
Arshad duduk kembali disamping Sania,gadis itu diam memperhatikan raut wajah Arshad yg sulit diprediksi.
" Kenapa lagi nih laki ?" Batin Sania bingung.
Arshad diam menekuk kakinya menatap kedepan.
" Abang mau ?" tanya Sania menyodorkan makanannya.
" Makan aja " Jawab Arshad dingin.
Sania menarik lagi tangannya dan kembali diam.
Hening...
Keduanya diam beberapa menit,angin terasa sejuk meski matahari masih bersinar dengan terang.
Tak lama Arshad menoleh dan seketika diam melihat Sania asik makan bundelan seperti bakso besar yg dilumuti oleh saus cabe.
Gadis itu terlihat kepedesan tapi enggan untuk berhenti.
" Jangan menyakiti lambung " Tegur Arshad.
" Huhh ini tuh enak Bang,tapi pedes " jawab Sania seraya menyeka keringat yg turun dari pelipis.
" Ya minum " Balas Arshad.
" Hilang sensasinya Bang " Balas Sania cepat sambil terkekeh.
Lelaki itu kembali diam memperhatikan.
Wajah Sania sedikit kemerahan,gadis itu pun merasa gerah tapi tak bisa berbuat banyak.
" Cari apa ?" tanya Arshad.
" em iket rambut Bang,aku kepanasan " Jawab Sania jujur.
Arshad melihat ketanah mencari sesuatu.
" Kamu gak bawa kuncirannya ?" tanya Arshad lagi.
" Tadi bawa,tapi gak tau aku taruh dimana ?" Jawab Sania.
Arshad menatap gadis itu nanar membuat Sania terkekeh geli dan takut.
" Oh ini " kata Arshad melihat sesuatu.
Sania diam dan mengernyit saat Arshad menatapnya serius.
" Ke kenapa ?" tanya Sania bingung.
Arshad tak menjawab,lelaki itu mengambil tangan Sania membuat Sania skeetika melotot.
" Abang mau ngapain ?" tanya Sania mengibas tangannya.
" Kuncirannya ditangan kamu " jawab Arshad tenang.
" Hah " kata Sania syok.
Gadis itu melihat tangannya dan benar saja kunciran berwarna nude melingkah di pergelangan tangan gadis tersebut.
" Sini aku bantu " kata Arshad menarik tangan Sania.
Gadis itu menyerahkan tangannya dan membiarkan Arshad melakukan apa yg ia mau
" Hadap belakang " kata Arshad tenang.
" Hah ?" ulang Sania tak paham.
" Hadap belakang,mau wajah kamu yg aku kuncir ?" tanya Arshad gemas .
" Jangan dong Bang " Jawab Sania ngeri.
Pinggang gadis itu langsung diputar Arshad membuat Sania seketika berbalik membelakangi.
" Abaanggg " Pekik Sania tak percaya.
" Diam !" biisk Arshad sedikit tegas.
Glek...
__ADS_1
Sania langsung terdiam dan menggigit bibir bawahnya kelu.
Arshad dibelakang menarik nafas panjang dihadapkan dengan rambut gadis yg tergerai indah sebahu.
" Ak aku aja " Kata Sania tak enak.
" diem " Bisik Arshad lagi.
Glek...
Sania kembali menelan ludah kasar,sungguh jantung gadis itu saat ini terpompa sedikit berbeda dari biasanya.
Aura Arshad begitu mmebuat gadis itu tak berdaya apalagi deru nafas Arshad yg mungkin membuat siapa saja menyerahkan diri dengan suka rela.
" Astagfirullah,apa yg aku pikirkan " Batin Sania menggeleng pelan.
" Jangan gerak " kata Arshad memegang kepala gadis itu.
" abang mau ngapain ?" tanya Sania tak tahan.
" Aku mau kuncir rambut kamu biar gak kepanasan " Jawab Arshad tenang.
Grgrgrgrgrgrgrgrg......
Bulu kuduk Sania seketika berdiri,suara berat lelaki itu seolah mampu merontokkan imannya selama ini.
" Ya Tuhan,nih laki mau ngapain aku ?" batin Sania penasaran.
Tangan Arshad mulai bergerak,pria itu dengan hati2 mengambil helai demi helai rambut Sania.
Jantung Sania kembali berdetak kencang,baru kali ini ada lelaki asing yg berani menyentuh gerainya.
" Kamu pake shampo apa ?" tanya Arshad tenang.
" Shampo biasa Bang " jawab Sania mencoba tenang.
" Wangi " Ucap Arshad lembut.
Blushhhh.....
Ucapan lelaki itu langsung membuat hati gadis polos itu meleleh seketika.
