
Arshad masuk kekamarnya dengan wajah bingung,lelaki itu masih syok dan penasaran apa yg akan Reno lakukan besok pagi.
" Kakek mau apa ya ?" Gumam Arshad pelan.
Lelaki itu menaruh hapenya dinakas dan membuka baju.
Secara bersamaan,pintu kamar terbuka dan masuklah Lulu sambil membawakan air putih.
" Mama " Ucap Arshad kaget.
" Hay " Sapa Lulu hangat.
Lelaki itu mengambil baju dilemari dan memakainya segera.
" Kamu udah makan ?" tanya Lulu lembut seraya duduk diranjang.
" Udah Ma " Jawab Arshad ikut duduk.
" Baguslah " Balas Lulu.
Hening...
Keduanya saling diam,Arshad menatap Ibunya dengan wajah mencurigakan.
" Ada apa Ma ?" tanya Arshad gemas.
" Udah ketemu sama Kakek kamu ?" Tanya Lulu hati2.
" Iya,ada apa ?" tanya Arshad lagi.
" Gak tau,tadi Kakek nyari kamu,Mama bilang belum pulang " Jawab Lulu
Arshad kembali diam menatap curiga ibunya,Pria itu bisa merasakan bahwa ada sesuatu yg sudah Lulu ketahui.
" Oh iya,beberapa hari kedepan Mama sama Bibi kamu mau keluar kota,kamu gak papa kan ditinggal " Kata Lulu teringat.
" Adek ikut ?" tanya Arshad.
" Mau ngasuh ?" tanya Lulu balik.
" Hehe bawa aja Ma " Jawab Arshad terkekeh.
" Huh kamu mah " Kata Lulu mengkrucut.
Arshad tersenyum tipis dengan guyonan Ibunya.
" Kayaknya Papa kamu juga ikut besok,tapi ntah lah Mama juga gak tau " Kata Lulu menerka.
Arshad mengangguk saja,Lulu pun memberikan anaknya beberapa nasehat dan pujian lalu keluar dari ruangan.
Lulu tak suka terlalu ikut campur masalah sang putra apalagi Arshad sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan sendiri.
Setelah Lulu pergi,Arshad kembali diam.
Pikiran lelaki itu mulai menerka lagi apa yg akan terjadi besok.
" Kakek gak pernah kayak gini sebelumnya ? apa ada masalah sama perusahaan ya ?" Tebak Arshad.
Lelaki itu mencoba menerka meski tak bisa ditebak.
Tak mau ambil pusing,lelaki tampan itu memutuskan untuk mandi saja menyegarkan otaknya yg sudah penuh.
Kebesokan paginya,diruang makan terlihat sudah ramai.
Angel juga bergabung dengan pakain putih hitam khas anak magang.
" Kamu yakin Njel ?" Tanya Ana memperhatikan sang putri.
" Mama gak yakin ?" tanya Angel balik.
__ADS_1
" Ya yakin sih,cuma kan kamu gak bisa kerja gituan " Kata Ana hati2.
Angel berdecak dan melirik Prito yg memilih diam saja.
" Gak papa,dicoba dulu " kata Aktam menyeletuk.
" Aku gak yakin Bang,si Angel itu males malah diisi bagian beres2 gimana sih " Kata Ana protes.
" Ya harus mulai dari nol dulu dong,gak bisa langsung naik jadi manager,lagian Angel kan gak ada bantuan dari kita,dia masuknya sama kayak karyawan baru lain " Jelas Aktam.
" Paaa " Rengek Ana kepada Reno.
" Papa gak ikutan,Papa udah gak ada wewengan " Jawab Reno sambil memotong telur gorengnya.
" Bundaaaa " Rengek Ana lagi.
" Mana Bunda tau,Bunda aja seharian kerja ngasuh anak kalian " Jawab Nisa sambil menyindir.
Lulu diam melirik Ana dan Ana mendengus kesal mendapat sindiran halus.
Bukan tanpa alasan,Ana protes lantaran Angel ditempatkan dibagian terbawah yaitu cleaning service oleh Aktam.
Wanita yg berprofesi sebagai desainer ternama itu tak rela putrinya dijadikan babu oleh perusahaan orang tuanya sendiri meski Ana tau itu hanyalah didikan untuk Angel agar nanti terbiasa dan tak semena mena,tapi rasa tidak ikhlas mengganjal dihati wanita beranak 3 tersebut mengingat Angel tak pernah bekerja seperti itu..
" Udah kamu diem aja,Angel aja mau kok " Kata Aktam malas.
" Angel aja goblok,makanya mau " Balas Ana.
