Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Heboh


__ADS_3

Suasana gaduh terlihat begitu heboh,para penumpang banyak berteriak ketakutan dan terkejut melihat aksi tak terduga tersebut.


Vero dan Daniel terlihat beradu untuk menolong Hani.


" Jangan sentuh dia " kata Vero mendorong Daniel hingga terduduk.


" eh kamu siapa hah !" Bentak Daniel mendorong Vero.


" Gara2 lo Hani seperti ini !" Kata Vero menarik kerah baju Daniel.


" Bajingan,aku juga gak mau Hani seperti ini " Kata Daniel emosi.


" Vero hentikan !" Bentak Denis kesal melihat sang ponaan.


Vero tak menghirau dan masih menarik kerah baju Daniel.


" Sudah2,daripada kalian berkelahi mending bawa gadis ini kerumah sakit " Kata Surya memisahkan keduanya.


" Hani bangun sayang " Pinta Miska menopang Hani.


Gadis itu tersadar dan terbatuk pelan.


" Hani " Ucap Miska kelabakan melihat darah keluar dari mulut Hani.


" Masss gimana ini ?" pekik Miska ketakutan.


" Tant eee akhhh " ucap Hani kesakitan memegang perutnya.


" kamu harus kuat Nak,kamu akan selamat " Kata Miska pucat.


Hani menggeleng pelan dengan wajah kesakitannya.


" Verooo " Teriak Miska kesal.


Vero melepas baju Daniel dan merangkak mendekati Miska.


" Hani bertahanlah " Kata Vero memegang tangan gadis itu.


" Ver o " Ucap Hani lemah.


" Han,pleaseee bertahanlah " kata Vero berkaca kaca.


" Bawa Hani kerumah sakit sekarang !" Titah Denis tegas.


Hani menggeleng pelan dan mencengkram tangan Vero.


" Ve r o " Panggil Hani lagi.


" Vero ! kau tidak dengar apa yg Om katakan !" Teriak Denis emosi.


Daniel mendekati Hani dan menatap gadis itu nanar.


Hani tersenyum kecil,ntah apa yg ada dipikiran gadis itu hingga membuat lengkung bibirnya.


" Bawa kerumah sakit sekarang !" Titah Daniel tegas.


" Iya Vero,cepat gendong Hani " Kata Miska membujuk.


Hani kembali menggeleng dengan manik menatap Vero dalam.


" Ak aku ke mbali Vero " Ucap Hani berkaca kaca.


" No,kamu gak akan kemana mana " Kata Vero menggeleng.


" Ak aku kemba li,ka u inga t pertama kali ak ku datang ?" tanya Hani dengan susah payah.


Vero menggeleng,matanya mulai berkaca kaca teringat akan bagaimana gadis itu hadir pertama kali.


" Vero !" bentak Daniel kesal melihat Vero belum juga bergerak.


Tangan Hani terangkat dan mengusap wajah Duda muda tersebut.

__ADS_1


" Te ter ima kas ih,aku aku....akhhh" Ucap Hani meringis.


Ubun2 Daniel dan Denis sudah berasap,sungguh ini bukan waktunya untuk menye2 pikir lelaki tersebut.


Tanpa basa basi lagi,Daniel langsung bergerak dan mengambil alih tubuh Hani.


" Hei..." Pekik Vero kaget.


" Kau akan membiarkan Hani kehabisan darah disini !" Teriak Daniel emosi.


" Sudah2,ambulannya sudah datang ayo cepat bawa keluar " Tegur Surya kembali memisahkan kedua lelaki tersebut.


Vero terdiam,Daniel bangun seraya menggendong Hani yg sudah sangat lemah.


" Tenanglah,Hani akan baik2 saja " kata Denis menenangkan Miska yg masih panik.


Hani langsung dilarikan kerumah sakit sedangkan korban satunya masih tergeletak menunggu para perawat datang mengangkutnya.


" Mana pistol mu ?" tanya Vero kepada aparat yg masih berjaga.


" Untuk apa ?" Tanya lelaki tersebut.


" Mana !" Teriak Vero emosi.


Aparat menjauhkan senapannya dan Vero merebut dengan cepat.


" Apa yg anda lakukan !" pekik pria berseragam itu kaget.


Vero tak menghirau dan melihat lelaki yg sempat ia tembak tadi.


" Tuan !" Tegur aparat bisa menebak.


" Vero,kau mau apa ?" tanya Denis kembali kaget.


Vero berjalan pelan dengan tatapan nanar.


" Ver,jangan " Kata Denis mendekat.


" Jangan hiraukan aku !" Ucap Vero dingin.


" Penjara ?? aku pernah merasakan dinginnya jeruji besi saat membunuh ayah Hani " Jawab Vero terkekeh.


