Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Datang


__ADS_3

Sesampai dirumah sakit,Sania diserahkan kepada Dokter.


Arshad menunggu didepan sambil memainkan ponselnya.


" Halo Kek " Sapa Arshad menerima panggilan Reno.


" Kamu dimana ?" tanya Reno.


" Lagi dirumah sakit " Jawab Arshad.


" Nemenin Sania ?" tebak Reno.


" Hm " Jawab Arshad.


Reno diam begitupun Arshad.


" kau tidak lupa hari ini kan ?" tanya Reno beberapa saat.


" iya,aku akan pergi siang nanti " Jawab Arshad.


" baiklah,jaga diri " kata Reno tenanv.


Tut.


Panggilan terputus,Arshad menaruh hapenya dan menatap pintu yg tertutup.


Lelaki itu membiarkan Dokter dan Sania didalam sana tanpa melibatkan dirinya.


Hampir setengah jam menunggu,akhirnya Sania dibawa keluar.


" Bagaimana ?" tanya Arshad bangkit.


Dokter tersenyum dan melihat Sania sejenak.


" Dia gadis yg hebat,kesembuhannya perlahan meningkat " Balas Dokter.


" Benarkah ?" tanya Arshad cukup kaget.


" Ya,semangat hidupnya luar biasa " Balas Dokter tersebut.


Arshad melihat Sania dan tersenyum kecil.


Sania yg ditatap pun menundukkan wajahnya merasa sangat malu.


" Baiklah,selanjutnya apa yg harus dilakukan ?" tanya Arshad lagi.


" Tidak ada,kalian sudah boleh pulang " Jawab Dokter ramah.


Arshad mengangguk paham.


Lelaki itu mengambil posisi dan mendorong kursi Roda Sania dengan hati2.


" Pasangan serasi " Gumam Dokter memperhatikan perlakuan manis Arshad.


Dokter tersebut berlalu masuk keruangannya lagi.


Dilorong rumah sakit,Sania dan Arshad sama2 diam.


Keduanya menikmati isi pikiran masing2.


" Huuffttt kenapa jantung ku selalu berdebar ?" Batin Sania seraya memegang dadanya pelan.


" Apa yg aku rasakan,jantung ku seperti ingin meledak " lanjut gadis itu.


Arshad terus diam,mereka melewati banyak orang2 yg cukup membuat riuh.


Setelah didepan mobil,Sania berinisiatif untuk bangun tapi langsung ditahan oleh Arshad.


" Aku bisa sendiri " ucap Sania tersenyum.


" kau yakin ?" tanya Arshad ngeri.


Sania mengangguk,gadis itu berusaha bangun meski terlihat sedikit kesusahan.


" Boleh aku bantu ?" tanya Arshad tak tega.


Sania mengangguk,Arshad pun memegang pinggang gadis itu membuat Sania makin tak karuan.


Arshad menaikkan tubuh Sania kedalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman.

__ADS_1


Sania yg diperlakukan sedemikian rupa terlihat membatu ditempat.


Bahkan untuk menelan ludah pun terasa berat dikerongkongan.


" Kita pulang " Ucap Arshad sudah bersiap di kursi supir.


" Hm " jawab Sania mengangguk.


Mobil melaju keluar dari rumah sakit,kali ini Arshad terlihat buru2 beda dengan pertama pergi tadi.


" Ada apa dengannya ? Apa ada masalah ?" Batin Sania melirik lelaki itu.


Arshad fokus tanpa menoleh sedikit pun dari jalanan..


15 menit mereka sampai,terlihat mobil Serkan sudah terparkir didepan garasi rumah.


Dari kejauhan,Serkan berjalan mendekat sambil menggendong putrinya.


" Udah pulang ?" tanya Lelaki itu hangat.


" Udah bang " Jawab Arshad ramah.


" Makasih ya Syad udah mau tolong kami " Ucap Serkan serius.


" Iy Bang sama2 " Balas Arshad.


" Kakak " Panggil adik bungsu Sania meminta gendong.


" Jangan sayang kakak masih lemah " Larang Serkan.


Gadis kecil itu mengkrucut seraya membuang muka membuat orang2 dewasa tertawa geli.


" ya udah bang,aku pergi dulu ya " Ucap Arshad pamit..


" Iya,sekali lagi makasih ya " Balas Serkan.


Arshad mengangguk dan mendekati mobilnya.


Sania memperhatikan lelaki itu dari ujung kaki hingga kepala.


" Ehm " Dehem Serkan seolah menegur.


" Ngedipp,ntar lupa ingatan liat yg bening2 " Goda Serkan.


" Mana ada " Kata Sania mengelak.


" Helehhhh,kalo suka bilang aja,tapi nanti kalo dah sembuh total " Kata Serkan sambil berlalu.