Angel diam terus memakan sarapannya dengan wajah tenang.
Prito sesekali memperhatikan wajah sang putri,kali ini keputusan Angel sudah bulat,ia ingin bekerja sendiri dan menghasilkan uang hasil keringatnya.
Lelaki itu tak melarang ataupun mendukung karna Prito tak ingin ada yg terluka apalagi berhadapan dengan 2 wanita keras kepala.
Arshad datang dengan pakaian rapinya,semua mata tertuju kepada lelaki tersebut.
" Iyaa,sekarang Bang Arshad dulu nanti aku nyusul " Sahut Jack terkekeh.
" Haha iyaaa,harus gede dan gak cengeng dulu " Kata Aktam menggoda.
Jack memberikan jempolnya tanda setuju kepada sang paman.
" Inget ya Syad,jam istirahat " Ucap Reno ambigu.
Semua diam melihat Reno dan Arshad bersamaan.
" Iya Kek " jawab Arshad paham.
" Kamu kerja yg bener ya " kata Reno menepuk bahu anak itu.
" Iya Nek " Jawab Arshad tersenyum kecil.
Reno memasang wajah tenang meski tau wajah2 penghuni rumah itu seolah ingin bertanya tanya.
Selesai sarapan,semua orang mulai berpencar.
Ana dan Prito sibuk mengantar Jack sekolah sedangkan Aktam pergi bersama Reno keperusahaan Bara sedangkan Arshad dan Angel harus pergi bersama karna 1 perusahaan juga.
" Kamu beneran Jel ?" tanya Arshad sambil menyetir.
" Hem " Jawab Angel.
" Buat apa kerja ? Uang papa dan Mama mu banyak " Kata Arshad heran.
" Uang paman dan Bibi juga banyak,kenapa kamu kerja ?" tanya Angel balik.
" Karna aku laki2 " Jawab Arshad.
" Kamu itu perempuan,kerja sih boleh aja tapi kalo tercukupi ya buat apa capek2 " kata Arshad terkekeh.
__ADS_1
" Bener sih,tapi aku harus kerja " Kata Angel yakin.
" Itu sih pilihan kamu " Balas Arshad.
" Huhhhh " Angel menghela nafas berat.
Gadis itu terlihat tak bersemangat saat ini.
" Apa ada masalah ?" Tanya Arshad hati2.
" Ntah lah,aku bingung Syad " Jawab Angel.
" Kenapa ?" tanya Arshad heran.
" Hm,kalo cewek bantuin cowoknya boleh gak ya ?" tanya Angel hati2.
" Kamu punya pacar baru lagi ?" tanya Arshad kaget.
" Bukaan,misalkan gitu " jawab Angel.
" Hmm boleh2 aja sih,tapi bantuin apa dulu nih ?" tanya Arshad.
" Keuangan ?" Kata Angel menggantung.
" Bantu duit ?" Ulang Arshad.
Angel mengangguk pelan.
" Menurut aku sih itu rawan ya,duit itu sensitif banget " Kata Arshad serius.
" Iya tau,tapi aku...ah udah lah " Kata Angel tak ingin melanjutkan.
" Hati2 Njel,sekarang penipuan itu beragam loh,jangan sampe kamu kena " Kata Arshad menoleh.
Angel diam tak membalas.
Mobil terus melaju hingga tiba didepan pos satpam.
Gadis itu merunduk tak ingin siapapun mengenalnya apalgi ia sedang menyamar menjadi gadis asing.
Mobil Arshad memasuki parkir khusus karna 1 kantor sudah tau siapa dirinya.
" Aku disini aja " kata Angel ingin turun.
" Gak sampe sana ?" tanya Arshad.
" Gak usah,nanti ketahuan " Jawab Angel lagi.
Arshad mengangguk,lelaki itu menghentikan sejenak mobilnya dan Angel turun dengan begitu cepat.
Gadis itu bergegas berlari seolah dengan terlambat.
" Angel2 ada aja kelakuanya " Gumam Arshad gemas.
Jam kerja pun dimulai.
Baru selesai lapor dengan Hrd,Angel diberi tugas untuk membersihkan beberapa ruang meeting dan perkenalan dengan teman2 seperjuangannya.
" Jadi kamu anak baru ya ?" tanya salah satu lelaki dengan pakaian khusus.
" Iya Bang,baru hari ini masuk,mohon bimbingannya ya " kata Angel tersenyum.
Lelaki itu mengangguk dan meminta Angel ganti baju.
Dengan tarikan nafas panjang dan keyakinan mutlak gadis itu pun melakukan tugasnya.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1