Deg....


Denis tersentak mendengar ucapan pria itu apalagi disana ada rekan kerjanya.


" Kamu gila apa !" kata Denis emosi.


Vero mengangkat senjata dan....


Dorrrr.....


Dorrr......


Door.....


Penculik yg tadinya punya sedikit nyawa kini lenyap seketika setelah ditubuhnya ditempati 5 peluru sekaligus dilain tempat.


Denis memejamkan mata tak percaya dengan apa yg ia lihat kali ini.


Pistol terlepas,Vero berjalan gontai keluar dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Dia meninggal " Ucap Aparat memeriksa keadaan penculik.


" Tangkap pria itu !" Ucap aparat lain menyuruh temannya.


Anggota kepolisian tersebut langsung mengejar Vero,Vero terlihat pasrah tanpa perlawanan.


" Sedalam ini kah rasa cinta mu sama Hani Ver " Gumam Denis menggeleng pelan.


Bandara kembali ramai,Denis meminta ambulance segera membawa mayat penculik kerumah sakit sebelum wartawan datang.

__ADS_1


Dilokasi yg sama dalam sebuah ruangan,2 orang pria menghela nafas panjang setelah menyaksikan adegan berbahaya yg telah terjadi.


" Anak Cila gak ada takutnya " Ucap Reno pelan.


" Itu anak Cila kembaran Clara dulu ya ?" Tanya Bent mengingat.


" Iya,Ibunya sangat bar2 dan ternyata anaknya lebih bar2 " jawab Reno menggeleng pelan.


" Dia akan terkena masalah besar " Kata Bent menggeleng.


" Ya,ini kedua kalinya dia membunuh " Kata Reno tenang.


" Apa !" Pekik Bentley terbelalak.


" Dulu dia juga menembak orang tua gadis yg sama " Kata Reno mengingat.


" Apa ! orang tuanya ?" tanya Bent kaget.


" Hm,tapi memang bersalah dan Vero begitu tak terima gadis itu disakiti " Jawab Reno.


" Jadi anak David menyukai gadis itu ? bukan kah dia menikah dengan seorang model ?" tanya Bent tak paham.


" Ya dan sepertinya Vero akan reunian dengan mantannya itu " Jawab Reno.


Bentley menganga tak percaya,sungguh ia tak menduga bahwa Vero yg terlihat masih polos ternyata pembunuh handal.


" Lalu bagaimana dengan penculik Angel ?" tanya Bent teringat.


" Sudah Aktam urus,Blacky makan daging kecap hari ini " Jawab Reno.


" Wah2,gak makan nasi padang lagi si Black ?" Tanya Bent terkekeh.


" Ntah lah,si Aktam banyak idenya,mana si Black sekarang suka makan tempe orek " Jawab Reno sakit kepala.


" Hahaha ntar Black jadi vegetarian lagi gara2 Aktam " Kata Bent tertawa.


" Black apa aja dimakan,gak repot lagi aku beliin dia daging sapi " Kata Reno terkekeh.


" Terus si belang gimana ? masih doyan daging ?" tanya Bent teringat akan teman Black.


" Masih,,Belang masih waras dan gak suka sama Aktam " Jawab Reno.


" Masih galau sama Andrew dulu ya ?" tanya Bent hati2.


" Kayaknya sih gitu,kamu tau kan Andrew dulu gimana rawat Belang,sampe susu dirumah habis pada diangkutin dia ke kandang " Jawab Reno menghela nafas.


" Pinter banget belang bisa membedakan Aktam sama Andrew,gue salut " Kata Bent tersenyum.


Reno ikut tersenyum dan menarik nafas panjang.


" Semoga Arshad bisa nurunin bapaknya,walaupun ya agak melengceng dikit " Kata Reno berharap.


" Haha iya " Jawab Bentley tertawa.


Kedua pria tua itu saling bercengkrama mengingat masa lalu mereka yg penuh suka cita bersama..


Dirumah sakit terlihat begitu heboh,Daniel dan Miska berteriak kencang meminta dokter untuk menyelamatkan Hani.


" Ehh kamu kan dokter,kenapa gak masuk aja " Kata Miska teringat akan Daniel.


" Kok tau saya dokter ?" Tanya Daniel kaget.


" Ya iyalah,kan tadi kamu yg bantu keluarin pelurunya " Jawab Miska memutar mata.


Daniel diam melihat wajah ketus wanita didepannya saat ini.


" Eeh cepet tolonginnn,malah bengong " Kata Miska menampar lengan lelaki itu.


" Ehh em ia ya iya Mba " kata Daniel kelabakan.


Daniel pun masuk kedalam dan menawarkan diri secara asal meski dirinya diusir oleh Dokter karna pria itu tak punya wewenang dirumah sakit.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2