syad,eh kamu tau gak kalo dikantor Papa kamu ada karyawan baru " Kata Angel mulai mode gibah.


" Masa ? Gak tau tuh " Balas Arshad.


" Yaaahhh,kan kamu satu kantor masa gak tau sih !" kata Angel kesal.


" Ya mana aku tau Njel,aku gak ngurusin karyawan kok " Balas Arshad heran.


" Ya ya si bos batu " cibir Angel.


Arshad mendengus dan berlalu meninggalkan gadis tersebut.


" Ihh si Arshad mah gak seruuu,padahal karyawan barunya cakep lohhh aku sukaaa " Gumam Angel gemas.


Beberapa hari yg lalu,kantor Reno menerima karyawan baru yg fresh graduate.


Angel yg suka melihat pria tampan tinggi dan mempesona pun tak ingin tinggal diam.


" Hm gimana caranya ya biar aku bisa kesana ? Udah mager juga dikantor Kakek mulu " Gumam Gadis itu mulai berpikir licik.


Asik berpikir,Angel tak sadar bahwa papanya sudah menunggu dibelakang.


" Apa lagi yg akan gadis ini perbuat ?" Batin Prito menggeleng pelan.


Lelaki itu sudah tak heran lagi dengan sifat anaknya yg banyak akal.


Prito juga tak memungkiri bahwa sifat playgirl Angel mulai tumbuh mekar.


Pria itu tak melarang,Prito hanya ckup memantau dari kejahuan saja.


" Ehmm " Dehem Prito kuat membuat Angel melonjak kaget.


" Ihh Papa !" Kata Angel berbalik badan dengan memegang dadanya.


" Ngapain matung sini,minggir Papa mau lewat " kata Prito menggeser tubuh anaknya.


" Hehe,iya iya " Balas Angel terkekeh.


Prito lewat dan menuju dapur.


Para keluarga sudah berkumpul disana untuk mengisi perut mereka.


" Angeeeellll " Panggil Ana dari kejauhan.


" Waduhhh,kaburr ah " Gumam Angel langsung berlari mengejar Papanya.


Prito yg berjalan lancar terkejut di dahului oleh sang anak.


" Hadeehhh ni anak kenapa lagi ?" Gumam Prito sakit kepala.


Dapur sudah ramai,disana ada Reno dan Nisa yg menyambut para penerus mereka tersebut.

__ADS_1


" Syaad " Panggil Aktam


" Iya Pa " Jawab Arshad mendongak.


" Hari ini temenin Papa kerumah sakit ya " Kata Aktam tenang.


" Mau ngapain Pa ?" Tanya Lulu mengernyit.


" Hari ini Sania pulang " Jawab Aktam


" Apa ! Dia udah sadar ?" tanya Nisa syok.


" Belum Bun,tapi Serkan mau Sania rawat dirumah " Jawab Aktam.


Reno diam dan Nisa menghela nafas panjang.


" Udah hampir 2 bulan,tapi Sania belum juga ada kemajuan " Ucap Nisa iba.


" Iya Bun,aku kasihan sama dia sama Serkan dan Histi juga " Sahut Lulu.


" Kakak Sania udah ada dirumah Serkan,rencananya mau dibawa pulang tapi belum bisa " Balas Aktam


" Gimana mau bawa pulang kalo anaknya belum siuman " Sahut Ana tiba2 masuk.


" Makanya " Kata Aktam menghela nafas.


Arshad diam tak menjawab apapun.


Reno diam2 memperhatikan respon cucunya tersebut.


" Nanti malam aku kerumah Kak Histi ah " kata Angel sambil menggigit roti.


" iya,Nenek juga mau kesana " Sahut Nisa.


" ya udah ntar malam kita kesana " Kata Reno memutuskan.


Semua orang mengangguk setuju.


Arshad tak banyak bicara,ntah mengapa saat membicarakan Sania perasaan pria itu bercampur aduk.


Setelah sarapan,semuanya berangkat bekerja ada juga yg mengantar putra putrinya sekolah.


Didalam mobil,Angel duduk bersama Arshad yg sedang menyetir.


Lelaki itu diam seperti biasanya.


" Syadd " Panggil Angel pelan.


Hening tak ada jawaban.


" Syaddd " Panggil Angel lagi.


" Ah iya Njel,kenapa ?" Tanya Arshad terkejut.


" Kamu mikirin apa ?" Tanya Angel penasaran.


" Gak apa2 " balas Arshad.


" Aku tau kamu lagi mikirin siapa ?" Kata Angel menghela nafas.


" Apa sih Njel,aku gak mikir apa2 " Kata Arshad mengelak.


" Kalo kamu mau nunggu,bilang sama Kakek Syad " Kata Angel pelan.


" Njel,aku gak nunggu siapa2 " kata Arshad mengernyit.


" Kamu beneran gak suka sama Sania ?" Tanya Angel serius.


Arshad diam tak menjawab.


" Mungkin Sania juga lagi butuh kamu Syad,dia mengerti hanya saja tak bisa mengungkapkan " Lanjut Angel.


" Maksud kamu ?" tanya Arshad

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2