" Boleh ?" tanya Sania syok.


Serkan tak menjawab,lelaki itu terus melangkah masuk kedalam rumah.


" Astagaaa,apa aku memang udah suka sama bang Arshad ?" Batin Sania ngeri2 sedap.


Gadis itu tidak mengerti dengan perasaannya sendiri,kadang ia tak ingin berharap tapi disisi lain harapan malah menghampiri dirinya.


Dengan tombol yg berada disamping lengannya,kursi roda itu melaju perlahan masuk.


Ditempat lain,seorang pria baru sampai dilokasi.


Terlihat gedung besar nan tinggi tersebut sepi dari khalayak.


Hanya ada beberapa orang pria dengan setelan jas hitam berjaga disekeliling.


" Apa benar ini alamatnya ?" Gumam Arshad pelan.


Menurut info,lelaki itu tidak salah tujuan,ia memang diundang untuk datang kegedung tersebut menemui seseorang.


" Cari siapa ?" Tanya seorang pria menegur.


" oh,ini bang,apa abang kenal sama Pak Rustam ?" Tanya Arshad.


Pria berbadan tinggi tersebut melihat Arshad dengan wajah mengernyit.


" Cucunya Reno Salder ?" Tanya pria itu tenang.


Arshad mengangguk pelan.


" lewat sini,kamu sudah ditunggu dari tadi " Jawab pria itu mempersilahkan.

__ADS_1


Arshad mengangguk,lelaki itu pun berjalan cepat masuk kedalam..


Gedung tersebut seperti rumah yg mewah,bahkan bisa dikatakan mirip dengan rumah Kakeknya,tapi ini lebih besar dan waw menurut Arshad.


" Astaga,apa itu singa putih ?" Gumam Arshad kaget melihat seekor hewan berlalu lalang dirumput hijau.


" iya,itu peliharaan mereka " Jawab penjaga.


Glekkkk....


Arshad menelan ludah kasar,lagi2 lelaki itu membandingkan kakeknya dengan orang yg akan ia temui sekarang.


Reno begitu menjaga hewan2 itu ditempat aslinya,tapi pemilik gedung ini malah mmebiarkan hewan buas itu berkeliling dirumah.


Langkah terus melaju hingga pintu besar terbuka.


" Amazing " Batin Arshad melihat interior rumah yg begitu waw.


" Sebelah sana " Ucap penjaga menunjuk.


Arshad mengangguk,lelaki itu pun berjalan sendirian masuk kedalam rumah.


Manik Arshad terus melihat2 isi rumah tersebut seperti layaknya istana yg megah.


Tanpa lelaki itu sadari,pergerakannya diperhatikan oleh seorang gadis dari lantai atas.


" Apa dia orangnya ?" Gumam gadis sambil menghisap permen lolipop tersebut.


" Dia tinggi,tapi kenapa wajahnya terlihat bingung ?" Gumam gadis itu lagi.


Tep...


Tangan seseorang mendarat dibahu kiri gadis itu membuatnya terperanjat.


" ihhh Bibiiii " ucap gadis itu terkejut.


" Hehe liatin apa Non ?" tanya seorang wanita parubaya tersenyum.


" Bi,apa itu pria yg Papi maksud ?" Tanya gadis itu menunjuk kebawah.


Bibi mengintip dan mengernyit.


" Benarkah Non ? Wahhh jodoh mu sudah sampai " Kata Bibi heboh.


" Ihhh Bibiiii,belum tentu " Ucap gadis itu mengkrucut.


Sang bibi tersenyum geli dan melihat pergerakan Arshad.


Dibawah Arshad kembali bertemu seorang pria berbadan tinggi besar menghalangi jalannya.


" Masuk keruangan itu " Ucap pria tersebut tegas tanpa expresi.


Arshad mengangguk dan mulai membuka pintu.


Deg...


Jantung Arshad tersentak saat melihat seorang pria dengan kursi roda duduk membelakangi dirinya.


" Selamat siang,maaf saya terlambat " Ucap Arshad hati2.


Pria itu menoleh dan melihat Arshad diam.


" Masuklah " ucap lelaki itu tenang.


Arshad mengangguk dan melihat wajah pria yg dimaksud Kakeknya selama ini.


" selamat datang dirumah saya " ucap pria bernama Rustam tsb.


" Ayo bicara " ajak Rustam mempersilahkan.


Arshad mengangguk dan duduk disofa yg sudah disediakan.


" siapkan minuman dan makanan terbaik kita " ucap Rustam memberitahu anak buahnya yg stay dipintu.


" Siap Tuan " Jawab penjaga patuh.


Arshad masih diam memperhatikan lelaki tua didepannya.


❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,,Like,coment ya.


__ADS_2