" Iya kadang shampoan kadang ngga " Jawab Sania.
Arshad tersenyum kecil,lelaki itu kembali fokus menguncir rambut Sania meski ia bingung bagaimana cara mengikatnya.
" Em maaf ya Bang,tadi pas acara aku pulang dulua " kata Sania teringat.
" Kenapa pulang ?" tanya Arshad.
" Aku gak enak sama baju aku yg terbuka " Jawab Sania jujur.
" Baju pemberian Bang Juna ?" tebak Arshad.
Sania mengangguk pelan.
" Gak terlalu terbuka " Kata Arshad mengingat.
" Abang liat ?" tanya Sania syok.
" Aduhhh " Ringis gadis itu saat rambutnya tertarik.
" Gak usah gerak2,madep sana " Kata Arshad memutar lagi bahu gadis tersebut.
Sania menurut,gadis itu kembali diam dengan wajah mulai kesalnya.
" Aku dimarahin Om Serkan,dia bilang itu baju gak bener " Kata Sania hati2.
Arshad tersenyum smirk dan mengangkat tinggi rambut Sania hingga menampakkan lekuk leher belakang gadis tersebut.
Glek...
Arshad menelan ludah kasar,secepat kilat pria itu melepas rambut Sania dan mendorong gadis tersebut dengan keras.
" Aakkhhh " Pekik Sania terkejut.
" Abang ihh,kenapa dorong2 " kata Sania kesal.
Arshad diam dan menjauhkan bokongnya dari tempat tersebut.
__ADS_1
" Lain kali pake hijab aja !" kata Arshad tegas.
" Hah ?" ulang Sania bingung.
" Gak malu apa nampakkin leher kayak gitu,mau goda siapa hah ?" kata Arshad tegas.
" Abang kenapa sih ? Aneh banget " kata Sania makin bingung.
Arshad diam tak menjawab tanpa bicara lagi pria tersebut berjalan menjauh dengan langkah cepatnya.
" Loh Bangg " kata Sania terbelalak.
Arshad terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun.
" Bang tunggu " Kata Sania bergegas mengambil kemeja Arshad yg dijadikan tempat duduk.
Arshad berlari dan masuk kedalam mobilnya.
Tanpa menunggu,lelaki itu langsung tancap gas meninggalkan Sania dengan sejuta kebingungan.
" Baaangggg " Pekik Sania kencang.
Mobil melaju kencang hingga menghilang dijalan raya.
" Lah aku ditinggal " kata Sania melongo.
" Kenapa aku ditinggal ?" Gumam Sania begitu bingung.
Mobil Arshad semakin jauh tanpa mau menoleh kebelakang.
" Ih aneh banget sih tuh Cowok,salah aku apa coba !" Kata Sania mulai kesal.
Gadis itu melihat kemeja Arshad dan mencoba tenang.
" Dia kenapa gitu ya ? Emangnya aku ada salah omong ya ?"
Gadis itu bertanya2 dengan sikap Arshad yg begitu aneh,padahal tadi mereka bicara santai dan Sania merasa tak ada yg salah dengan ucapannya.
Didalam mobil,Arshad memukul stir kesal.
Pria itu terlihat tak bisa mengontrol diri.
" Astagaa Syadd lo apaan sih !" Umpat Arshad geram.
" masa lihat gituan aja udah tergoda,lemah amat lo !" Ucap Arshad kesal sendiri.
Pria itu tak tahan dengan lekuk tubuh Sania yg merasa menggoda dirinya.
Arshad memang bukan tipe pria yg mudah dekat dengan seorang wanita,meski sudah sering melihat Angel berpakain sexy tapi pria itu merasa asing dan berbeda saat melihat Sania.
Gelayar aneh tumbuh ditubuhnya membuat lelaki itu takut melakukan hal yg tidak baik.
Mobil terus melaju hingga pria itu sampai dirumah.
Terlihat Reno sedang mengobrol dengan seorang pria yg cukup muda seumuran Papanya.
" Kamu dari mana ?" tanya Reno menegur pria tersebut.
" Dari sana Kek " jawab Arshad.
" Sana mana ? Kenapa ninggalin acara yg belum selesai ?" tanya Reno dengan wajah tegasnya.
Arshad diam dengan wajah tertunduk.
" Dia yg berulang tahun ?" Tanya pria dengan wajah bule tersebut.
" Ya,kenalan dulu sama Om Syad " Tegur Reno.
Arshad mengangguk dan menyodorkan tangannya kepada lelaki bule tersebut.
" Arshad " ucap Arshad sopan
" Daddy nya Satria " Balas pria bule tersebut.
Keduanya saling tersenyum meski Arshad masih bingung siapa pria bule didepannya.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.
__ADS_1